Skip to content

MUI Keluarkan Fatwa Rokok Januari 2009

4 January, 2009

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan fatwa tentang rokok pada Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa yang akan diselenggarakan pada Januari 2009. Demikian disampaikan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dalam seminar “Fatwa MUI versus wacana antirokok” di Jakarta, Senin (24/11), yang diselenggarakan oleh PWI Koordinatoriat Departemen Agama dan MUI Pusat.

“Fatwa apakah hukum merokok bisa haram, makruh (tidak baik), mubah (diperbolehkan), mukhtalaf (diperselisihkan) dan tawaquf (ditunda),” kata KH Ma’ruf Amin.

Forum Ijtima Ulama itu, katanya, akan diselenggarakan pada pertengahan Januari 2009, tetapi lokasinya belum ditentukan, apakah di Sumatra Barat atau di Pulau Jawa.

Menurut dia, masalah rokok merupakan masalah berat, karena itu harus ada “hujjah” (alasan) yang kuat, sehingga bagaimana masalah selesai tanpa mengundang masalah lain. “Masih ada pro dan kontra,” ujarnya.

Sejumlah pihak, katanya, telah meminta MUI mengeluarkan fatwa tentang rokok, di antaranya LSM Anti Rokok dan Departemen Kesehatan. Ia menjelaskan, secara substansial rokok bisa masuk dalam kategori hukum haram, makruh, atau ikhtilaf (diperselisihkan). “Kalau orang berpendapat rokok itu makruh karena ada kejelekan apabila mengonsumsinya,” terangnya.

Karena berbagai perbedaan sudut pandang itu, serta penafsiran terhadap bahaya merokok, katanya, para ulama belum sepakat untuk mengharamkan rokok. “Baru sebatas memakruhkan saja,” ujarnya.

Sementara itu, dr Muchtar Ikhsan, pakar kesehatan yang berbicara pada seminar itu mengatakan, racun yang terdapat pada rokok merupakan ancaman bagi kehidupan umat manusia. “Satu batang rokok dapat memotong kehidupan kita selama 5 menit,” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, Indonesia ternyata tergolong sebagai “surga” bagi para perokok.

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemizan meminta MUI mempertimbangkan fatwa tentang rokok. Pasalnya, 95 persen dari 6,2 juta pekerja di pabrik rokok adalah umat Islam. ♦ kompas

Share/Save/Bookmark

2 Comments leave one →
  1. sastro permalink
    22 January, 2009 09:14

    DARI DULU YANG NAMANYA ROKOK ITU MAKRUH YA TETEP MAKRUH. KALO COBA-COBA DIHARAMKAN,BUBARKAN AJA MUI YANG GAK MUTU. LA ORANG2 MUI YA JUGA PADA MEROKOK KOK. LA MUI ITU KAPABILITASNYA APA? BISA MENGELUARKA FATWA? SUDAH MEMENUHIKAH SYARAT2 ORANG YANG DIPERBOLEHKAN MENGELUARKAN FATWA? HATI2 LO KALO MAU BUAT ATURAN NTAR KUWALAT DUNIA AKHERAT KAPOK!!!!!!!

  2. Sofyan permalink
    22 January, 2009 09:31

    Memang Dari Dulu MUI paling bisa buat kontroversial umat. Rubah aja namanya jadi “Majelis Usil Indonesia” . Kalo Mau Tampil keren dan beda. nongol aja di infotaintment,ditanggung populer. ya kalo mau keluarkan fatwa haram Merokok ya gak pa-pa. asal MUI mau nanggung biaya hidup 30 Juta orang. kalo gak mampu ya mending bubarkan aja MUI. Itu sebuah konsekuensi Logis kalo memang ikhlas berjuang demi nama Allah. SANGGUP GAK?????? Kalo Gak Sanggup Dan gak mampu jangan macam2 deh. Instropeksi aja yang banyak gimana pribadi Anda semua bisa selamat di akherat. Anda semua aja belum tentu bisa pastiin masuk SURGA kok berani mau ngajakin orang masuk surga. dimana2 orang yang ngjak orang udah pasti tau tempatnya,la anda belum tahu pasti tempatnya kok berani ngajak orang. Kalo dalihnya Demi Amar Makruf Nahi munkar? ANDA MAU GAK ORANG YANG ANDA AJAK KEBAIKAN MASUK SURGA ,SEDANGKAN ANDA TIDAK?????? YA NAMANYA PENGORBANAN HARUS IKHLAS APAPUN RESIKONYA.

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: