Skip to content

Unsyiah Siap Cegah Kecurangan SNMPTN

1 July, 2008

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Darni M. Daud menyebutkan telah menyiapkan 1.250 petugas untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi berbagai kecurangan pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang digelar mulai 2 Juli mendatang.

“Para petugas yang dilengkapi sarana komunikasi khusus itu dipastikan akan mendeteksi setiap bentuk kecurangan dalam pelaksanaan ujian, termasuk kemungkinan adanya ‘gacok/joki’ atau aksi penjualan soal ujian dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” katanya kepada pers di Banda Aceh, Senin.

Sistem pengamanan tertutup itu melibatkan anggota dari beberapa institusi terkait, termasuk aparat kepolisian berpakaian preman (sipil) serta tidak dipersenjatai, sehingga calon mahasiswa dapat mengikuti ujian tulis dengan tenang, tertib serta bebas dari berbagai bentuk gangguan.

“Yang jelas, pengamanan untuk pelaksanaan SNMPTN 2008 sudah menjadi ketentuan baku secara nasional,” katanya.

Pada 2008, Unsyiah menerima 4.134 orang untuk 44 program studi, sedangkan 2007 sebanyak 3.548 orang dengan 38 program studi. Program studi yang bertambah tahun ini meliputi pendidikan geografi, PGSD, Psikologi, ilmu politik, komunikasi dan program studi sosiologi.

Rektor Darni M. Daud menyebutkan, dari 4.134 orang yang diterima tahun ini, 3.075 kursi diantara diperebutkan melalui jalur SNMPTN, sedangkan 1.059 orang diterima melalui program undangan seleksi masuk universitas (USMU).

Dari 12.777 formulir SNMPTN yang berhasil dijual panitia lokal Unsyiah tahun ini hanya 12.590 lembar yang mengembalikan, terdiri atas kelompok IPA 2.611, IPS 1.727 lembar dan IPC 8.252 lembar, sedangkan Unimal Lhokseumawe menjual 2.547 lembar, 44 tidak dikembalikan.

“Untuk tenaga pengawasan SNMPTN, kita juga memanfaatkan sejumlah guru senior dari sejumlah sekolah di Banda Aceh,” katanya.

Panitia lokal SNMPTN Unsyiah telah menyediakan beberapa unit posko kesehatan dilengkapi mobil ambulan serta tenaga dokter di setiap lokasi ujian, guna melayani kemungkinan diantara peserta yang sakit akan terlayani secara cepat, mulai hari pertama dan kedua ujian.

“Kami juga menyediakan kendaraan dan siap dihantar ke lokasinya masing-masing jika ada peserta yang kesulitan menemukan lokasi ujian. Kalau memang ada yang kesulitan menemukan lokasi ujian dapat mengikutinya di tempat lain yang telah ditentukan,” demikian Darni M. Daud.[waspada]

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: