Skip to content

Sosialisasi Damai Lewat Safari Ramadhan

28 August, 2008

Sebanyak 40 mubaligh atau juru dakwah dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Rabu ( 27/8) berkumpul di Guess House Pendopo Gubernur Aceh. Mereka terlibat dalam diskusi panjang tentang agama dan kaitannya dengan perdamaian.

Para mubaligh ini adalah tenaga penceramah yang akan melakukan sosialisasi perdamaian lewat kegiatan Safari Ramadhan 1429 H yang mulai berlangsung 1 September nanti.

Pertemuan para mubaligh itu digagas oleh Badan Reintegrasi-Damai Aceh (BRA) bekerjasama dengan organisasi ulama di Aceh. Hadir dalam pertemuan itu, antara lain Ketua Harian BRA M Nur Djuli, Drs Fauzi Zainal Abidin dari Universitas Syah Kuala (Unsyiah), serta Faurizal Muchtar dari Tim Ekonomi BRA.

Dalam pertemuan itu, narasumber dan mubaligh banyak membahas masalah perdamaian dan berbagai hal yang berpeluang mengganggu perdamaian Aceh, serta kaitannya dengan program reintegrasi.

BRA menganggap peran mubaligh ini menjadi sangat penting pada saat Ramadhan nanti karena mereka juru dakwah yang akan bertemu langsung dengan masyarakat di pedesaan.

“Kita berharap dengan adanya materi ceramah dari kalangan mubaligh, proses perdamaian Aceh akan berjalan semakin lancar,” kata Nur Djuli.

Dalam diskusi tersebut terlihat sekali bahwa para mubaligh di Aceh pun ternyata ada juga yang kurang begitu paham dengan wewenang dan tanggung jawab BRA.

Sama seperti halnya masyarakat biasa, para mubaligh itu ada yang sempat berpikir bahwa BRA adalah lembaga pengelola dana untuk reintegrasi.

“Kami berpikir tadinya BRA ini gudang uang yang harus dibagi-bagikan kepada masyarakat,” kata salah sorang peserta.

Setelah ada penjelasan dari pihak BRA, akhirnya mereka paham, ternyata BRA adalah lembaga yang hanya bertugas mendata dan menyalurkan dana bantuan untuk korban konflik. Sedangkan uang ada di Dinas Sosial.

Beberapa narasumber dari BRA juga menjelaskan tentang proses penyaluran dana dan kriteria penerima bantuan. Nur Djuli mengungkapkan tentang banyak data yang tidak benar, dan BRA kemudian mencoret data itu.

“Ternyata di lapangan, ada orang yang mencoba memanipulasi data sehingga ada beberapa data tidak benar yang masuk ke BRA,” kata Nur Djuli seraya menambahkan setelah dicek lapangan akhirnya ketidakbenaran itu terungkap juga.

Terkait dengan kondisi itu, BRA meminta agar para mubaligh terus mengkampanyekan tentang ajaran-ajaran agama kepada masyarakat Aceh. Seharusnya warga tidak melakukan pembohongan data, sehingga bantuan yang akan disampaikan ke korban konflik sampai ke tangan orang yang berhak.

Ketua Panitia Sosialisasi Damai Safari Ramadhan, Muhammad Thahir Hasan menyebutkan dengan keterlibatan para mubaligh dalam program ini, diharapkan isu-isu miring tentang perdamaian Aceh serta masalah penyaluran bantuan untuk korban konflik bisa diluruskan.[analisa]

One Comment leave one →
  1. jaka permalink
    7 September, 2008 22:31

    Wah saya tak dapat kabarnya.
    nanti kalo ada acara lagi kontak2 ya
    salam
    jaka

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: