Skip to content

Keberadaan Kerajaan Sriwijaya

9 December, 2008

Mata rantai keberadaan Kerajaan Sriwijaya dinilai sejumlah peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional semakin jelas dengan semakin intensifnya penemuan berbagai benda yang diwariskan kerajaan tersohor pada abad VII tersebut.

Namun masyarakat diminta jangan hanya memandang keberadaan kerajaan tersebut dari penemuan keraton atau istana tetapi dengan ditemukan berbagai barang peninggalan, seperti prasasti dan timbikar itu sudah merupakan salah satu eksistensi keberadaan Kerajaan Sriwijaya, kata Kepala Bidang Data dan Publikasi Puslitbang Arkeologi Nasional, Sonny C Wibisono ketika dijumpai disela-sela pameran arkeologi dan seminar kebudayaan “Archaeology Goes to Mall”, di Palembang, kemarin.

Menurut dia, selama beberapa dekade ini telah ditemukan berbagai barang yang membuktikan eksistensi Kerajaan Sriwijaya yang sempat berjaya di masa lampau.

Penemuan prasasti, situs dan berbagai barang yang dijadikan sarana menunjang kehidupan di jaman itu serta perhiasan, seperti gelang dan manik yang sebagian besar terbuat dari tanah liat dan tembaga membuktik peradaban di masa tersebut, katanya.

Ia mengatakan, selain peninggalan berupa barang pihaknya juga bisa menyimpulkan keberadaan suatu peradaban dilihat dari faktor lingkungan mulai dari komoditas yang terdapat dalam hutan tropis tersebut.

Sehingga bisa dipastikan Kerajaan Sriwijaya bukanlah sejarah yang hanya karangan tetapi memang eksistensi terbukti dan sampai kini mata rantainya mulai jelas, ujarnya.

Sementara itu, sampai kini penemuan sejumlah benda bersejarah di masa Kerajaan Sriwijaya lebih banyak di wilayah Kota Palembang tetapi bukan berarti pusat kerajaan tersebut di kota pempek.

Sebab berdasarkan penelurusan dan penelitian mereka kemungkinan besar pusat Kerajaan Sriwijaya berada tidak jauh dari Selat Bangka kearah Sungai Musi.

Pameran arkeologi tersebut dilaksanakan pada salah satu mall di Kota Palembang yang berlangsung pada 4-8 Desember 2008, pameran dengan tema “Jejak Peradaban Nusantara Abad VII sampai XIII, Menapak Siguntang hingga tiba di Bukit Budur”.

Selain replika prasasti yang berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya pengunjung bisa menyaksikan langsung replika Candi Borobudur di arena tersebut dan deskripsi sejarah dan penemuan benda yang berkaitan dengan kerajaan tersebut yang disampaikan melalui media tulis yang disusun didinding pameran. ♦ antara

3 Comments leave one →
  1. 9 December, 2008 22:10

    Pengunjungnya lumayan ramai , Archeologi Goes To Mall ,ini metode alternatif sbg sarana edukasi sejarah & budaya pada orang banyak ( khususnya siswa ) yang merasa emoh belajar sejarah dan budaya di lingkungan formal

    tulisannya sudah dimuat tuh… selamat ya evan

  2. rankar permalink
    19 February, 2009 10:00

    kerajaan sriwijaya sebenarnya ada di tana besemah, nanti akan di temukan oleh anak besemah asli, di antaranya adalah putra jarai yang sekarang baru ber umur lebih kurang 10 tahun, dengan ciri-ciri ada tahi lalat di telapak kakinya yang tembus ke atasnya, selain itu juga adalah anak perempuan yang ada di dusun muara siban bumi agung, yang umurnya sekarang juga lebih kurang 10 tahun.

    sebenarnya candi tidak saja hanya ada si bukit rimba candi, juga terdapat di pusat kota pagaralam yang terletak di dusun tanjung aro, daerah matu manusia yang dililit ular, kutukan dari sang raja kepada putri dan prajuritnya karena mereka menikah tanpa restu dari sang raja.

  3. 13 April, 2009 01:25

    Sebagai pencerahan lihat hhtp://dp40.wordpress.com atau
    http://dp40.blogspot.com mungkin dapat membantu

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: