Skip to content

Demo Tolak BHP di Unsyiah Rusuh

23 December, 2008

Demo penolakan Badan Hukum Pendidikan (BHP) di kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Senin (22/12), rusuh. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Aceh Tolak (FMT) BHP bentrok dengan pengurus Pemerintah Mahasiswa (Pema) Unsyiah.

Sebelumnya, pendemo yang juga mahasiswa Unsyiah itu berkonvoi keliling kampus guna mengajak seluruh mahasiswa dan pihak rektorat menolak pemberlakuan BHP di kampus tersebut. Mereka kemudian memblokir Jalan T. Nyak Arief di depan gerbang Unsyiah. Sambil membakar ban mobil, para pendemo berorasi dan meneriakkan yel-yel penolakan BHP. Akibat penutupan jalan itu, arus dari luar dan ke dalam kampus macet selama satu jam lebih.

Koordinator aksi, M. Fauzan Febriansyah, dalam orasinya mengatakan pendidikan telah menjadi bahan perdagangan para rektorat dan penguasa negeri ini. Karena itu, Unsyiah harus menolak BHP. “Jika diberlakukan BHP, orang miskin akan tersingkir dari kampus. Hanya anak orang kaya yang bisa melanjutkan pendidikan, padahal pendidikan adalah hak setiap warga negara,” pekik Fauzan, disambut teriakan mahasiswa lainnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP), Faisal Radhi menyatakan pihaknya merasa malu dengan sikap Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Darni M. Daud, MA, yang tidak menolak pemberlekukan BHP di kampus itu. “Para rektorat banyak janji, tapi tidak ada implementasi. Mereka hanya mementingkan kantong tebal dan persetan dengan rakyat,” teriaknya, disambut tepuk tangan demonstran lainnya.

Setelah melakukan orasi secara bergiliran, mereka melakukan sumpah mahasiswa di atas tembok selamat datang di Unsyiah.

Hadiahi Pembalut Wanita

Para demonstran kemudian mendatangi kantor Pema Unsyiah di Gelanggang Mahasiswa yang baru dibangun. Di kantor Pema, mereka kecewa karena Presiden Mahasiswa, Hendra Koeswara tidak berada di tempat. Mereka diterima Sekretaris Jenderal Pema Unsyiah, Fadli JR dan staf lainnya.

Setelah menyampaikan aspirasi, koordinator FMT Fauzan memberikan sebungkus kotak kado sebagai hadiah kepada Presiden Mahasiswa Unsyiah.

Demonstran menyuruh membukanya di depan mahasiswa, tapi karena Fadli JR merasa hadiah itu diberikan untuk presiden dia tidak mau membukanya. “Biar presiden saja yang membukanya. Ini kan amanah untuk presiden, bukan untuk saya,” kelit Fadli.

Namun, para demonstran tetap ngotot meminta kado itu dibuka di depan mereka tanpa perlu menunggu Presiden Mahasiswa Unsyiah. Akhirnya para demonstran membuka sendiri kotak kado itu yang berisi pembalut wanita dan diserahkan kepada Fadli. Saat itu, terjadi tolak-menolak. Demonstran dan pengurus Pema saling terpancing emosi, sehingga terjadi bentrokan.

Tiga pengurus Pema, yakni Yudi Nirmansyah, Jasri dan Jufrizal terkena pukulan para demonstran dan sempat dikejar hingga ke depan pintu masuk kantor Pema Unsyiah. Tapi berhasil diamankan pengurus Pema lainnya ke dalam kantor.

Demonstran sempat mencoba masuk dengan menendang pintu. Namun kedua belah pihak akhirnya melunak, semntara aksi menolak penerapan BHP di Unsyiah tetap berlanjut di depan pintu kantor.

Selang setengah jam demonstran membubarkan diri, Kapolsek Syiah Kuala Ipda Abdul Muthalleb menjemput ketiga korban bentrokan untuk divisum di rumah sakit. “Kami berharap, kerusuhan ini diselesaikan dengan damai kedua belah pihak,” ujarnya.

Yudisial Review di MK

Sementara Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hendra Koesmara mengaku sedang melakukan yudisial review tentang Rancangan Undang-Undang BHP di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. “Kami bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia sedang melakukan koordinasi bersama tentang RUU-BHP,” ujarnya.

Dikatakannya, Pema Unsyiah bersama Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unsyiah dan beberapa lembaga eksternal kampus akan mengadakan rapat bersama membahas RUU-BHP. “Saya heran kok malah Pema yang didemo, padahal KBM Unsyiah dan lembaga eksternal kampus mau rapat mengenai hal itu,” ujarnya.

Dia menyesalkan aksi brutal demonstran itu, sehingga pengurus Pema menjadi korban. “Kami menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Saya tidak tahu ada unjuk rasa, seharusnya mereka koordinasi dengan kami apabila ada rencana aksi dan bisa bersama-sama melakukan aksi,” tuturnya melalui telepon seluler saat baru pulang dari Jakarta. ♦ harian-aceh

3 Comments leave one →
  1. Anggi_Teknik_ELEKTROUSK permalink
    27 December, 2008 23:20

    Alahhhhh….!!!!!!!

    Presma Unsyiah CUMA BISA NGOMONG DOANK!!!!!
    Apa ini balasannya setelah dipilih oleh mahasiswa unsyiah itu sendiri, tapi ketika naik jabatan, apa yang ia perbuat????
    Saya rasa pantas jika para mahasiswa UNSYIAH untuk menghadiahi pembalut wanita kepada PEMA Unsyiah.

    Bayangkan, Jika BHP diberlakukan berapa banyak CAMA yang akan menjadi korban? akankah kita diam saja ketika para generasi muda aceh nantinya tidak dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi??

    Apakah ini yang namanya “Jantong Hatee Rakyat Atjeh”????
    Para elit UNSYIAH tidak memikirkan gimana generasi muda yang akan datang, kita di Aceh tidak semua yang kaya, jika BHP diberlakukan maka sama saja dengan UNSYIAH telah melakukan PEMBODOHAN MASSAL!!!!!

    HIDUP MAHASISWA!!!!!!!

  2. zik geuvara permalink
    5 January, 2009 14:31

    tolak BHP sekarang juga pema p*****k

  3. 12 January, 2009 22:45

    Pendidikan di Indonesia sekarang sedang mengalami kemunduran dengan disyahkannya UU BHP, rakyat miskin dilarang sekolah.
    Pengesahan UU BHP ini akibat Indonesia terlalu nurut sama IMF dan bank dunia yang akan menjadikan negara berkembang sebagai obyek penjajahan neoliberalisme melalui pasar bebasnya.
    http://www.warnadunia.com/

    Salam kenal^_^

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: