Skip to content

IAIN Ar-Raniry Tingkatkan Kerjasama dengan ASEAN

19 November, 2009

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry berupaya meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dengan negara-negara di Asean sehingga pelajarnya bisa kuliah di perguruan tinggi negeri Islam tertua di provinsi Aceh itu.

“Kita terus menjalin kerjasama dengan universitas di negara-negara ASEAN agar pelajarnya bisa melanjutkan pendidikannya ke IAIN Ar-Raniry masa mendatang,” kata rektor IAIN Ar-Raniry, Farid Wajdi Ibrahim, di Banda Aceh, siang ini.

Disebutkan, sekarang ini lebih dari 200 dari 7.000 orang mahasiswa IAIN Ar-Raniry berasal dari beberapa negara di Asean, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina, bahkan ada yang berasal dari Turki.

Warga negara asing yang kuliah di perguruan tinggi Islam negeri itu lebih banyak menyambil program strata-1 (S-1) dan ada juga yang menjadi peserta program pascasarjana (S-2).

Untuk meningkatkan minat mahasiswa asing kuliah di perguruan tinggi ini, IAIN Ar-Raniry memberi informasi kepada calon mahasiswa negara-negara Asean mengenai berbagai perkembangan pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.

“Selain itu, testing calon mahasiswa baru asal luar negeri bisa dilakukan di negara masing-masing melalui kerjasama dengan perguruan tinggi setempat,” ujarnya.

Dikatakan, semakin banyaknya mahasiswa asing yang ingin menimba ilmu pengetahuan di IAIN Ar-Raniry ini, membuktikan bahwa kredibilitas perguruan tinggi Islam di Aceh semakin baik dan diakui dunia internasional. Jauh sebelumnya, sekitar tahun 60-an juga ada warga Malaysia yang kuliah di IAIN Ar-Raniry. Sarjana lulusan perguruan tinggi yang menobatkan nama ulama besar Syekh Nurudin Ar-Raniry itu sudah banyak di Malaysia.

Pada masa Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi menjabat Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia, sekitar tahun 90-an, jumlah warga Malaysia yang mengikuti pendidikan di IAIN Ar-Raniry mencapai 200-an orang.

“Sekitar tahun 80-an juga banyak warga Malaysia yang mengikuti pendidikan di IAIN Ar-Raniry, namun saat konflik Aceh memuncak jumlah mereka yang kuliah di Aceh berkurang drastis,” katanya.

Kini, setelah kesepakatan damai (MoU) ditandatangani pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), keinginan masyarakat luar negeri terutama dari Malaysia mengikuti pendidikan di Aceh bertambah, terutama di IAIN Ar-Raniry.

Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Aceh, IAIN Ar-Raniry mengirim tenaga dosen untuk memperdalam pengetahuan tingkat magister dan doktor (S-2 dan S-3) di dalam dan luar negeri.

IAIN Ar-Raniry saat ini memiliki 17 orang guru besar/profesor dan 36 orang bergelar doktor, sekitar 300 orang lainnya masih bergelar S-2.

Perguruan tinggi ini sekarang terdapat lima fakultas, Syariah, Tarbiyah, Dakwah, Ushuluddin dan Fakultas Adab. IAIN juga membuka program pascasarjana S-2 dan S-3 bidang Fiqh Modern. | waspada

About these ads
No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,213 other followers

%d bloggers like this: