Skip to content

SIMAK UI Jaring Mahasiswa Berkualitas

2 March, 2009

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Gumilar Rusliwa Soemantri mengatakan telah menyiapkan program Seleksi Masuk (SIMAK) Universitas Indonesia (UI).

Program ini dilakukan untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas untuk menuntut ilmu di universitas tertua di Indonesia tersebut. ”Kami persiapkan soal-soalnya satu tahun yang lalu dan melibatkan pakar-pakar agar bisa menjaring mahasiswa yang berbakat di bidangnya,” katanya seusai meninjau pelaksanaan ujian di Jakarta dan Bogor kemarin. Di Jakarta, Gumilar melakukan peninjauan pelaksanaan ujian SIMAK ke SMA 68 Jakarta Pusat dan di Bogor meninjau di SMA Negeri 1 Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Di kedua tempat tersebut pelaksanaan berjalan lancar.

Untuk Jakarta sebanyak 70 sekolah dipakai untuk pelaksanaan SIMAK, Depok sebanyak 13 sekolah, Bekasi 9 sekolah, dan Bogor 11 sekolah. Secara nasional pelaksanaan SIMAK dilakukan di 184 sekolah dan satu di luar negeri, yaitu Malaysia. Menurut Gumilar, SIMAK merupakan ujian seleksi terpadu masuk UI yang diperuntukkan bagi pendaftar untuk semua jenjang pendidikan yang ada di UI, yakni jenjang pendidikan doktor, magister, sarjana dan vokasi (diploma tiga).

Dia mengungkapkan, SIMAK UI merupakan solusi bagi penyelenggaraan ujian masuk dengan aksesibilitas yang luas, berkeadilan, efisien, dan ekonomis, baik bagi penyelenggara maupun peserta. Aksesibilitas itu teruji dengan tersedianya lokasi ujian di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Saat ini UI harus bersaing dengan universitas terbaik di Asia Pasifik, baik itu dari China, Malaysia, Singapura maupun dari Australia.

”Sudah waktunya kita melihat ke luar bukan lagi ke dalam,”katanya. Menurut dia, peserta yang lolos masuk UI melalui Simak tidakakandibedakanbiaya kuliah per semesternya dengan yang lolos masuk UI melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), ujian masuk bersama (UMB) maupun jalur prestasi (untuk sarjana reguler). Mengenai anggaran yang disiapkan untuk itu, Gumilar tahun lalu mengutip Rp20 miliar untuk melakukan subsidi silang bagi mahasiswa kurang mampu.

Dari anggaran Rp20 miliar itu,ada sekitar 56 anak yang benar-benar membayar uang pangkal Rp0 dan biaya per semester hanya Rp100.000 per semester. ”Selebihnya, ada yang biaya uang pangkalnya dan biaya kuliahnya ditekan serendah mungkin. Intinya sesuai kemampuan calon mahasiswa,” tandasnya. Gumilar membantah pihaknya mengambil keuntungan keuangan dari menjual formulir dari penyelenggaraan ujian Simak.

”Tidak benar kami mengambil keuntungan menjual formulir dari terselenggaranya Simak. Justru kami mengalami kerugian,” ungkapnya. Dia mengatakan sebelumnya ujian masuk UI dilakukan sendiri-sendiri untuk pendidikan doktor, magister, sarjana dan vokasi (diploma tiga). Sebagaimana diketahui, sejak dua tahun terakhir sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) menyelenggarakan seleksi masuk mahasiswa baru lewat dua jalur, yaitu SNMPTN dan UMB.

Mereka juga masih merekrut melalui ujian mandiri di tiap PTN. Program penerimaan mahasiswa lain seperti Program Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), kerja sama daerah dan industri,serta pemenang olimpiade sains juga tetap berjalan. Kuota masuk mahasiswa baru melalui SNMPTN juga diketahui lebih sedikit dibandingkan program internal PTN.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Fasli Jalal mengatakan, berbagai model penerimaan mahasiswa baru yang dibuka sejumlah PTN merupakan hak otonomi instansi pendidikan yang bersangkutan. Dia berharap adanya dua kubu penerimaan mahasiswa baru itu tidak lagi menimbulkan polemik di kalangan institusi pendidikan maupun masyarakat.

Karena, hal itu malah akan menguntungkan siswa yang hendak mendaftar ke perguruan tinggi. ”Anak didik bisa memilih lebih dari satu jalur.Tentu saja ini akan menguntungkan mereka karena banyak pilihan masuk perguruan tinggi. Namun, PTN tetap harus menjaga kualitas masuk perguruan tinggi,”kata Fasli. | sindo

Share/Save/Bookmark

Link terkait:
SIMAK UI Berjalan Sukses
SIMAK UI Peluang Terbesar Masuk UI
SIMAK UI Rebut Hati Cama Asal Daerah Pelosok
SIMAK UI, Butuh Dana Rp 1,2 Miliar
Gelar SIMAK, UI Bantah Cari Untung

6 Comments leave one →
  1. 3 March, 2009 13:56

    ya memang..

    saya sangat salut dengan UI

    walaupun saat ini saya masih sedih karena gagal di UMB UI tahun lalu hikz2

    tapi kesempatan untuk masuk lewat jalur lain masih ada kawan

  2. fina permalink
    14 April, 2009 11:03

    simak ui berpeluang untuk calon peserta di jawa saja karena daya tampung untuk luar jawa sangat dibatasi. jadi seakan akan calon mahasiswa dari pulau jawa saja yang pantas untuk kuliah di UI, Sumatera juga pantas dan jangan dibatasi donk UI nyari mahasiswa yang berkompeten atau nyari duit saja…….

  3. dona permalink
    14 April, 2009 11:09

    UI salah1 universitas terkemuka di Indonesia aku salut karena waktu ujian di sibolga aku ngambil jurusan Adm.Fiskal yang satu-satunya jurusan yang ada di UI tapi sialnya aku tidak diperkenankan untuk jebol disana. itulah yang membuat aku kagum bahwa UI itu sangat ketat persaingannya taoi untuk umb nanti aku janji satu kursi UI untuk Q……….

  4. 16 April, 2009 18:13

    Aku gagal masuk SIMAK UI,tapi nggak apa apa.Masih ada jalur SNMPTN.Moga aja aku kebagian 1 kursi.

  5. wildan permalink
    28 November, 2009 21:23

    saya masih bingung ttg UMB . it milih sndiri PTN nya ?? klo IPC brapa program study yg dipilh . mhon bgt infonya . trimakasih

Trackbacks

  1. Pengumuman SIMAK UI 2009 « .: SAMAN UI :.

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: