Skip to content

PEMA USK & BEMA IAIN Ar Raniry Seru Keselamatan Aceh

22 July, 2008

Puluhan mahasiswa dari PEMA Unsyiah dan BEMA IAIN Ar Raniry melakukan unjuk rasa, Senin (21/7), dengan menyerukan penyelamatan Aceh dari berbagai hal yang dinilai selama ini bisa merusak kehidupan kemasyarakatan di Aceh.

Aksi unjuk rasa yang dimulai dari depan Masjid Raya Baiturraman sampai di Bundaran Simpang Lima, dengan membawak sejumlah sepanduk antara lain bertuliskan, “Akankah pemilu damai dan demokratis terwujud”, “Sudahkah hukum dan pemberantasan korupsi ditegakkan”, “Premanisme musuh demokrasi”, “Kapankah pendidikan akan di tegakkan”.

Para mahasiswa juga menuntut delapan visi pusat penyelamatan Aceh. Yakni, tegakkan Syariat Islam, wujudkan pemilu damai dan domokratis, tegakkan hukum dan berantas korupsi, selamatkan generasi muda Aceh, lahirkan pemimpin jujur dan amanah, bebaskan Aceh dari premanisme, tingkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan dan sejaterakan rakyat.

Setelah sampai di bundaran Simpang Lima, PEMA dan BEMA melakukan orasi dengan membagikan sejumlah stiker kepada pengendara sepeda motor dan pengendara mobil.

Koordinator Dedi Ahmad mengatakan syariat Islam di Aceh belum sepenuhnya di tegakkan, karena banyak dari istri pejabat yang masih melanggar syariat Islam.

Berada di Depan

“Kami mahasiswa Aceh bukan mahasiswa impoten, tetapi kami mahasiswa yang siap berada di depan di segala tuntutan masyarakat, sehingga masyarakat Aceh harus melihat ke depan, bahwa hari ini mahasiswa sepakat mengambil keputusan, mahasiswa total akan berada di depan dam mengawal Aceh ke masa depan,” ujar Dedi Ahmad.

Komponen mahasiswa Aceh mengharapkan Pemilu 2009 ini harus benar-benar dilaksanakan dengan bijak, dan betul-betul demokratis dan bebas dari intimidasi dari pihak lain. Mahasiswa juga mengharapkan agar lahir pemimpin yang jujur dan bisa memegang amanah dengan benar.

Aksi unjukrasa ini juga ditandai dengan papan nama oleh Presiden Unsyiah Hendra dan Presiden IAIN Ar Raniri Januar yang bertuliskan delapan visi pusat penyelamatan Aceh dan dilanjutkan dengan pelepasan merpati sebagai simbol perdamaian Aceh di bundaran Simpang Lima Banda Aceh.

Dikatakan, selaku mahasiswa akan berjuang terus untuk masyarakat, agar tidak terus menerus ditindas oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab dan bebaskan Aceh dari premanisme.

“Kami selaku mahasiswa mengharapkan kepada pemerintah Aceh agar meningkatkan kualitas pendidikan dan juga pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil sangat terbatas, dibandingakan dengan golongankaya atau pejabat,” ujar Presiden Pema Unsyiah, Hendra.

Dikatakan, dengan adanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu maka masyarakat akan sejahtera, dan mahasiswa juga mengharap agar dana pendidikan dapat disalurkan ke seluruh sekolah di Aceh, dengan adanya dana pendidikan tersebut, maka genersi muda Aceh akan terselamatkan.[analisa]

2 Comments leave one →
  1. Yanwar permalink
    12 October, 2008 17:59

    Assalamualaikum..wr wb
    Aceh adalah nanggre mulia, nanggroe nyang gepeudong le urueng mulia, maka nibak nyan, wajib ketanyoe banbandum untuk tajaga bangsa tueh.. lon tuan sebago aneuk rakyat aceh keneuk kheun bahwa pu nyan ka awak droeneuh peulaku buet nyang jroh that,,,rakyat aceh di meudoa ke awak gata mandum..semoga buet mulianyoe dilindungi buet Allah SWT.. amin..

    Panglima Wilayah Julok Raya.

  2. 15 October, 2008 14:04

    Teurimong geunaseh Panglima Wilayah atas kunjungan keuno.

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: