Skip to content

Awasi Perdagangan Gadis Aceh

25 February, 2009

Perdagangan melalui penipuan yang dilakukan para agen (calo-red) terhadap gadis Aceh dengan alasan dijadikan sebagai TKI di luar negeri mulai terlihat. Bahkan, orang tua si-gadis dijanjikan untuk bekerja di tempat yang bernuansa Islam serta memperoleh gaji besar.

Kenyataannya, gadis-gadis asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu malah dibawa dan dieksploitasi ke sejumlah tempat pelacuran dan diskotik luar Aceh. Tak sedikit korban adalah gadis-gadis yang putus sekolah baik tamatan SMP ataupun SMA.

Bahkan aksi yang dimainkan para agen dan kaki tangannya juga amat rapi, sehingga pekerjaan yang sama sekali diharamkan agama Islam berjalan mulus. “Kita menyesalkan perbuatan itu, karena selain faktor penipuan terhadap orang tua korban, si-korban nantinya dipaksa menjadi pelayan seks di luar Aceh,” kata sumber yang meminta identitasnya disembunyikan, kepada Waspada di Idi, Aceh Timur, tadi siang.

Menurutnya, beberapa waktu lalu telah terjadi percobaan perdagangan gadis di wilayah Aceh Timur.. Seseorang mengaku penampung sekaligus agen untuk merekrut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh guna dipekerjakan di Malaysia dan Brunai Darussalam. Bahkan, di depan orang tuanya korban juga disuruh tandatangani surat perjanjian untuk tidak akan ingkar terhadap majikannya.

Tak hanya itu, orang tua korban juga ikut menyetujui pernyataan tersebut. Untuk menghilangkan kecurigaan orang tua dan kerabat dekatnya, korban yang dijemput ke rumahnya juga disuruh bawa perlengkapan melaksanakan ibadah shalat dan Al Quran. “Ternyata, korban yang berasal dari keluarga tidak mampu itu bukan dibawa sebagai TKI, malah ingin dijadikan sebagai penghibur di salah satu diskotik di Batam, astagfirullah ya rabb,” ucap sumber.

Kepada Waspada kemarin sumber melanjutkan, korban yang masih berumur belasan tahun itu berhasil kabur sebelum dirinya sempat dijadikan sebagai pelayan nafsu seks di tempat hiburan itu. “Korban dibawa langsung ke tempat hiburan yang ada di Batam, sesampai di sana korban disuruh pangkas rambut, disuruh pakai pakaian yang serba ketat, telefon genggam korban juga diambilnya,” kata sumber lagi seraya melanjutkan, korban saat itu sempat menangis meronta-ronta di sebuah kamar hotel sehari setelah sampai di Batam.

“Entah bagaimana, gadis yang dianggap lugu itu berhasil kontak dengan orang tuanya di salah satu kecamatan di Aceh Timur, dan akhirnya korban dijemput orang tuangnya,” sambung sumber lagi sembari menuturkan, sebelum orang tua gadis itu berangkat menjemput korban ke Batam, orang tuanya juga sempat kontak langsung via telefon dan mengancam lapor ke polisi jika anaknya sempat dijadikan pelacur.

Akhirnya, calo yang dikenali korban langsung memulangkan korban ke tempat asalnya di Aceh Timur, namun antara calo dengan orang tua korban berjumpa di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, NAD. “Kini korban telah kembali ke keluarganya,” ujar sumber Waspada.

Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Tgk. H. Bukhari, atau akrapnya disapa Ayah Kari Leuge kepada Waspada saat dihubungi mengatakan, informasi itu belum diterima dan didengarnya. Namun menurutnya, jika itu benar maka dapat dijadikan pengalaman yang berharga dalam memberikan izin dan menandatangani surat-surat perjanjian. “Mana tahu itu surat perjanjian yang isinya kita telah menjual anak kita sendiri, kan bisa jadi…” sebut Ayah Kari.

Karenanya, MPU berharap kepada masyarakat Aceh Timur pada khususnya dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) secara luas kembali mengawasi aksi-aksi perdagangan gadis dan anak di bawah umur. “Jaga dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” kata Tgk. H. Bukhari mengutip arti dari sepotong ayat Al Quran. | waspada

Share/Save/Bookmark

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: