Skip to content

18 Mahasiswa Aceh Lulus Cum Laude di Luar Negeri

27 March, 2010

Sebanyak 18 dari 68 mahasiswa program S1, S2, dan S3 asal Aceh yang menerima beasiswa penuh ke luar negeri dari Pemerintah Aceh selama 2004-2007, dinyatakan untuk lulus kuliah dengan hasil yudisium cum laude (dengan pujian). Ketua Komisi Beasiswa Aceh (KBA), Dr Qismullah Yusuf MA menilai hal itu sebagai prestasi yang amat menggembirakan bagi dunia pendidikan di Aceh.

“Berarti, ada sepertiga dari 68 mahasiswa Aceh yang belajar di luar negeri dengan beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh yang meraih predikat cum laude. Ini jelas membanggakan kita, apalagi mahasiswa Aceh itu belajar di universitas-universitas ternama di Australia, Inggris, Taiwan, Malaysia, Sudan, dan Mesir,” ujar Qismullah kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (25/3).

Suatu hal lagi yang menggembirakan, ujar Qismullah, ke-18 mahasiswa tersebut meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,60 ke atas. Malah salah seorang di antaranya, Zamarkasyi Hasballah, mencapai IPK 3,92 sehingga nilai yudisiumnya dinyatakan summa cum laude (dengan pujian tertinggi) di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia. Ia menyelesaikan studinya dalam tempo 1,5 tahun pada jenjang magister (S2). Kini, di universitas yang sama, Zamarkasyi sedang melanjutkan program doktoral (S3).

Adapun 17 orang lagi yang meraih predikat cum laude adalah Fadhliadi Ubit, Nanda Riska, Teuku Azma Putra, Munirul Ula, Ima Dwitawati, Risma Rita, Azman Muammar, Nurdin, Ramzi Arriman, Fahmi Abduh, Aiyub Berdan, Munira Hasballah, Husna Abdusalamsyah, Wiwit Artika, Mukhlis Hasballah, Mukhsin Abdussalam, dan Zulkhairi.

Ketujubelas mahasiswa beasiswa penuh itu menamatkan kuliah dalam waktu 18 bulan hingga tiga tahun. Dua orang di antaranya malah tamat di Hafiz 30 Juz University pada Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. “Tujuh orang dari mereka sudah diangkat menjadi PNS, sedangkan sisanya melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. Nah, kepada mereka yang berprestasi dan meraih nilai cum laude itu, rencananya Gubernur Irwandi Yusuf akan memberi surat penghargaan kepada sekolah asalnya dan sedang kita jadwalkan hari penyerahannya,” ujar Qismullah yang juga dosen FKIP Univesitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Menurut Qismullah, 18 mahasiswa berprestasi itu separuhnya merupakan lulusan SMA Modal Bangsa dan MAS Ruhul Islam Anak Bangsa. Jadi, sudah selayaknya Gubernur Aceh memberi penghargaan kepada dua sekolah yang dinaungi departemen berbeda itu, karena banyak melahirkan siswa yang meraih predikat cum laude.

Gubernur menginginkan, kata Qismullah, anak-anak Aceh yang prestatif itu bisa menjadi motivator bagi anak-anak Aceh lainnya agar terus rajin belajar. Di sisi lain hendaknya juga dapat memicu kepala sekolah dan dinas terkait untuk semakin meningkatkan mutu sekolah mereka. Sebab, 18 orang Aceh yang meraih cum laude ini bisa jadi seperti sekarang tidak terlepas dari didikan guru di sekolah mereka dulunya. Ia juga mengimbau, jika ada anak Aceh lainnya yang belum mendapat beasiswa tapi lulus cum laude, agar mengirimkan permohonan kepada Gubernur Aceh untuk mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh dengan syarat TOEFL bahasa Inggrisnya minimal 500. Bagi mereka yang mendapat beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh, kata Qismullah, akan mendapatkan uang kuliah, tiket pergi dan pulang, biaya hidup, biaya buku, serta asuransi sampai tamat dengan rentang waktu maksimum dua tahun.

Tak mesti pintar
Sementara itu, Nanda Riska (23), salah satu dari 18 putra-putri Aceh peraih predikat cum laude yang menyelesaikan S2-nya dalam tempo setahun di University Glasgow, Inggris, mengatakan kepada Serambi kemarin bahwa untuk bisa meraih nilai yudisium cum laude di luar negeri, tidak mesti pintar. Tapi sebagai mahasiswa, menurutnya, kita harus rajin mem-follow up presentasi dosen, rajin mencari buku atau referensi terkait, dan yang terpenting adalah harus punya target untuk bisa meraih nilai terbaik.

“Jangan punya prinsip asal sudah dapat nilai segitu ya segitulah, yang penting selesai. Jika kita punya prinsip seperti itu, maka kita tidak akan bisa maju dibanding mahasiswa lainnya. Di luar negeri mahasiswa asinglah yang sering punya nilai lebih ketimbang mahasiswa asal negara itu,” ungkap Nanda Riska, anak sulung Dr Bukhari Daud, Bupati Aceh Besar. | serambinews

About these ads
2 Comments leave one →
  1. 7 April, 2010 21:00

    Menarik posting2 anda. kunjungi aku juga ya 14:00

  2. 3 April, 2011 02:02

    Hai. .bwt pmrntah aceh,sya ingin tnya apa2 sja syarat biar bisa dapat beasiswa kuliah d luar negeri,krn sya ingin sekali kuliah disana,dan skrg sya masih sekolah ,kls 2 SMA bunga bangsa

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,214 other followers

%d bloggers like this: