Skip to content

Tolak UMB 2009

30 May, 2008

Oleh : Aulia Fitri*

Ujian Masuk Bersama (UMB) yang kini melejit bagai debu yang diterpa angin di padang pasir yang luas. Isu demi isu yang semakin bergelar, akhirnya datang juga wujud nyatanya di permukaan segenap siswa/siswi SMA dari berbagai pelosok, mulai daerah barat nusantara Sabang sampai Merauke.

Kebingungan dengan berbagai pertanyaan dan tanda tanya bahkan melanda putra-putri bangsa tercinta ini serta pihak orang tua, hal ini bisa dilihat dari banyaknya peminat dan pengunjung dunia maya (internet) yang mencari informasi kevalidan mengenai berita UMB 2008.

UMB yang dipelopori oleh lima universitas ini (baca postingan sebelumnya ini), ternyata tidak “seindah” yang dibayangkan pada saat sosialisasi di lapangan. Hal ini mencuat ketika beberapa rekan dari mahasiswa mencoba untuk turun ke lokasi dimana pendaftaran UMB di buka khususnya wilayah Jakarta.

Bila anda mahasiswa UI yang sering membaca berbagai media online seperti anakUI.com, tentu berbagai diskusi terbuka disana cukup memberikan informasi yang beraneka ragam. Berita terakhir yang saya lihat beberapa saat ini adalah menguaknya isu tentang UMB yang tidak seheboh di sosialisasikan.

Berikut ini, beberapa kutipan yang saya ambil dari berita yang ditulis oleh Redaktur Koran Kampus, Muhammad H Hilman yang mengaku sendiri turun langsung ke TKP di loket pendaftaran Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam 2 hari ini.

…………………. Betapapun “mulianya” alasan di balik penyelenggaraan UMB, saya ingin menggarisbawahi satu hal, SOSIALISASI. Hal inilah yang menjadi kecacatan pertama, sekeras apapun usaha rektorat dan (bahkan) didukung oleh mahasiswa dalam melakukan sosialisasi (HP penulis bahkan sempat menerima Boom SMS dari anak-anak SMA yang berkenaan dengan UMB dalam satu waktu), informasi terkait UMB ini tidak bisa terdistribusi secara baik karena satu hal, Kurang Optimalnya Sosialisasi Yang Dilakukan Rektorat UI dan 4 Universitas.

Sebenarnya hal seperti ini adalah wajar-wajar saja, bila dikemukan untuk diketahui oleh publik. Karena masyarakat pada khususnya para siswa berhak untuk mengetahuinya. Namun, satu hal yang dipaparkan di atas menimbulkan sebuah reaksi dimana dengan nasib UMB 2009 nantinya.

Sehingga tidak dapat berkilah bila tahun depan UMB 2009 akan ditolak mentah-mentah oleh kalangan mahasiswa itu sendiri maupun kalangan pemerhati pendidikan lainnya. Meskipun demikian, ini hanya prediksi saja. Belum tentu bisa jadi kenyataan yang bisa melebar ke berbagai sektor lainnya. Baik itu tentang profesionalitas dari panitia bahkan layanan yang diberikan.

Sebuah petikan lainnya, yang saya kutip ternyata lebih keras lagi. Dimana pernyataan sikap seperti ini patut untuk diperhitungkan oleh kalangan mahasiswa yang lain:

SUDAHLAH AKUI SAJA BAHWA PENYELENGGARAAN UMB 2008 INI HANYA DIDASARKAN ATAS EGOISME BELAKA, DAN JANGAN PERNAH ADA LAGI UMB-UMB YANG LAIN YANG HANYA MENYENGSARAKAN CALON MAHASISWA BARU.

Begitulah tulisan terakhir yang dimuat oleh saudara Hilman pada berita yang diberi judul dengan “Catatan Hitam Penyelenggaraan Ujian Masuk Bersama (UMB) 2008: Panitia UMB 2008 Tidak Profesional!”, lebih lengkapnya bisa anda baca di sini.

Tulisan ini adalah sebagai bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang merasa bertanggung jawab dalam UMB 2008 ini. Semoga kata “Tolak UMB 2009″ tidak menjadi fakta yang menjadi realita di lapangan nantinya.

*) Steering Committee SAMAN UI

48 Comments leave one →
  1. 16 April, 2009 12:11

    UMB 2009 sepertinya akan diadakan kembali. Bisa di cek di situs penerimaan UMB PTN 2009

  2. dr_gie permalink
    18 April, 2009 11:34

    kita liat aja nanti

    apakah semua opini diatas
    bisa dibuktikan

  3. Antha permalink
    25 April, 2009 08:22

    Mau ada bocoran, mau apa kek…
    yg penting lulus masuk PTN…
    hahaha

  4. raihana permalink
    26 April, 2009 11:24

    sebel neh sama yang namanya nepotisme di perkuliahan.
    aneh,,kalau nepotisme dibiarkan merajalela,,dah ancur deh pendidikan indonesia.

    kenapa gak kayak di amrik aja mempelajari apa yang dibutuhkan untuk sdm nya langsung?

  5. dEasy permalink
    27 April, 2009 16:39

    yah, kayaK nya uTk caRi pendidiKan di IndoNesia maKin diPerumit.
    emang, kasian bGet La nasiB rakyaT indoNesia.
    keG qita” ni.
    setiap tahun, sisteM pendidikan nya beruBah” terus,
    nggak konsisten.
    dan kasiannya lagi, bukan beruBah menuju aRah yg lebih baik. tapi, makin bobrok.
    enggak tau Lah siaPa yg harus disalahkan dlm hal ini, selain ‘Pemerintah’…

    tuL g’ temen2…

    Untuk semua yG klas 3sma tahun ini.

  6. putra permalink
    12 May, 2009 18:56

    bener tuh,,,deasy…

    i agree with u????

    nth gmn p’ bambang sudibyo ni????

  7. FiYa permalink
    24 May, 2009 07:34

    mau nanya nih, klo biaya hidup untuk mahasiswa kedokteran UI per bulan kira2 brp ya?
    Lg survey2…
    Mksh

    • 25 May, 2009 15:27

      tergantung pola hidup si mahasiswa juga mba, rate standar kehidupan mahasiswa/i tidak bisa dilihat dari satu sisi saja 🙂

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: