Skip to content

Pergelaran Seni Budaya Aceh Serantau 2008

10 November, 2008

Rangkaian Gebyar Seni Budaya Aceh yang berisi pameran kerajinan, kuliner, pentas drama musikal, bedah buku, fashion show ija Aceh, diselenggarakan selama bulan Oktober-November 2008 di Grand Indonesia, Jakarta. Acara ini juga menghadirkan kesenian dan makanan dari sejumlah negara yang pernah memiliki pertautan dengan Aceh masa lalu. Rangkaian acara tersebut dibuka Menneg Urusan Peranan Wanita (Menneg UPW), Meutia Hatta Swasono, Jumat (25/10).

Kegiatan ini diselenggarakan Bidang Wanita Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM), bertajuk “Pergelaran Seni Budaya Aceh Serantau 2008,” merupakan sebuah kegiatan untuk menghadirikan kekayaan kebudayaan Aceh secara komprehensif. Setidaknya ada 25 jenis makanan Aceh yang dipamerkan, tiga pelaminan masing-masing dari Aceh Tengah, Aceh Barat dan pelaminan modifikasi.

“Kami ingin memperlihatkan ragam budaya Aceh, termasuk pameran ija Aceh, tenun Aceh serta aneka kuliner Aceh yang sangat khas,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Hj Pocut Haslinda Syahrul MD kepada Serambi, Kamis (24/10).

Pameran seni budaya Aceh serantau diselenggarakan 15-16 Nopember 2008, di Balai Kartini Jakarta. Merupakan pameran bersama serta gelar seni bersama Aceh Aceh dengan negara-negara lain seperti Turki, Persia, Brunei Darussalam, dan sejumlah kesenian daerah dari dalam negeri. Drama musikal “Perempuan Aceh dalam Lintas Sejarah” secara khusus dipertunjukan pada 16 Nopember di Nusa Indah Theater Balai Kartini.

Empat buah buku yang berisi sejarah Aceh dan Melayu ikut diluncurkan. Buku tersebut berjudul “Tabir Tun Sri Lanang Terungkap Setelah Hampir Empat Abad, Dua Mata Bola di Balik Tirai Istana Melayu, Peran dan Silsilah Raja-raja Islam di Aceh Hubungannya dengan Raja-raja Islam Nusantara, dan Peran Perempuan Aceh dalam Lintas Sejarah Abad VIII-XXI,” yang seluruhnya ditulis Pocut Haslinda Syahrul.

Pocut Haslinda Syahrul menjelaskan, Aceh merupakan persinggungan berbagai budaya dari berbagai penjuru dunia. Sejak abad VIII, Aceh menjadi tempat strategis untuk persinggahan pelayaran bagi para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, Turki, Sepanyol dan lain-lain dalam perjalanan ke India dan Cina.

Selama itulah terjadi pertautan alamiah dengan penduduk setempat, sambil menyebarkan ajaran Islam. “Ada yang menikah dan menetap di Aceh dan melahirkan keturunan. Percampuran budaya-budaya dunia itulah yang membentuk identitas Aceh selanjutnya,” ujar Pocut Haslinda yang juga turunan langsung dari bangsawan Melayu Tun Srilanang.

Ketua TIM, Hj Cut Ellyzar Syaid Umar mengatakan Taman Iskandar Muda merasa penting menyelenggarakan acara kebudayaan tersebut dalam rangka menyelamatkan dan mengangkat kembali khasanah budaya Aceh yang sangat banyak dan unik. “Apa yang kita persembahkan ini adalah sebagaian kecil dari khasanah budaya Aceh dan kita perlu memberi perhatian,” ujar Cut Ellyzar. ♦ serambinews.com
sumber foto: KapanLagi.com

One Comment leave one →
  1. 7 April, 2009 19:14

    Halo…. blog ku ada post mengenai Megawati yang di hujat hampir 100 ribu orang di facebook, mampir yuuukk…

    Thanks admin…:P

    *blogwalking mode on*

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: