Tepat hari kamis (20/3) atau bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1429 H, hampir semua umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai tradisi.
Tak sedikit dari sebagian umat Islam di Indonesia dalam memperingati maulid tersebut hanya sebagai ritual biasa saja, tanpa ada makna yang terkandung dibalik itu semua. Terlebih dalam serangkaian acara maulid ini, semua kegiatan yang dilaksanakan hampir semuanya bernilai sosial dan kepedulian.
Sebut saja memberikan makan anak yatim, mendengar ceramah agama dan juga tidak luput dari bershalawat kepada Nabi dan seterusnya. Itu semua dilakukan tidak lain hanya karena akan sebuah peringatan saja barangkali.
Banyak hal ini menjadi sebuah budaya latah atau suka meniru dalam masyarakat tanpa mengenal akan hakikat. Ini sebenarnya menjadi sebuah tindakan yang sangat berbahaya bagi kalangan muda-mudi dalam memahami sebuah hakikat perayaan maulid.[red]
























