Skip to content

Unsyiah “Jantong Hate Rakyat Aceh”

3 September, 2008

Usia Universitas Syiah Kuala atau Unsyiah kian bertambah. Dengan demikian, meningkat pula kualitas dan kuantitas tuntutan masyarakat terhadap universitas jantung hati rakyat Aceh tersebut.

Hal itu disampaikan Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud MA dalam sambutannya ketika membuka rapat senat terbuka Dies Natalis ke 47 di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam Banda Aceh, Selasa (2/9).

“Dalam menghadapi tantangan global semakin kompetitif, Unsyiah harus mampu membenahi diri sesuai dengan dinamika perkembangan jaman. Oleh karenanya, perlu suatu perubahan kebijakan terhadap universitas yang seirama dengan arah pendidikan nasional dan internasional,” ujar dia.

Menurut Rektor, hal itu dilakukan guna mendorong peningkatan daya saing. Kondisi tersebut menuntut adanya persiapan matang, agar mampu mengikuti perubahan paradigma baru pendidikan tinggi. Yakni, perluasan, pemerataan akses, meningkatkan mutu, relevansi, daya saing, peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik.

“Saat ini, Unsyiah telah mengembangkan 44 program studi, dengan kategori akreditasi A sebanyak delapan program, akreditasi B 25 program dan akreditasi C masing-masing satu program. Selebihnya, dua program studi sedang mengusulkan akreditasi,” ujar Rektor.

Dalam kaitannya pengembangan akademik dan intelektualitas, sebut Darni, Unsyiah terus berupaya memperluas kesempatan belajar bagi tenaga pengajar untuk melanjutkan program studinya. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Darni menambahkan, dosen Unsyiah yang sedang mengikuti S2 di dalam negeri sebanyak 149 orang, S2 di luar negeri 86 orang, S3 dalam negeri sebanyak 79 orang dan S3 luar negri sebanyak 104 orang.

Kecuali itu, rentang waktu lima tahun terakhir, Unsyiah mengalami peningkatan tenaga edukatif berkualifikasi S3 sebanyak 40 persen. Di samping itu Unsyiah juga melakukan berbagai kerja sama pendidikan dengan berbagai universitas di Eropa, Amerika Serikat dan Asia .

Selain itu, secara keseluruhan IPK lulusan Unsyiah dalam lima tahun terakhir relatif membaik. Hal ini ditandai kenaikan IPK rata–rata lulusan, mencapai 3,0. “Dari hasil evaluasi program studi di antaranya manajemen, teknik, kimia, teknik elektro dan peternakan, menunjukkan rata – rata cukup baik. Sekitar 75 persen lulusan mendapatkan pekerjaan dalam satu tahun setelah lulus,” kata dia.

Rapat senat terbuka turut dihadiri, Naib Conselor (Rektor) Universitas Sains Malaysia (USM) Tan Sri Dato’ Prof Dzulkifli Bin Abdul Razak. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan orasi ilmiah dengan judul peranan perguruan tinggi dalam era globalisasi dan peningkatan daya saing Unsyiah secara dengan kampus internasional.[modus]

One Comment leave one →
  1. Muhammad Sulaiman.SH permalink
    29 November, 2008 16:24

    informasi tentang aceh lebih diperbanyak dan di ekspos,karena kami butuh informasi tentang perkembangan NAD,karena kami adalah bagian dari NAD.PUtra aceh dirantau

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: