Skip to content

Dosen FK Unsyiah Dirampok di Kampus

16 January, 2009

Mika Aramiko, 25, warga Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, babak-belur dihajar massa usai merampok dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unsyiah, Kamis (15/1). Perampokan terhadap Desi Rahmawati, 33, dosen yang juga dokter spesialis saraf itu berlangsung di tengah keramaian kampus.

Kapoltabes Banda Aceh Kombes Pol Syamsul Bahri melalui Kapolsek Syiah Kuala Iptu Abdul Muthalib mengatakan kejadian itu bermula saat korban sedang masuk ke dalam mobil yang diparkirkan di halaman gedung Fakultas Kedokteran Unsyiah.

“Sekitar pukul 10.10 WIB, korban hendak pulang setelah melakukan aktivitasnya sebagai dosen pada Fakultas Kedokteran. Saat korban masuk ke dalam mobil, secara bersamaan pelaku juga ikut masuk tanpa sepengetahuan korban,” ujarnya.

Ketika berada di dalam mobil, lanjut Kapolsek, pelaku mencekek leher korban dan mengancam akan membunuh jika berteriak. “Pelaku menggunakan sebuah gunting. Dia mengikat kaki dan tangan korban dengan tali jemuran. Pelaku juga menutup mata dan mulut korban dengan menggunakan lakban,” ungkap Abdul Muthalib.

Setelah berhasil mengikat korban, pelaku mengambil laptop dan tas milik korban yang kemudian dipindahkan ke dalam mobil Toyota Kijang BL 534 LS warna merah milik pelaku. “Belum puas dengan yang telah didapatkannya, pelaku memaksa untuk memberitahukan kode PIN kartu ATM milik korban,” katanya.

Karena terancam, korban memberi tahukan nomor PIN kepada pelaku setelah dirinya sempat dipukul di bagian muka yang menyebabkan luka di hidung dan bibir. “Mendapatkan nomor PIN tersebut, pelaku segera membawa korban ke gedung Dayan Dawod menggunakan mobil Honda Jazz warna silver BL480 AM milik korban guna melakukan penarikan uang,” jelas Kapolsek.

Saat pelaku sedang antri di ATM, lanjut dia, korban disekap dan ditinggalkan sendiri di dalam mobil yang diparkirkan di depan Bank Mandiri Cabang Darussalam. “Tapi korban merasakan kalau tali yang diikatkan di tangannya sedikit longgar, dan memanfaatkannya untuk keluar dari mobil dan meminta pertolongan dari warga,” kata Abdul Muthalib mengutip pernyataan korban.

Warga yang mengetahui aksi perampokan itu melaporkan kepada Satpam yang sedang berjaga di kawasan tersebut. “Warga berhasil menangkap pelaku saat sedang antri di ATM dan menyerahkannya ke pihak kepolisian. Sebelum diamankan ke Mapolsek, pelaku sempat jadi sasaran amukan warga yang kesal dengan perbuatannya,” ungkap Abdul Muthalib.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru kali ini melakukan aksinya tanpa dibantu orang lain. Aksi tersebut dilakukannya untuk menambah modal usaha jualan voucher handphone yang dibuka di depan rumahnya di kawasan Ilie, Ulee Kareng. “Pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan guna proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Menurut Kapolsek, barang bukti yang diamankan yakni satu unit laptop, tas, handphone, kartu ATM, gunting dan tali yang digunakan, serta dua unit mobil yang salah satunya milik pelaku. “Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama sembilan tahun,” tegasnya. ♦ harian-aceh

Share/Save/Bookmark

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: