SAMAN UI merupakan kepanjangan dari Silaturahim Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam. Awal mula keberadaan komunitas mahasiswa Aceh di UI ini berawal keinginan dari sejumlah mahasiswa UI asal Aceh untuk senantiasa bersilaturahim dengan sesama mereka baik yang sedang kuliah atau pernah berkuliah di UI sehingga tumbuh rasa persaudaraan yang kuat. Visi strategis SAMAN UI adalah menciptakan kesinambungan dan kebermanfaatan persaudaraan dalam rangka mendukung pembangunan SDM Aceh menuju ke arah yang lebih bermartabat di masa depan.
Inisiasi SAMAN UI digagas sebelumnya oleh Azman Muammar (FT’01), Frenki Putra (FT’01), Suryawati (MIPA’00) dan Rina Suryani (FIK’01). Ide awalnya hanya ingin berkenalan dengan sesama mahasiswa UI asal Aceh tetapi apa hendak dikata betapa terkejutnya ketika dilakukan pendataan ternyata jumlah mahasiswa asal Aceh sangat sedikit di UI, tidak lebih dari 20 orang (data 2001). Berbeda hal nya seperti komunitas daerah lain yg sudah dulu ada di UI, maka ada keinginan yang mendalam supaya UI juga bisa dinikmati oleh segenap anak-anak Aceh yang lain. Selama lebih kurang 2 tahun hanya bertahan dengan keanggotaan yang itu-itu saja, namun dengan keterbatasan SDM, SAMAN UI berupaya menyebar-kan setiap info yang berkaitan dengan UI ke sekolah di Aceh. Akhirnya mulai tahun 2003 sudah bertambah lebih banyak mahasiswa asal SMU di Aceh yang lulus ke UI, walaupun hanya bertambah menjadi 10 orang sesuai dengan pendataan yang dilakukan pada waktu itu. Pada saat itu pula belum ada nama khusus untuk komunitas mahasiswa Aceh di UI sehingga pihak luar hanya mengenal mahasiswa Aceh dari individu-individunya.
Sejak dulu memang mahasiswa Aceh sudah dikenal karena mudah bergaul dan aktif di kegiatan kemahasiswaan UI. Hingga Saat ini tercatat beberapa putra Aceh yang memegang lembaga strategis di kampus, diantaranya mantan Ketua Umum SAMAN UI yakni Azman Muammar tercatat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2005-2006, selain itu prestasi akademis mahasiswa Aceh di UI juga tidak kalah bersaing dengan mahasiswa lainnya.
Bertambah banyaknya jumlah mahasiswa Aceh di UI akhirnya membuat beberapa orang penggagas komunitas mahasiswa Aceh di UI mengadakan pertemuan perdana untuk saling bersilaturahim dan meresmikan nama komunitas mahasiswa Aceh di UI. Akhirnya diadakan pertemuan pada bulan Oktober 2003 yang bertempat di Asrama UI dan mengundang segenap mahasiswa asal Aceh yang kuliah di UI. Pertemuan ini adalah pertemuan resmi perdana yang melengkapi pertemuan-pertemuan informal diantara para penggagas (Azman, Frenki, Suryawati, Okta). Peserta yang hadir berjumlah 20 orang dan turut dihadiri pula oleh Bapak Jamil, Dosen FKUI yang juga kelahiran Aceh sebagai pemberi nasihat selaku orang tua. Acara berlangsung dengan suasana keakraban yang kental dan mampu membangkitkan semangat akan membangun Aceh ke arah yang lebih baik dengan meningkatkan kualitas diri selama menuntut ilmu di Jakarta (Depok, -red).
Pada pertemuan perdana tersebut juga berlangsung rapat kerja (duek pakat) membahas tentang organisasi dan segala kelengkapan awalnya mengingat kesempatan tersebut langka dan mendesak. Akhirnya setelah melalui rapat dan penentuan keputusan, ditetapkan nama SAMAN UI sebagai inisial komunitas mahasiswa Aceh di UI dari beberapa nama yang diusulkan peserta forum dan dipilihlah sdr. Heru (FE’01) menjadi Ketua Umum menggantikan sdr. Azman yang selama prosesnya menjadi ketua merangkap koordinator persiapan pembentukan komunitas mahasiswa Aceh UI sejak digagas pada tahun 2001. Sejak pertemuan tersebut (Oktober 2003, -red) maka mulailah SAMAN UI mengadakan kegiatan-kegiatan sederhana. Suasana persaudaraan dan saling membutuhkan sebagai sesama mahasiswa Aceh semakin terasa ketika musibah gempa dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam tercinta pada tepatnya pada tanggal 26 Desember akhir tahun 2004. Sedih tak terkatakan namun tak dapat ditolak bahwa itu adalah cobaan kesabaran bagi kita semua. Semua kami berduka, tidak ada yang tidak mendapat musibah di kampung halaman tercinta baik itu orang tua, keluarga atau saudara. (AM)



























6 February, 2009 at 17:57 |
salam kenaal………..
saya FT’04……… boleh gabung kan?? ^__^
7 April, 2009 at 15:22 |
wah seru bgt ceritanya,,,,ada saman ui,,,,,
8 May, 2009 at 07:43 |
Alhamdulillah…. Tanpa disadari eksistensi orhganisasi aneuk2 Aceh di luar nanggroe, khususnya di UI masih tetap ada.
Kalau tidak salah dulu dipenghujung abad ke-20, mahasiswa Aceh UI pun pernah membuat organisasi serupa (Henry FT ‘96 sebagai pucuk pimpinannya, namun memang masih terbilang dalam hitungan jari tangan.
Organisasi ini semakin samar ketika semakin sedikit keanggotaannya dan kesibukan masing2 dalam menghadapi ujian skripsi.
Semoga SAMAN UI tetap eksis hingga selamanya dan terima kasih atas situs ini sebagai penyambung informasi.
Salam,
FS ‘95 & FH’99 + Penghuni Pelopor Asrama UI
8 May, 2009 at 16:18 |
Alhamdulillah.. Ternyata Anggota SAMAN UI makin bertambah banyak ya..!!
Semoga SAMAN UI ttp kkompak & trs tingkatkan Citra Eksistensinya baik dlm lingkup UI maupun Msyrkt Aceh pd umumnya. Amieen……..
Saleum,
FT’01
8 May, 2009 at 16:44 |
Wah, selamat datang nih parah endatu di Blog SAMAN UI