Skip to content

SHE LAGEE Tampil di Jakarta

4 July, 2008

Selama konflik bersenjata terjadi di Aceh beberapa tahun lalu, dampak nyata yang terjadi adalah terpecah belahnya kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan.

Selama bertahun-tahun antara satu kampong dengan kampong lainnya yang berdekatan bahkan bisa tertutup sama sekali dalam beberapa waktu. Kunjungan kekeluargaan bisa terhenti, apalagi kegiatan berkumpul dan berkesenian.

Oleh karena itu keadaan damai sekarang ini adalah kesempatan yang paling berharga untuk kembali menghidupkan kegiatan berkesenian yang sejak dulu kala telah menjadi inti dari kehidupan suatu kampong atau kegiatan antar kampong. Di Aceh hampir semua jenis kegiatan kesenian bersifat dipertandingkan (aceh;tunang).

***

Proyek pertunjukan di Jakarta ini merupakan proyek tahap pertama di tahun ini dan akan berlanjut selama dua tahun mendatang dengan melibatkan kampong-kampung yang belum terlibat pada tahun ini.

She artinya geser, atau menggeser, maknanya adalah bergeser untuk memberi tempat bagi orang lain, agar sama sama kita bisa mendapatkan tempat dalam harmoni kehidupan. Juga bisa berarti transformasi dan regenerasi.

Tujuannya adalah agar semua orang mendapatkan tempat yang sama dan sederajat dalam ranah kehidupan. Demikianlah kami mengartikan proses perdamaian adalah proses saling memberi tempat bagi setiap orang untuk memacu kreatifitasnya secara sederajat baik anak, laki dan perempuan, tua dan muda. Sedangkan Lagee artinya gaya, atau ragam.

Jadi she lage adalah gaya atau bentuk tari yang memberi penekananan pada gerak menggeser. Karya tari ini berbentuk karya teater tari kontemporer dengan menggunakan gerak dan unsur tari dan musik tradisi sebagai materi gerak tubuh, serta kehidupan kampung dengan gunung dan laut sebagai atmosfir spiritualitas. Karya ini dikoreografikan oleh Asnawi Abdullah, alumni Jurusan Tari IKJ.

Dalam karya ini kami juga akan membawa dan menggunakan sebuah alat musik tabuh rapai yang telah berusia lebih dari dua abad. yang masih dirawat dan dikramatkan oleh kelompok musik rapai dua blah, di desa Palibungan (perlindungan) sebagai ikon pertunjukan.

Rapai ini bernama rapai cebrek. Karena ia dibuat dari pohon yang bernama cebrek, sebuah pohon yang kini sudah tak ditemui lagi di Aceh Barat. Dulunya pohon cebrek tumbuh di sebuah gunung yang bernama gunung pinto angen (pintu Angin) namun kini gunung tersebut telah menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet. Seorang pewaris terakhir dari rapai ini juga terlibat dalam pertunjukan.

Rencana Kegiatan di Jakarta

  1. Kenduri Rapai syech dua blah di Kampung Palindungan, Aceh Barat. 25 Juli 2008.
  2. Peserta akan Tiba di Jakarta pada tanggal 4 Juli, dan pulang tanggal 12 Juli 2008.
  3. Geladi Resik dan pertunjukan apresiasi buat pelajar DKI Jakarta. 7 Juli 2008 – Pukul 20.00 WIB.
  4. Pertunjukan di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki tanggal 8-9 Juli 2008 – Pukul 20.00 WIB.
  5. Silaturahmi dengan Rektor IKJ
  6. Silaturahmi dengan Teater Koma untuk mendapatkan pengalaman bagaimana Teater Koma mengelola kehidupan kesenian mereka,
  7. Juga akan mengadakan dialog dengan Forum Apresiasi Seni agar kami dapat mengetahui perkembangan kesenian Aceh di Jakarta serta bagaimana wujud pengelolaan kesenian di Jakarta ini.

Informasi lebih lanjut hubungi T. Aidal (0813 6080 9096) atau email ke shilagee@gmail.com. Tersedia tiket dengan Rp 30.000,- Rp 50.000,- dan Rp 75.000,-.

One Comment leave one →
  1. 7 July, 2008 11:52

    Dear Colleagues,
    You are warmly invited to Aceh Contemporary Dance Theater Performance for Peace presented by Komunitas Seni Damee Meulaboh and Local NGO SUNSPIRIT for justice and peace from Aceh.

    Titel of the performance : SHE LAGEE, give space for peace
    Coreografer: Asnawi Abdullah
    Actor-actris: 40 persons from 20 rural conflict affected communities in West Aceh
    Time: 8 & 9 July 2008, 20 pm
    Venue: Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

    SHE is Acehnese word for move, shift, to give space for others. LAGEE is style, attitude, way of being.
    SHE LAGEE promotes new styleof co-existence, to give space for harmony in life, to give space for peace.
    We will also bring a two centuries old Rapai Cebrek, Acehnese music instrument in the performance.
    We, old, and young, man and women from Meulaboh will offer you a contemporer dance theater in style and spirit of SHE LAGEE

    Ticket:
    Rp. 30.000, Rp. 50.000, Rp. 75.000, RP. 150.000
    Info:
    Aidal : 081360809096 or shilagee@gmail.com

    For more information regarding concept note of the program and its context as peace building through cultural initiatives, please visit http://forjusticeandpeace.wordpress.com

    Please disseminate this invitation to other colleagues!

    Thank you

    Cypri Jehan Paju Dale
    SUNSPIRIT for justice and peace
    -National Coordinator-
    Phone/Fax: 021 4…
    Mobile : 085277182123
    Email : forjusticeandpeace@gmail.com

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: