Skip to content

El-Asyi di Mesir Bangkitkan Semangat Menulis

2 April, 2009

Oleh Zahrul Bawady M. Daud

majalah1Keluarga Mahasiswa Aceh Republik Arab Mesir (KMA-RAM) kembali melaksanakan sebuah hajatan besar di sela aktivitas pengurus yang padat. Rabu, 25 Maret 2009 lalu, syukuran HUT el-Asyi ke-18 yang digelar dengan pentas seni menampilkan serangkaian acara. Kegiatan itu berhasil membius ratusan mahasiswa/i Aceh yang sedang menuntut ilmu di universitas Al-Azhar, Mesir. El-Asyi merupakan buletin mahasiswa Aceh di Mesir. Buletin ini dicetuskan pada 1 januari 1991.

Sampai saat ini, buletin el-Asyi telah melakukan delapan belas kali regenarasi pemimpin redaksi dan staff. Pemred pertama dipegang oleh Dr. Tgk. H. Fachrul Ghazi, MA. Sedangkan pemred ke delapan belas dinahkodai oleh Tgk. H. Hilal Nashruddin.

Gaung kegiatan el-Asyi Award telah lama terdengar. Panitia kegiatan sejak jauh-jauh hari telah mengadakan serangkaian perlombaan yang akan diumumkan pada malam puncak anugerah el-Asyi Award. Ada enam cabang yang diperlombakan; lomba khat, puisi, cerpen, hikayat, opini dan lomba menulis surat cinta untuk KMA. Ada beberapa tujuan diadakannya kegiatan ini. Pertama, syukuran HUT el-Asyi yang ke-18. Kedua, mengenang perjuangan sesepuh el-Asyi. Ketiga, momentum edisi emas ke-100 dan yang keempat adalah untuk mengembangkan minat tulis para anggota KMA.

Sebagai buletin perdana yang hadir dari organisasi kekeluargaan, el-Asyi juga merupakan buletin yang paling eksis dan masih berdiri sampai sekarang. Buletin yang memiliki 42-an halaman ini merupakan wadah mengekspresikan pemikiran bagi mahasiswa Aceh di Mesir. Dengan oplah yang berkisar 130 buah, sebenarnya buletin ini belum mampu mandiri, akan tetapi masih terikat dengan KMA sebagai naungan induk dan sumbangan dari dermawan.

Acara yang digelar agak telat ini (seyogyanya di mulai pukul 14.00, tapi molor menjadi 14.45 WK) berjalan dengan tertib dan lancar. Apalagi selepas ashar; ketika acara seremonial telah selesai. Panitia menyuguhkan penampilan-penampilan kreatif dari sanggar aneuk nanggroe. Praktis hiburan ini menambah antusias peserta yang datang.

Dalam sambutannya, ketua KMA; Yusri Noval, mengajak peserta yang hadir agar kembali merenungi fungsi kemahasiswaannya. Dimana seorang mahasiswa diharap menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Maka menurutnya, menulis adalah salah satu media perubahan yang paling cocok untuk zaman ini. Oleh karena itu Yusri berharap, agar nantinya melalui el-Asyi lahir penulis-penulis handal yang mampu mewarnai kehidupan bermasyarakat di Aceh. Terlebih, syariat Islam yang sedang dijalankan ini membutuhkan terobosan-terobosan jitu dari kalangan akademisi, di sinilah kesempatan kita (baca: mahasiswa Aceh-Mesir) untuk memberikan kontribusi kepada daerah yang kita cintai, ujarnya lebih lanjut.

Meuligoe Aceh yang dipusatkan sebagai tempat berlangsungnya acara pun tak mampu menampung peserta yang hadir. “Target kehadiran peserta sungguh diluar prediksi, padahal acara ini hanya dikhususkan bagi mahasiswa Aceh di sini,” ujar Faisal Ishak, ketua bidang Konsumsi. Karena ruang yang terbatas, dengan terpaksa, puluhan mahasiswa yang hadir terpaksa berdiri di luar meuligoe Aceh.

Meuligoe Aceh yang juga sekretariat mahasiswa Aceh- Mesir yang terletak di district Gami’, Hay ‘Asyir, hari itu benar-benar disulap menjadi panggung sederhana. Sejak acara dimulai sampai pukul 21.00. tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan kecuali ketika dilakukan break untuk shalat.

Beberapa peserta tampak kecewa karena tidak bisa melihat serangkaian acara secara langsung. Namun karena panitia terlebih dahulu sigap, mereka bisa menonton melalui video rekaman yang disambung ke televisi. Ada dua tv yang telah disiapkan oleh panitia untuk memuaskan hasrat mahasiswa yang ingin menyaksikan acara yang baru perdana dilaksanakan di KMA.

Nasyid Al-Manar yang tampil pada acara hiburan berhasil memukau para penggemarnya. Group nasyid kebanggaan warga KMA yang pernah beberapa kali meraih juara di berbagai event ini mengundang decak kagum penonton. Selanjutnya nasyid Al-Fasi juga tak kalah menarik. Walaupun terbilang baru, penampilan mereka bisa menghapus suasana yang mulai gerah.

Penampilan saman berhasil menutup sementara acara tersebut dengan sempurna. Team yang sudah dikenal luas ini benar-benar tidak mengecewakan penonton yang hadir. Team saman KMA ini juga beberapa kali mewakili kedutaan Indonesia di level internasional.

Selepas maghrib acara kembali dilanjutkan. Pemotongan kue oleh ketua KMA dan pemimpin redaksi el-Asyi menjadikan acara ini lebih bermakna. Dua orang tamu warga Mesir yang hadir juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan apresiasi mereka. Syekh Abdul Fattah yang mewakili jam’iyah syar’iyah (lembaga sosial yang intens memberi bantuan terhadap mahasiswa asing di Mesir) juga menyerahkan bantuan buku kepada KMA. Drama komedi hasil kreasi mahasiswa Aceh-Mesir juga tidak urung membuat warga KMA terpingkal-pingkal menahan ketawa. Walaupun persiapan mereka terbatas dan dadakan, mereka bisa tampil prima dan menarik.

Pemutaran film dokumenter sejarah el-Asyi, penampilan pantomin yang menggugah dan dua tembang menarik dari Santai Group membuat peserta tidak sadar bahwa jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00.

Di sela acara hiburan, juga diadakan pengunguman pemenang dan pembagian hadiah bagi mahasiswa yang menjadi juara dalam perlombaan el-Asyi award. Perlombaan yang berhadiah total $300 ini juga meanarik minat mahasiswa Aceh untuk berpacu dalam tulis menulis. Walaupun tidak banyak, lebih kurang 35 % mahasiswa Aceh Mesir ikut meramaikan lomba ini. Ada 80 karya yang hadir ke meja panitia.

Acara pada malam tersebut ditutup dengan makan malam. Kari kambing olahan koki-koki handal Aceh di Mesir semakin membuat suasana layaknya di Aceh. Walaupun acara telah selesai, nampaknya mahasiswa yang hadir belum puas dengan acara yang ada. Mereka masih melanjutkan dengan bincang sesama merajut ukhwah sekaligus melepas rindu.

* Staff Redaksi Al-Asyi & Pengurus KMA

One Comment leave one →
  1. aneuk aceh permalink
    21 July, 2009 21:41

    assalamualaikum,
    saleum ukhuwah keu aneuk nanggroe yang teungoh meununtot eleumee di mesir..

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: