Peusapat Kawoem Muda Mahasiswa Aceh Jakarta dan sekitarnya yang merupakan singkatan dari Peusaka Maja I. Sebuah acara yang pertama kali ini dipelopori oleh segenap panitia Asrama FOBA (Found Oentuek Bangsa Adtjeh) Setiabudi I Jakarta. Acara yang dilaksanakan selama 3 hari ini sejak tanggal 18-20 April 2008 yang bertempat di Hotel Rudian Cisarua Bogor menjadi titik temu bagi segenap kaum muda Aceh di Jakarta.
Dalam acara yang berupa panel forum atau seminar dan workshop ini ikut menghadirkan beberapa panelis yang tidak begitu asing dikalangan kancah politik khususnya untuk Aceh yakni Teuku Kemal Fasya selaku Dosen Antropologi dari Universitas Malikussaleh, peneliti pusat penelitian politik LIPI Moch. Nurhashim, SIP., M.Si, tidak ketinggalan juga Indra J. Piliang dari Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS) Universitas Indonesia serta pengamat politk Amir Harahap dari LSAM.
Perdamaian Abadi sebagai Basis Peradaban dan Kebudayaan Rakyat Aceh itulah yang tema yang diangkat oleh panitia pada acara 3 hari tersebut. Dalam sesi panel forum tersebut hadir sebagai peserta adalah pada pemuda dan mahasiswa Aceh dari berbagai kalangan, universitas dan institusi-institusi yang tergabung dalam simpul-simpul organisasi Aceh yang tersebar seluruh Jakarta dan sekitarnya.
Acara diskusi yang dikemas dalam panel forum tersebut dimoderatori langsung oleh Ketua Asrama FOBA Jakarta, Kamaruddin Hasan. Berbagai diskusi alot juga mewarnai dalam forum, mulai dari isu pemekaran ALA ABAS, keterkaitan budaya dan ekonomi Aceh yang semakin jatuh serta aspek syariat Islam juga mewarnai perbedaan pendapat. Namun, waktu yang tersedia harus diterima oleh peserta karena hanya 7 pertanyaan yang bisa dilayangkan untuk panelis dari sekian banyak peserta sekitar 80 orang.
Selain dari diskusi panel forum sehari penuh, hal yang menarik dari serangkaian acara ini juga dibarengi dengan nonton film Hotel Rwanda pada malamnya sebagai apresiasi untuk kembali mengingat masalah Aceh selama proses rekonsiliasi. Pada malam tersebut juga hadir keynote speaker dari staf ahli Menpora Arief Jamaluddin dan perwakilan masyarakat Aceh Taman Iskandar Muda (TIM) yakni Zulkifli Zainal.
Yang tak kalah menarik dalam pertemuan singkat dengan dua orang keynote speaker tersebut juga hadir sebuah wacana pembentukan himpunan mahasiswa Aceh yang berbadan hukum legal seperti layaknya KNPI yang bisa membantu pemerintahan Aceh sekarang ini, hal ini ternyata disambut positif oleh Bang Jamal dan semua dikembalikan kepada segenap forum.
Peusaka Maja Pertama (I) ini resmi ditutup pada minggu malam (20/4) dipimpin oleh panitia dengan harapan acara ini bisa berlanjut untuk setiap tahunnya secara kontinu, sehingga untuk tahun 2009 nanti kita masih bisa bertemu dalam Peusaka Maja Kedua (II), ujar Bang Kamar selaku ketua Wisma FOBA . Kami segenap dari pengurus SAMAN UI juga mengucapkan selamat dan sukses atas keberlangsungan acara tersebut sehingga jalinan siltarurrahmi dan ukhuwah antar sesama pemuda dan mahasiswa Aceh bisa tetap terjaga dan menjadi pelopor pembangunan bagi kemajuaan rakyat Aceh nantinya.[red]
Link terkait:
- Hinamagazine
- The Globe Journal

























22 April, 2008 at 14:26 |
[...] mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Berita selengkapnya juga bisa di lihat di blog SAMAN UI hasil postingan saya, lengkap dengan rangkaian [...]
25 April, 2008 at 16:57 |
MEIN HIEL FUEHRER!!!
TA PEUDONG KEUJAYAAN TANYOE JAMEUN RAJA…
25 April, 2008 at 21:41 |
Teurimong geunaseh atas komentar mandum awak nanggroe!
27 April, 2008 at 18:25 |
good job syedara lon..