Skip to content

Aceh Kirim 49 Mahasiswa ke Jerman

3 April, 2009

Pemerintah Aceh dalam tahun 2009 ini mengirimkan 49 orang penerima beasiswa program S-2 dan S-3 ke berbagai universitas terkemuka di Jerman. Mereka diberangkatkan pada bulan Juli mendatang.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan sumber daya manusia di Aceh dipastikan akan meningkat sejalan dengan dikembangkannya program beasiswa di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Pengiriman mahasiswa ke Jerman merupakan bagian dari usaha kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh,” ujar Irwandi Yusuf seusai penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) pengiriman mahasiswa Aceh ke Jerman, antara Pemerintah Aceh dengan Direktur Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD), Dr Helmut Buchholt, di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Kamis (2/4).

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Baron Paul van Maltzahn dan Direktur Ketenagaan Depdiknas Muchlas Samani. Proses seleksi akhir penerima beasiswa dilakukan sendiri oleh DAAD dengan menghadirkan lima profesor senior dari berbagai universitas di Jerman.

Selain menyeleksi penerima beasiswa, DAAD yang merupakan asosiasi perguruan tinggi di Jerman, juga membantu menempatkan dan memonitor kemajuan belajar para penerima beasiswa tersebut. “DAAD juga membantu pelatihan bahasa Jerman tambahan selama 16 minggu di Jerman sehingga semua penerima beasiswa dapat belajar dan bergaul dengan masyarakat negara tersebut.

Lembaga itu juga mengatur penjemputan pada saat di Bandara sampai kepada penempatan di masing-masing universitas,” ujar Gubernur Irwandi Yusuf. Dengan pola kerja sama demikian, lanjut Gubernur, penerima beasiswa asal Aceh diharapkan tidak akan mendapatkan kesulitan apapun. “Jadi mereka bisa belajar dengan nyaman di sana,” ujar Irwandi.

Kerja sama Pemerintah Aceh dengan Jerman dalam program beasiswa ini adalah yang pertama kalinya. Jerman dipilih sebagai salah satu negara tujuan karena biaya pendidikannya terhitung lebih murah dibanding Amerika Serikat, Australia, atau Inggris. “Pemerintah Aceh hanya menanggung biaya hidup mahasiswa tersebut.

Biaya pendidikan sebagian besar gratis. Kalaupun dibayar, jumlahnya sangat kecil,” jelas Irwandi yang mengenakan setelan jas biru tua dengan paduan dasi warna merah. Jerman merupakan salah satu negara maju di Eropa yang memiliki perhatian besar terhadap Aceh terutama setelah daerah itu dilanda bencana tsunami.

Pemerintah Jerman dan berbagai organisasi non pemerintah menyalurkan berbagai bantuan kepada Aceh. Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) termasuk salah satu yang mendaptkan bantuan dari Jerman. | serambinews

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: