Skip to content

Rp 2,8 M untuk Pengawasan UN di Aceh

19 April, 2009
UN

image by stockphoto

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 2,8 miliar untuk pengawasan Ujian Nasional (UN) 2009 di Aceh. Sejak Jumat (17/4), 986 anggota Tim Pemantau Independent (TPI) dan 518 anggota tim pengawas di bawah koordinasi Universitas Syiah Kuala, mulai disebarkan ke seluruh sekolah tingkat SMA dan SMP di Aceh.

“Hampir Rp100 miliar dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2009 di Aceh. Khusus untuk pengawasan disediakan anggaran Rp2,8 miliar,” kata Ketua Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional, Prof DR Ir Samsul Rizal M Eng, Jumat (17/4).

Menurut dia, jumlah dana pengawasan itu merupakan sebuah harga yang besar untuk kejujuran. Dia mengharapkan para pengawas benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga anggaran negara yang dihabiskan tidak sia-sia.

Kata Samsul, penurunan ribuan pengawas dan pemantau independen itu guna mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan, kebocoran soal, dan dapat mengawal proses pelaksanaan UN di Aceh hingga selesai.

Disebutkannya, walaupun sama-sama di bawah tanggung jawab Rektor Unsyiah, tetapi tim pemantau dan pengawas independen ini akan mendapatkan tugas yang berbeda. Dia merincikan, sebanyak 986 anggota TPI akan bertugas pemantau pelaksanaan UN SMP/SMP-LP/MTSN pada 27 hingga 30 April nanti. Para anggota di tim ini terdiri dari jajaran dosen PTN dan PTS se-Aceh dan perwakilan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, serta beberapa organisasi pemerhati pendidikan Aceh lainnya.

“Sedangkan untuk tim pengawas bertugas memantau pelaksanaan UN SMA dan SMK sederajat pada 20 hingga 23 April ini. Tim pengawas ini cuma melibatkan jajaran di Unsyiah, tanpa adanya kaitan dengan sejumlah lembaga lainnya,” paparnya.

Lebih Ketat
Peraturan pada pelaksanaan UN 2009 lebih ketat dibandingkan peraturan UN tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, adanya pelarangan khusus terhadap keberadaan para guru bidang studi yang sedang di UN-kan di lokasi sekolah saat ujian berlangsung.

“Para guru bidang studi yang sedang di UN-kan dilarang berada di sekolah saat ujian berlangsung. Kalau kedapatan bisa dilaporkan pada Tim Pemantauan Independent untuk diberikan sanksi pada guru yang bersangkutan,” kata Bambang Susilo, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh.

Para pejabat pemerintah yang biasanya meninjau lokasi UN pada hari ‘H’ juga dilarang memasuki ruang ujian. “Kalau gubernur atau bupati/walikota tetap masuk ruangan akan ditegur,” katanya.

Pada pelaksanaan UN kali ini, pengawas dan siswa peserta ujian juga dilarang memasukan handphone ke ruangan. Selain itu, lembaran jawaban siswa akan diawasi secara teliti oleh tim pemantau independen serta dilarang dibawa keluar dari sekolah seperti tahun-tahun lalu.

Disebutkan, total peserta UN 2009 di Aceh, untuk tingkat SMA sederajat berjumlah 72.309 siswa dan tingkat SMP sederajat berjumlah 90.697 siswa. | Harian Aceh

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: