Skip to content

Empat Siswa SD Wakili Aceh ke Nasional

15 July, 2008

Empat siswa-siswi sekolah dasar (SD) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan mewakili Propinsi Aceh pada festival kompetensi kreativitas di tingkat nasional. Sebelumnya mereka telah menjuarai festival tingkat propinsi yang digelar di Banda Aceh bulan lalu.

Kempat siswa –siswi itu berasal dari dari SD 7 Banda Sakti Kota Lhokseumawe, satu dari SD Yapena Arun dan satu siswa dari MIN Kota Banda Aceh.

Data yang diperoleh MedanBisnis menyebutkan, keempat siswa-siswi itu menjuarai lomba nyanyi solo, kerajinan tangan dan cipta serta baca puisi serta seni melukis. Sementara dua siswa dari SD 7 Lhokseumawe, Dinda Humariah (11) juara 1 Cipta dan baca puisi serta M Razafi (12) juara kerajinan tangan.

“Rencananya siswa kita akan mewakili Propinsi NAD untuk ikut tingkat nasional di Bandung pada tanggal 21 Juli 2008 mendatang. Sejak tanggal 15 Juli besok, (hari ini-red) mereka akan masuk karantina untuk diberikan pelatihan lagi di Banda Aceh,” kata Kepsek SD 7 Banda Sakti Lhokseumawe, Rasuna Saleh, melalui guru pembina Syamsiah Ismail SPD, Senin (14/7).

Syamsiah mengatakan, dua siswa tersebut sebelumnya adalah pemenang lomba tingkat sekolah dan Kota Lhokseumawe. Sementara untuk pembinaan kepada kedua siswa menurut Syamsiah dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Namun karena para siswa memang punya bakat dan kenyakinan yang membuat prestasi dapat diraih.

“Tema dari perlombaan adalah cinta bahari, sehingga kerajinan tangan yang diikutkan berbentuk sebuah kapal. Namun bahan yang dipakai dari berbagai jenis tumbuhan atau bahan yang tidak terpakai. Seperti pelepah kelapa, kulit pelepah, tali dari sabut kelapa dan sebagainya. Pada lomba yang lalu, M.Razafi kita berhasil membuat sebuah kapal dalam waktu tujuh jam. Sementara Dinda Humairah membawakan puisi ciptaannya berjudul Rintihan Peri,” ujarnya.

“Dalam festival kompetensi kreativitas nanti, SD 7 Lhokseumawe akan membawa kapal pesiar yang dirancang dari bahan sabut kelapa dan kulit pete. Insya Allah, siswa yang mewakili Aceh ke Bandung ini mampu menyelesaikan tujuh jam untuk satu kapal,” tuturnya.

Prestasi yang diukir tiga siswa tersebut tentunya membawa nama harum Pemko Lhokseumawe. Tetapi dari pengakuan polos bocah sekolah dasar ini, perhatian pihak Pemko Lhokseumawe belum ada sama sekali. Padahal jadwal keberangkatan sudah didepan mata. Bahkan pada saat menjadi pemenang tingkat Pemko Lhokseumawe pun mereka mengaku tidak pernah mendapatkan apapun.

“Pada saat menjadi juara tingkat Kota Lhokseumawe, kami tidak mendapat apapun, baik dana pembinaan, sertifikat atau piala saja kami tidak dapat,” lirih M. Razafi dengan nada polos.[mbo]

About these ads
No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,221 other followers

%d bloggers like this: