Skip to content

Ibukota NAD Terkecil di Indonesia

17 December, 2008

Wakil Gubernur Aceh M Nazar mengatakan, luas wilayah Ibukota Provinsi Aceh ‘terkecil’ dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Karena itu, perlu dilakukan pengembangan wilayah sesuai tata ruang dengan tidak mengenyampingkan kawasan tetangga.

Strateginya, kata Nazar, kawasan-kawasan pengembangan itu tetap diberikan wewenang mengelola pendapatan dengan jangka waktu beberapa tahun. Sementara pembangunan dilakukan oleh Provinsi. “Banyak orang luar datang ke Aceh tidak percaya dengan luas wilayah ibukota Provinsi Aceh, sedangkan dana begitu besar,” ujarnya usai membuka seminar pengembangan ibukota Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (16/12).

Dari sisi lainnya, menurut Nazar, pengembangan dimaksudkan untuk penguatan struktur pemerintahan sesuai tata ruang, ekonomi, pendidikan, sosial budaya. Sudut pandang itu semua harus kita lihat sehingga layak dikembangkan.

“Sebuah kota itu harus kita desain dengan baik untuk jangka panjang, sebab, perubahan semakin hari terus berjalan,” jelasnya seraya menambahkan, seperti wilayah Jakarta dengan Jabodetabek.
Nazar mencontohkan, bagaimana sebuah ibukota di berbagai negara tetap saja tidak berubah, disebabkan, penataannya sudah benar, kalaupun ada pengembangan justru harus melihat dan sesuai dengan tata ruang kawasan di daerah itu.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud menyebutkan, dampak pengembangan kawasan ibukota Provinsi Aceh tentunya terjadi penyempitan wilayah, selain itu berdampak bagi pengurangan pendapatan daerah.

Bukhari malah balik mempertanyakan, apakah layak perluasan ini, atau sebaliknya Banda Aceh sudah tidak layak menjadi sebuah ibukota. “Saya pikir disinilah letak persoalannya jangan sehingga perlu dipikirkan kembali dengan tidak menanggapi secara emosional,” ungkapnya.

Menurutnya, berbicara soal wilayah semua tercakup, baik sumber ekonomi, hukum. Dan, secara harfiah, bila ada perluasan tentunya pasti ada penyempitan. “Ini yang coba kita bicarakan menyangkut tentang hak dan kedaulatan (dalam istilah sebuah negara, red) semua ada hukum-hukumnya,” jelasnya.

Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin menjelaskan, luas wilayahnya secara kasat mata memang sudah semakin kecil dimana sebagian terkena tsunami. bahkan, sebagian fasilitas publik pun justru tidak cocok lagi berada di dataran rendah atau di tengah kota karena terjadi kemacetan.

Karenanya, sesuai blue print dan tata ruang beberapa fasilitas itu dibangun di dataran tinggi dan kawasan itu berada di tetangga yakni Aceh Besar. “Kita menjaga agar fasilitas publik terhindar bencana, seperti banjir,” ungkapnya.

Ibukota Banda Aceh ini, ibaratnya bagai ikan dalam aquarium, dimana ikan semakin besar tetapi kolamnya masih tetap seperti biasa, sehingga kurang leluasa bergerak. Termasuk juga harga tanah sudah tidak ada lagi tempat sementara kebutuhan semakin banyak, sebab, masyarakat inginnya tinggal di Banda Aceh.

Mawardy menyebutkan, wacana perluasan ibukota provinsi, adalah dari timur wilayah Lambaro dan Krueng Raba, Lhoknga Aceh Besar masuk dalam Kota Banda Aceh. sebelumnya batas wilayah Banda Aceh hanya Cot Masjid, Lueng Bata dan Lamteumen, Jaya Baru. ♦ rakyat-aceh

5 Comments leave one →
  1. Fahmi ganteng permalink
    19 December, 2008 05:36

    Kenapa luas kota banda aceh sangat kecil (62km2),bl d hitung dr kota langsa lbh besar kota langsa yang hampir luas a(200km2)

  2. Khairul permalink
    19 December, 2008 05:47

    Kota b aceh memang kecil,menurutku apakah kt b aceh layak jd ibu kt?…Knp lhok ja,tau bireuen yang lg di bangun.

    Bisa jadi kota-kota peninggalan sejarah di prioritaskan, kita lihat saja bagaimana keputusan nantinya

  3. 24 January, 2009 14:26

    knp kab a.besar ngak jadi kota banda aceh aja

  4. salah gan permalink
    10 January, 2010 14:42

    Salah gan, banda 62 km2 msh lebih besar drpd jakarta pusat 40 km2 dan kota yogyakarta 32,5 km2

    • 11 January, 2010 16:23

      mungkin karena banda aceh berawal dari Aceh besar kali ya ;D

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: