Skip to content

Nasib Museum Aceh Yang Terancam Bangkrut

18 March, 2009

Rumoh Aceh di Museum

Minimnya anggaran rutin yang dialokasikan untuk Museum Aceh telah menyebabkan lembaga penyelamat benda-benda bersejarah itu terancam bangkrut.

Kepala Museum Aceh, Nurdin AR mengatakan dari tahun ke tahun dana rutin yang dianggarkan untuk pengembangan museum terus menurun.

Dikatakan, ketika Museum Negeri Aceh masih dibiayai APBN, dana terakhir yang dikucurkan untuk kegiatan rutin di luar gaji pegawai pada tahun 2001 lalu mencapai Rp 507 juta. Namun, ketika peralihan pengelolaan dari pemerintah pusat ke Pemerintah Aceh dana yang dialokasikan turun hingga tinggal sekitar Rp 300-an juta.

Padahal, tambahnya, untuk menjadikan museum sebagai penyelamat harkat dan martabat anak bangsa membutuhkan dana rutin sekitar Rp 2,5 miliar per tahun. Sementara pada tahun 2007 dan 2008 lalu, rutin yang disediakan untuk museum hanya Rp 300-an juta.

“Dana sebesar itu hanya cukup untuk cleaning service, honor satpam, ATK, tabung racun api,” katanya.

Sementara untuk perawatan gedung, tambah pakar sejarah Aceh itu, pada tahun 2008 lalu sama sekali tidak tersedia anggaran. “Nasip serupa juga terjadi pada tahun anggaran 2009. Tahun ini, dana perawatan gedung juga masih nol. Namun saya masih berharap pada APBA Perubahan akan ada kucuran dana untuk menyelamatkan gedung-gedung tersebut,” kata Nurdin AR.

Karena, tambahnya, kalau dalam tahun ini tidak dilakukan perawatan, dikhawatirkan banyak bangunan berisi barang-barang bersejarah warisan budaya Aceh itu akan mengalami kerusakan.

Museum masuk sekolah
Menyangkut keterlibatan museum dalam menstransfer nilai-nilai warisan budaya kepada genarasi muda melalui sekolah-sekolah di seluruh Tanah Rencong, Nurdin AR mengatakan selama ini pengenalan benda-benda bersejarah yang dikoleksi museum Aceh masih terbatas untuk warga Banda Aceh dan sekitar.

“Selama ini, hanya siswa di Banda Aceh yang rajin berkunjung ke museum. Sementara siswa dari luar daerah, paling-paling mereka yang melakukan studi tour ke Banda Aceh saja,” katanya.

Dan, untuk mendekatkan benda budaya tersebut dengan masyarakat, termasuk pelajar di 23 kabupaten/kota di Aceh, perlu dicarikan jalan keluar, yaitu dengan memperbanyak pameran keliling.

Namun tambah Nurdin AR, dengan dana yang sangat terbatas, pada tahun 2009 ini, pihak museum hanya bisa melakukan satu kali pameran keliling. Padahal, idealnya pihak museum bisa melakukan antara lima hingga tujuh kali pameran keliling dalam setahun.

Dan, kalau perlu, tambahnya, Pemerintah Aceh menyediakan satu unit mobil pameran. “Insya Allah, jika ada mobil, kecuali bisa melakukan pameran keliling ke kabupaten/kota, pihaknya juga bisa melakukan program museum masuk sekolah,” katanya.

Dalam meningkatkan arus kunjungan ke museum, pihak Museum Aceh tiap tahun terus menambah koleksi berupa barang antik dan naskah-naskah kuno. “Benda-benda bersejarah ini, kalau tidak cepat diselamatkan, akan hijrah ke negara lain,” katanya. | serambinews.com

sumber foto : aneukagamaceh.blogspot.com

Share/Save/Bookmark

3 Comments leave one →
  1. syafni permalink
    22 March, 2009 17:55

    Saya setuju dengan Bapak Nurdin, anggaran perawatan dan pemeliharaan benda2 bersejarah itu perlu ditingkat.dalam bulan ini sy dua kli ke Museum Aceh,dan saya langsung mnyaksikan sendiri kondisinya sekrag sungguh memprihatikan, beberapa situs kuburan sultan Aceh yg sudah mulai retak dan patah batu nisannnya di komplek pendopo gubernur, lonceng cakra donya yg mulai berkarat, fasiltas air yg kurang,lingkungan yg tidak bersih, dll.
    maka perlu perhatian kita semua dan desakakan kpd Pemda utk meningkatkan anggaran dan perawatannya.Bangsa yang besar harus menghargai budayanya!! ya kan?!! Ayo dukung!!!

  2. 2 May, 2009 10:18

    Bagaimana ini pak Gubernur???
    Jangan hanya mengungkit sejarah masa lampau, tanpa mau peduli dengan peninggalannya. Kecewa anak muda…

  3. 2 May, 2009 15:45

    @Syafni
    sayang sekali kalau ini terus dibiarkan.

    @tengkuputeh
    setuju, saya selaku anak muda juga ikut kecewa nih.

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: