Skip to content

Lima Siswa Terjangkit Penyakit Kelamin di Banda Aceh

28 November, 2008

Komisi Penganggulangan AIDS Kota (KPAK) Banda Aceh mendata saat ini terdapat lima siswa di Kota Banda Aceh yang terjangkit penyakit kelamin.

“Pelajar kita sudah terjangkit Sipilis. Ini artinya pergaulan bebas sudah mulai terjadi di Banda Aceh,” kata Ketua KPAK Banda Aceh, Illiza Sa`aduddin Djamal di Banda Aceh, Kamis.

Wakil Walikota Banda Aceh itu mengaku sangat prihatin dengan pergaulan remaja yang saat ini dinilai telah terpengaruh pergaulan bebas.

Menurut Illiza, perlu penguatan integrasi dengan pendekatan secara agama terutama oleh orang tua yang harus menguatkan nilai-nilai agama pada anaknya.

“Kita tidak bisa menutup mata dengan arus globalisasi karena itu nilai agama sangat penting sebagai filter dari dampak globalisasi,” tambahnya.

Pergaulan bebas merupakan salah satu pintu penyebaran penyakit HIV dan AIDS di samping penggunaan narkotika jenis suntik secara bergantian dan ibu yang positif menularkan kepada anak yang dikandungnya.

Sepanjang 2006 hingga Oktober 2008 KPA Provinsi mendata 25 orang yaitu 21 kasus AIDS dan empat HIV di 13 Kabupaten/Kota di Aceh. Dari jumlah tersebut sembilan orang meninggal dunia, 18 orang di antaranya terkena melalui hubungan seks.

Karena itu perlu ditingkatkan kesadaran semua pihak untuk mengendalikan penyebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh itu. Salah satunya melalui kampanye peduli HIV dan AIDS yang dilakukan KPAP bersama sejumlah lembaga lainnya pada 1 Desember 2008 bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia.

Pada hari tersebut sudah disiapkan berbagai kegiatan di antaranya pembagian KIE berupa brosur, selebaran dan stiker di jalan-jalan protokol Kota Banda Aceh.

Selain itu diadakan longmarch dimulai pukul 08.00 WIB yang melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, guru serta perwakilan lembaga pemerintahan maupun LSM yang dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman. ♦ antara

4 Comments leave one →
  1. 1 December, 2008 17:00

    Banda Aceh kok makin aneh, apa mau di pindahin monas yang dijakarta ke Lamprit kali ya?

  2. 4 December, 2008 01:37

    kali aja bang Aul…
    Saya sendiri juga melihat, klo pengaruh hidup ala luar kota dan ke jakarta2 an udah nongol di Beberapa kalangan pemuda yang ada di Banda Aceh dan Aceh lain nya juga!!
    Apalagi anak SMA bahkan SMP pun kini sudah mulai kenal ama yang nama nya PERGAULAN BEBAS… ya yang ujung2nya membuat mereka bebas untuk digauli atau menggauli…hehehehe!

  3. 4 December, 2008 17:39

    Jadi bek salah, ta preh ukeu tsunami kedua geuhambo lom u Banda Aceh, menyoe hana pihak yang bertanggong jaweub masalah nyoe.
    – Ureueng Chik pihak Phon
    – Ureueng Gampoeng/Tuha pihak Kedua
    – Ureueng Pemerintah pihak Keulhee

  4. Turanrfusikum permalink
    19 December, 2008 06:33

    Bayang kn kt b.Aceh menjadi kt medan waw..Waw..,semua brbh termasuk kehidupan dan agama

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: