Skip to content

Kongres Partai SIRA

14 December, 2007

Kongres Partai SIRA yang berlangsung di Wisma Bintara Pineung Banda Aceh akhirnya berlangsung ricuh saat membahas agenda AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga). Tak hanya itu, adu fisik pun hampir terjadi dalam kericuhan kongres tersebut antara Muhammad MTA Ketua Humas SIRA dengan M Taufik Abda Ketua Pengurus Harian SIRA.

Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB siang tersebut berawal dari teriakan para peserta kongres untuk minta bicara kepada pimpinan sidang tepat pada saat pembahasan anggaran dasar tugas dan kewenangan dari majelis tinggi Partai SIRA.

Muhammad MTA yang juga ketua panitia kongres menilai penolakan tersebut tindakan reaksioner dan bentuk pengekangan hak-hak partai. Tidak adanya sikap tegas presidium sidang dinilai sebagai bentuk keberpihakan panitia pengarah kongres. Melihat kondisi tidak bersahabat itu, ruangan sidang mulai memanas.

Berbagai suara mengucur dari mulut para peserta, sehingga membuat ruangan sidang riuh. Tidak hanya itu, adu argumen peserta dan panitia juga tidak terhindarkan. Sehingga aksi walkout ketua sidang dan para peserta sidang pun terjadi. Sidang yang tertunda sampai sore hari, akhirnya didatangi oleh Ketua Presidium SIRA Muhammad Nazar langsung menuju arena kongres. “Tidak ada kericuhan. Yang ada hanya perdebatan alot. Ini biasa dalam sebuah forum,” kata Wakil Gubernur NAD itu diplomatis.

Informasi lain yang beredar seputar Kongres Partai SIRA tersebut adalah tentang Muhammad MTA Ketua Humas SIRA yang mengundurkan diri dari kepengurusan SIRA. Sejumlah peserta kongres menyesalkan peristiwa tersebut. Seharusnya, kericuhan dua pentolan SIRA itu tidak semestinya terjadi.[mod/red]

Sumber foto : http://sirareferendum.org/

2 Comments leave one →
  1. 15 December, 2007 13:19

    Insya Allah, hasil ini adalah hasil terbaik untuk rakyat Aceh. Berbeda pendapat boleh asalkan silaturahmi tetap terjaga. Hati boleh panas tapi kepala tetap dingin. Semoga SIRA memberikan yang tebaik buat rakyat Aceh. Membela orang yang dizolimi dan lemah. Selalu banyak bekerja sedikit bicara. Banyak implementasi dibanding berwacana. Insya Allah, Naggroe Aceh Darussalam yang dilimpahi rahmat oleh Allah akan jaya selalu.

    Saleum

  2. everdeka permalink
    18 September, 2008 22:17

    dalam sebuah pertemuan antara para kader-kader demokrasi hal perbedaan pendapat adalah hal biasa dan wajar.
    tentang kejadian itu tak perlu ada tanggapan yang dilebih-lebihkan… semua wajar saja..
    MTA dan ABDA adalah sama-sama bagian dari tubuh yang bernama SIRA.
    dan mereka akan dan terus BERJUANG demi daulat dan marwah Acheh…

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: