Skip to content

Nasib Wisata Aceh di Masa Depan

4 May, 2009

Pemilik Sekolah Akting dan Modelling, Contoh Management Artis, Benny Simanjuntak, mengatakan, pariwisata Aceh termasuk tiga terindah yang ada di Indonesia, selain Bunaken dan Ancol. Namun sayangnya, dia menilai perhatian pemerintah Aceh terhadap sektor pariwisata masih sangat kurang. Hal itu diungkapkan Benny saat konfrensi pers bersama wartawan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Minggu (3/5), seusai melakukan kunjungan ke sejumlah daerah wisata di Aceh. Kunjungan itu sekaligus merupakan rangkaian awal persiapan rencana road show sejumlah artis ibukota ke Aceh 25 Mei nanti dalam rangka berdarmawisata.

“Tempat-tempat wisata di Aceh itu menarik dan sangat indah. Menurut saya, hanya ada tiga taman bawah laut terindah di Indonesia, yaitu Ancol, Bunaken, dan Sabang,” katanya. Benny tiba di Banda Aceh, Jumat (1/5). Selama dua hari itu, dia berkunjung antara lain ke Lampuuk, Ulee Lheue, Museum Tsunami, Putro Phang, PLTD Apung, dan Benteng di Lhong Raya, serta Sabang. Dari apa yang dilihatnya, dia menilai, perhatian yang diberikan pemerintah daerah Aceh terhadap sektor pariwisata masih rendah.

“Tempat-tempat wisata di Aceh tidak dikelola dengan baik, terkesan tidak terawat,” ujarnya. Seandainya sambung dia, Pemerintah Aceh lebih banyak berbuat untuk kemajuan wisata Aceh, seperti membangun penginapan, rumah makan, dan fasilitas pendukung lain, dia berkeyakinan keindahan lokasi-lokasi wisata Aceh membawa banyak keuntungan bagi perekonomian daerah ini sendiri.

Katanya, jika pemerintah tidak mendukung dan tidak banyak berbuat untuk mengembangkan wisata Aceh, maka hasilnya akan nihil. “Kita promosi besar-besaran pun hasilnya nihil, jika tak ada dukungan dari Pemda. Pemda lah yang punya kewenangan besar dalam mengelola potensi wisata ini, dibantu para stake holder dan para investor,” ujarnya.

tampak luar
tampak luar
Museum Tsunami Aceh
Bagian dalam Museum Tsunami Aceh

Promosi
Untuk mempromosikan potensi pariwisata Aceh ini, sejumlah artis nasional akan diundang datang ke Aceh. Antara lain Cut Tari, Cut Mini, T Zaki, T Wisnu, Iraswara, Indra Brugman, Jonatan Frizi, Zaskia Meka, dan sejumlah artis papan atas lainnya.

Dengan demikian promo pariwisata Aceh akan sampai ke kancah nasional. “Rencananya pada 25 Mei nanti, beberapa artis ibukota akan berwisata ke Aceh. Saya dan mereka komit untuk mempromosikan wisata Aceh ke kancah nasional,” kata Benny. Sekembalinya dari Aceh, ia akan langsung mengkoordinir artis-artis ibukota, baik melalui infotainment, seperti di acara Kiss atau Ektravaganza. Artis-artis ibukota yang komit membantu Aceh akan dikelompokkan.

Misalnya kelompok A yang terdiri dari Teuku Wisnu dan Cut Tari yang akan mempromosikan tempat-tempat wisata Aceh, dan kelompok B misalnya Teuku Zaki dan Zaskia Mecca yang akan mempromosikan kuliner Aceh.

“Juga tak tertutup kemungkinan, setiap artis yang komit mendukung wisata Aceh akan selalu menyapa Aceh saat tampil,” imbuhnya. Antusiasme Benny tersebut muncul karena ia melihat potensi wisata Aceh sangat besar dan potensial untuk dikembangkan. “Bagi saya Aceh sama seperti permata yang belum diasah sudah punya nilai jual, kalau diasah akan lebih bernilai lagi,” katanya bertamsil.

Kedatangan Benny sendiri atas undang Komite Pariwisata Kadin Aceh (KPKA), selain melihat objek wisata juga untuk melihat-lihat dan mencari bibit aktor dan aktris berbakat di Aceh. Menurut Ketua KPKA, T Nausa, menghadirkan menghadirkan artis ibukota adalah langkah konkrit KPKA untuk memajukan wisata Aceh.

“Saya lihat setiap negara yang maksimal mengembangkan sektor pariwisata, penduduknya pasti sejahtera. Tidak terkecuali nantinya Aceh, juga sangat bisa mensejahterakan penduduknya melalui sektor pariwista,” optimisnya.

Selain itu, KPKA juga berniat menggelar seminar yang menghadirkan seluruh stake holder dan dinas terkait untuk membicarakan format wisata Aceh. Seminar akan dihadiri para pakar wisata nasional. “Tujuannya untuk mencari desain konsep pariwisata yang tepat untuk dikembangkan di Aceh,” pungkas T Nausa.

Semoga saja ke depannya pemerintah Aceh lebih memperhatikan objek-objek wisata agar Aceh tidak kalah dibanding kawasan wisata lainnya di Indonesia.

Hal ini juga berarti dapat menaikkan citra Aceh dan juga dapat menaikkan ekonomi masyrakat sekitar objek wisata tersebut. Mudah-mudahan harapan tersebut menjadi nyata dan menjadi jawaban atas bagaimana nasib objek wisata ke depannya. | serambinews

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: