Skip to content

Irwandi Protes Penahanan Kadisdik Aceh

1 September, 2009

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku belum bisa menerima alasan penahanan Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Ilyas oleh Kepolisian Kota Besar Banda Aceh. Dia menilai ada kejanggalan dalam penahanan Ilyas Cs terkait dugaan korupsi pengadaan cetak sertifikat mampu baca Al Quran.

“Saya tidak bisa terima anak buah saya diperlakukan seperti itu. Penahanannya sarat keanehan, apalagi penetapan dia sebagai tersangka juga masih diperdebatkan,” kata Irwandi usai Sidang Paripurna Perhitungan APBA 2009 di Gedung DPRA, Selasa (25/8).

Menurut Irwandi, harga satuan yang dikeluarkan Muhammad Ilyas terhadap pengadaan cetak sertifikat mampu baca Al Quran sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub). Dia menyayangkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang tidak menggunakan dasar Pergub. “Jangan menyamakan harga satuan barang di Medan dengan di Aceh,” kata Irwandi.

Walau demikian, Irwandi menyatakan masih menunggu proses hukum terhadap anak buahnya itu. “Kita masih mempertanyakan penetapan dia sebagai tersangka, apakah penahanannya cukup unsur atau hanya penafsiran polisi?” lanjut gubernur.

Menurut Irwandi, kasus tersebut terlalu besar gaungnya ketimbang kerugian negara yang hanya Rp96 juta. “Penahanan tersebut juga menyebabkan guncangan perpolitikan Aceh. Maunya mereka menggunakan analisis yang lebih luas lah,” sindir Irwandi.

Namun, lanjut Irwandi, polisi berhak menahan orang 2×24 jam. “Yang kita sayangkan, kenapa polisi langsung menahan padahal dia pejabat publik yang proaktif terhadap hukum. Yang jadi tersangka bisa tidak ditahan kan?” sambungnya.

Sejauh ini sudah tiga pejabat hasil penjaringan memalui fit and propertest Pemerintah Irwandi-Nazar yang berurusan dengan hukum dalam kasus dugaan korupsi. Selain Muhammad Ilyas, dua pejabat lainnya yakni Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh Ir Sofyan Basri dan mantan Kadis Pariwisata Aceh yang kini menjabat Asisten Pemerintahan Setda Aceh Drs Marthin Desky.

Walau demikian, tak satu pun di antara mereka yang dicopot dari jabatannya. Bahkan Sofyan Basri sudah empat bulan lebih ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait masalah hukum di tempat kerja lamanya pada Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

“Saat ini di Dinas Pertambangan dan Energi belum ada pengganti definitif. Untuk pelaksana tugas sementara dilaksanakan Pjs, karena saya mendengar yang bersangkutan tidak terbukti bersalah. Namun, dalam waktu dekat akan diganti dengan pejabat definitif,” jelas Irwandi

Sementara untuk kasus Kadis Pendidikan, kata Irwandi, pihaknya masih menunggu ketetapan hukum. “Kalau ketetapan hukumnya sudah jelas, kita akan menonaktifkan dan posisinya akan diganti,” tandas Irwandi. | Harian Aceh

3 Comments leave one →
  1. 1 September, 2009 19:48

    knapa harus protes terima ja bner ga???

  2. sesal permalink
    15 September, 2009 14:03

    pak wandi makanya jangan main api, kalau salah ya tetap salah.

  3. sesal permalink
    15 September, 2009 14:04

    anak buah anda mungkin silap, yaang namanya kontraktor tender pasti cari jalan mulus.
    tapi coba cek dulu anak buah Disdiknya apakah itu Kepala bidangnya atau pimpro tendernya, kali aja juga menikmati

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: