Skip to content

Nikmatnya Nisfu Sya’ban

29 August, 2007

Hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban). Nisfu artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan kedelapan dalam perhitungan tahun Hijriyah. Kata Syakban berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung). Dikatakan Syakban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan.

Malam Nisfu Syakban dimuliakan karena pada malam itu, dua malaikat yakni Raqib dan Atid, yang mencatat amal perbuatan manusia sehari-hari, menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Bulan Syakban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang diangkatkan Tuhan amal-amal. Saya ingin diangkatkan amal saya ketika sedang berpuasa.” (HR An-Nasa’i dari Usamah, sahabat Nabi SAW).

Di samping itu, pada malam Nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), pembebasan dari azab dan sebagainya. Dengan demikian, malam Nisfu Syakban antara lain dinamakan juga malam syafaat, malam maghfirah, dan malam pembebasan.

Sehubungan dengan malam Nisfu Syakban yang dinamakan juga malam syafaat, Al-Ghazali mengatakan, “Pada malam ke-13 Syakban, Allah SWT memberikan kepada hamba-hamba-Nya sepertiga syafaat, pada malam ke-14 diberikan-Nya pula dua pertiga syafaat, dan pada malam ke-15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya yang tidak memperoleh syafaat itu ialah orang-orang yang sengaja hendak lari dari pada-Nya sambil berbuat keburukan seperti unta yang lari.”

Malam itu juga disebut malam maghfirah karena pada malam itu Allah SWT menurunkan ampunan-Nya kepada segenap penduduk bumi. Di dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, “Tatkala datang malam Nisfu Syakban, Allah memberikan ampunan-Nya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling pada-Nya.” (HR Ahmad)

Selain itu malam Nisfu Syakban disebut malam pembebasan karena pada malam itu Allah SWT membebaskan manusia dari siksa neraka. Sabda Nabi SAW di dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Ishak dari Anas bin Malik, “Wahai Humaira (Asiyah RA) apa yang engkau perbuat pada malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, di mana Allah memberikan kebebasan dari neraka laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali (yang tidak dibebaskan) enam, yaitu; orang yang tidak berhenti minum khamr, orang yang mencerca kedua orangtuanya, orang yang membangun tempat zina, orang yang suka menaikkan harga (secara aniaya), petugas cukai (yang tidak jujur), dan tukang fitnah.” Dalam riwayat lain disebutkan tukang pembuat patung atau gambar sebagai ganti petugas cukai.

Salah satu amal yang biasa dilakukan sebagian orang pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunah Nisfu Syakban sebanyak 100 rakaat. Shalat sunah tersebut ditentang keras oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab (Kumpulan Penjelasan tentang Buku Al-Muhazzab). An-Nawawi memandang hadis-hadis yang menerangkan shalat tersebut adalah hadis maudu’ (hadis palsu). Oleh karenanya, melaksanakan shalat tersebut adalah bidah. Apa yang diungkapkan Imam Nawawi diikuti pula oleh Sayid Abu Bakar Syata ad-Dimyati (ahli tasawuf) dalam kitabnya, I’anat At-Talibin (Panduan bagi Siswa).

Sumber: Masjid Istiqlal/rakyataceh.com

About these ads
41 Comments leave one →
  1. Nuri permalink
    27 July, 2010 00:20

    Oalah kang lan Mbakyu….. Ingat ” Lanaa a’maaluna Wa lakum a’maalukum “

  2. 27 July, 2010 04:08

    Perbanyak amalan ibadah
    1. Mnt ampunan dr Allah u/ melaksanakan ibadah-Nya
    2. Mnt rizky yg halal, barokah u/ melaksanakan ibadah-Nya
    3. Mnt di kuatkan imannya u/ melaksanakan ibadah-Nya.

    Semoga bermanfaat…!

  3. obay permalink
    27 July, 2010 08:07

    gw heran kenapa mlem nishpu sya’ban orang pada berbondong-bondong datang ke masjid…sedangkan shalat Far’du orang cuma dikit yg dateng ke masjid…jgn menjadikan yg sunah menjadi wajib..dan yang wajib menjadi sunah…tegakkanlah syariat agama islam sesuai dengan al’quran dan hadish….assalamuallaikum

  4. 27 July, 2010 10:40

    Jazakallah khairan

  5. Aba Abdurrahman permalink
    27 July, 2010 14:17

    Wahai saudaraku seiman… pelajarilah dahulu suatu perkara sebelum engkau mengerjakannya. Sebab kata Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, ” Setiap amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak”.
    Kalau memang suatu amalan yang biasa kita kerjakan selama ini tidak ada tuntunannya dari Rasulullah, para Khulafa’ur Rasyidin, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut tabiin, hendaklah ditinggalkan walaupun amalan-amalan tersebut sudah dikerjakan secara turun temurun oleh orang-orang tua kita. Luruskanlah niat untuk menggapai Ridha ALLAH.

    @ Priyono :
    Komentar antum adalah contoh dari komentar orang yang jahil (bodoh). Al Imam An-Nawawi melarang melakukan shalat 100 raka’at itu karena hal itu tidak ada yang mencontohkan dari generasi terdahulu kdan juga tidak ditemukan hujjah yang kuat untuk melaksanakan amalan tersebut. Memang kalau anda mau shalat sunat 1 Juta raka’at pun (asal kuat) tidak apa-apa, itu namanya Shalat Sunnat Mutlak. Tapi kalau shalat sunatnya dihubungkan dengan malam Nisfu Sya’ban, ini yang ditentang oleh Al Imam An-Nawai….

    Mohon ma’af kalau ada kata-kata yang kurang berkenan….
    Jazakallah Khair…….

  6. idh0 permalink
    27 July, 2010 16:16

    hmmm….kaya gitu aja kok di masalah kan, gak malu apa di lihat orang2 di luar islam , mereka tertawa lihat perselisihan yang gak guna ini, lebih baik pada ngaji lagi dah biar bener,,,,-udud-

  7. muqsith permalink
    27 July, 2010 17:08

    KLO IMAM yang lain sholat 100 rokaat. tu hadist di katakan hadist apa? n hukum nya pa?

  8. Aba Abdurrahman permalink
    30 July, 2010 09:53

    @ Obay,

    Benar akhi… itulah kenyataan sekarang, hal-hal yang sudah jelas-jelas wajib malahan kebanyakan disepelekan. Giliran amalan-amalan yang dari dulu menjadi perselisihan para ulama malahan dilakukan secara besar-besaran.

    Kalau kita mau jujur, lebih mulia mana sih antara malam nisfu Syaban dengan malam Qadr (Lailatul Qadr). Sudah barang tentu lebih mulia “Lailatul Qadr” karena kemuliaannya sudah jelas dinyatakan oleh ALLAH Subhanahu Wata’ala di dalam Al-qur’an surat Al-Qadr ayat 3.

    Tapi kenapa di malam yang sudah jelas-jelas mulia (Lailatul Qadr) manusia lebih banyak yang berkeliaran di Mall ?. Hanya segelintir orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemuliaan malam tersebut.

    Mari bandingkan dengan malam nisfu Sya’ban (yang dari dulu diperselisihkan para ulama), manusia malahan berbondong-bondong melaksanakannya bahkan sampai membuat beberapa ruas jalan menjadi macet.

    Pertanda apakah ini ?, ini adalah pertanda dari kejahilan (bodoh dalam beragama) dan taklid (mengikuti sesuatu tanpa ada dalil yang rajih).

    Untuk itu wahai akhi muslim, marilah kita mengutamakan untuk menuntut ilmu agama yang Haq, bukan sekedar ikut-ikutan. Hal ini toh manfaatnya akan kita rasakan masing-masing di yaumul akhir nanti. Karena setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa-apa yang kita kerjakan semasa hidup di dunia.

    Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang melakukan suatu perkara (amalan) yang tidak ada tuntunannya dari sisi kami maka perkara (amalan) tersebut tertolak”. Untuk itu akan lebih baik bagi kita untuk melakukan amalan-amalan yang sudah jelas tuntunannya dari Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam.

    Mohon ma’af kalau ada kata-kata saya yang kurang pada tempatnya …

    Jazakallah Khair

  9. Aba Abdurrahman permalink
    30 July, 2010 10:03

    @ Idho

    Sebenarnya ini bukan mempermasalahkan… , tapi lebih kepada “Saling menasehati terhadap sesuatu yang benar Haq dan saling menasihati dengan kesabaran (QS.103 Al-Asr : 3)”. Kalau suatu kebenaran sudah disampaikan, tapi tetap tidak mau mengikuti…. ya bagaimana lagi, itu terpulang kepada diri masing-masing.

    Setuju dengan pendapat antum.. sebaiknya kita pada ngaji yang benar (Haq) yang sesuai dengan Al-qur’an dan As-sunnah….

    Jazakallah Khair….

  10. Imanhilman permalink
    2 July, 2011 00:45

    Padahal sudah jelas yang suka melaksanakan nisfu sya’ban ada dalilnya dan yang menentangpun ada dalilnya. Yang penting ada dasarnya dulu , kalau tidak ada dlm AlQuran cari Al Hadits, Ijma atau Qiyas. Tentang hadits sahih atau dlaif itu juga pendapat pasti ada perbedaan. Kalau yang tidak suka meskipun diwewel-wewel dalilnya yang shohih sekalipun tetap saja menolak begitu juga sebaliknya. Yang penting yu kita jalan masing masing tetapi dalam kebersamaan. Wassalam

  11. sayuti permalink
    12 July, 2011 14:14

    kalau saya TIDAK MENJADI SALFY PALSU/WAHABY adalah suatu nikmat yang patut disyukuri…… amit2 sama si wahaby/salafy palsu kadzdzaaaab….

  12. 15 July, 2011 06:33

    seandainya mau melakukan yg penting ihlas tanpa embel2 pahala atau surga atau diam au diam

  13. Cinta Sunnah Rosul permalink
    28 July, 2011 21:24

    Marhaban ya ramadhan…..mari tegakan amalan Sunnah Rasulullah…

  14. isma permalink
    22 June, 2013 12:54

    serahkan saja nilai ibadah seseorang pada penciptanya sendiri.amal dasar ilmu.ilmu dasar dalil.jgn suka menghukum kan seseorang salah sementara kita pun belum tentu benar.yg mengakui diri kita benar ya cuman diri kita dn kelompok kita.

Trackbacks

  1. Tweets that mention Nikmatnya Nisfu Sya’ban « .: SAMAN UI :. -- Topsy.com
  2. malam nisfu sya’ban. | gogo and god
  3. malam nisfu sya’ban. « anitko.
  4. Malam Nisfu Sya’ban. « gogochan

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,214 other followers

%d bloggers like this: