Skip to content

Peci Aceh Akan Dipatenkan

20 July, 2010
peci aceh

Ilustrasi: kaskus archive

Peci atau kopiah merupakan salah satu produk unggulan Aceh. Namun sayang, hingga kini peci Aceh belum memiliki hak paten sehingga berisiko dicuri oleh daerah lain. Menyikapi hal itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh berniat untuk mengurus hak paten tersebut.

“Dekranasda Aceh akan segera mengurus hak paten untuk melindungi peci Aceh dari kemungkinan dinyatakan sebagai milik daerah atau negara lain,” kata Darwati A Gani saat mengunjungi pengrajin peci Aceh di Desa Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (17/7).

Aceh menurutnya akan mengalami kerugian besar jika sampai peci atau kopiah Aceh tersebut diklaim sebagai milik daerah atau negara lain. Darwati mengatakan hal itu untuk merespon pernyataan Ketua Dekranasda Aceh Besar, Maslaila Bukhari Daud, yang mengatakan kalau peci Aceh perlu segera dipatenkan. “Jika langkah perlindungan ini tidak segera diurus, dikhawatirkan produk unggulan Aceh dengan motif dan desain khas Aceh yang indah ini akan diklaim sebagai produk daerah atau negara lain,” ucap Maslaila.

Bantuan bahan baku
Sementara itu, untuk memberi dukungan kepada pengrajin agar terus memproduksi peci berkualitas dalam jumlah besar, Dekranasda Aceh kemarin menyerahkan bantuan berupa bahan baku pembuatan peci untuk kelompok pengrajin dengan nilai mencapai Rp 10 juta. Bantuan bahan baku dalam jumlah yang sama juga diberikan kepada pengrajin bordir di Desa Lambaro Skeep, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kelompok pengrajin peci di Desa Lam Asan, Aceh Besar, yang mendapat bantuan ini menyambut baik rencana Dekranasda Aceh menguruskan hak paten peci Aceh. Kelompok ini terdiri dari 25 pengrajin wanita yang bekerja di rumah masing-masing. “Setiap hari maksimal kami bisa memproduksi 500 peci berkualitas standar. Harga peci berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 50.000. Untuk masalah pemasaran sudah menjanjikan dengan permintaan tetap dari toko-toko souvenir di Aceh Besar dan Banda Aceh. Dekranasda juga membantu mencarikan pembeli, produk kami juga ditempatkan di showroom Dekranasda Aceh,” kata Nana Mardiana, Ketua Kelompok Pengrajin Peci Desa Lam Asan. | serambinews

About these ads
No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,221 other followers

%d bloggers like this: