UN Bisa Jadi Mengerdilkan Pendidikan

2009 November 14
by SAMAN UI

Pelaksanaan dua kali ujian nasional (UN) pada 2010 bukan merupakan terobosan brilian oleh menteri baru, karena tidak akan meningkatkan mutu UN seperti yang diharapkan.

”Itu tidak ada relevansinya. Kalau anak sakit dan gagal UN, itu pun bisa terjadi pada saat UN ulangan. Ini hanya jadi alternatif agar semua siswa lulus UN dan senang,” kata Ketua Lembaga Advokasi Pendidikan, Dan Santriana di Bandung, Jumat (13/11).

Menurut Dan, sebenarnya tidak masalah UN dilaksanakan selama tidak dijadikan sebagai satu-satunya tolok ukur kelulusan siswa. Ketika dijadikan satu-satunya tolok ukur, dampaknya akan terjadi pengerdilan pembelajaran karena tiga bulan menjelang UN, pembelajaran di sekolah berubah menjadi belajar intensif dengan mengutamakan hafalan.

Keputusan menyelenggarakan UN dua kali dalam setahun, kata Dan, terkesan promasyarakat karena mewadahi masukan mereka. Namun, keputusan pemerintah untuk tidak mengkaji kembali tentang UN bahkan menyelenggarakannya dua kali dalam satu tahun pelajaran, mengabaikan kelompok masyarakat yang menggugat UN dan keputusan pengadilan tinggi
(PT) Jakarta Pusat.

Keputusan PT Jakarta Pusat sebenarnya selaras dengan program pemerintah. ”Intinya keputusan tersebut mengharuskan pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan secara merata sebelum UN dijadikan satu-satunya tolok ukur kelulusan,” ujarnya. | pikiran-rakyat

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS