Skip to content

Jaringan Narkoba Harus Putus

14 July, 2008

Seluruh sekolah di Aceh Utara, khususnya sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) harus bebas narkoba. Untuk itu, jaringan peredaran narkoba di sekolah-sekolah harus diputus. Karena, intensitas peredaran narkoba di tingkat pelajar semakin tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara M Jamil kepada MedanBisnis, Jumat (11/7) di Lhokseumawe. “Mata rantai jaringan narkoba di sekolah-sekolah harus diputus, oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat penting memutus hal tersebut.

Selama ini kita sudah instruksikan kepada semua guru, terutama terkait masalah penyelamatan siswa dari narkoba. Konon lagi narkoba jenis ganja di Aceh sangat mudah didapatkan, padahal ketika dikonsumsi sangat membahayakan bagi masa depan siswa,” katanya.

Menurut Jamil, tindakan konkrit bagi pelajar terutama tingkat SLTA di Aceh Utara seperti pendidikan akhlak dan pemahaman terhadap bahaya narkoba perlu dilakukan. Karena dengan kekuatan iman dan moral dianggap efektif untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di tengah-tengah pelajar.

”Selain itu, para guru juga harus memantau terus, namun tugas guru kan terbatas saat anak-anak murid sedang sekolah, di luar itu sudah menjadi tanggungjawab orang tua,” paparnya.

Sementara itu di tempat terpisah beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Aceh Utara Syarifuddin ketika ditemui MedanBisnis mengaku tingkat peredaran narkoba untuk kalangan pelajar intensitasnya mulai tinggi. “Bahkan diperkirakan sekitar 20 persen hingga 25 persen pelajar Aceh Utara mulai konsumsi narkoba.

Angka ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu kita minta peran utama orang tua menyelamatkan anak-anaknya menjadi skala prioritas. Dan di sekolah para guru juga harus membimbing dan memberikan pencerahan positif tentang bahaya narkoba. Dan bila perlu pola merokok bagi anak-anak pelajar jika ketahuan harus diberi sanksi,” ungkapnya.

Ditempat terpisah anggota DPRK Aceh Utara Hari Azhar Nur mengingatkan kepada seluruh pejabat terkait terutama penegak hukum, agar tetap melakukan razia secara terus menerus. “Dan bila perlu pihak kepolisian harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan juga kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara untuk memberantas peredaran narkoba di kalangan pelajar,” katanya.

Satu hal, tutur Hari Azhar Nur, orang tua harus berperan dalam menyelamatkan anak-anaknya dari narkoba. “Selama ini pintu penyelamatan harus dimulai dari rumah, tentunya orang tua, setelah itu dari sekolah, baru dari lingkungan. Lingkungan tersebut akan cepat merubah tingkah laku anak-anak pelajar.

Makanya orang tua harus berperan. Jangan berharap dari sekolah saja. Karena informasi yang berkembang situasi peredaran narkoba untuk tingkat pelajar sudah sangat memprihatinkan,” paparnya.[mbo]

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: