Skip to content

Polda Bengkulu Amankan Mahasiswa Pengedar Ganja

10 September, 2009

Polda Bengkulu mengamankan dua mahasiswa pengedar narkoba jenis ganja dan empat pengguna lainnya yang berstatus sebagai pereman dan penjahit.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Ruslan Reza melalui Kabid Humas AKBP Y Suyetmo, Rabu, mengatakan, dua bandar ganja berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Bengkulu itu adalah: UI (29) dan Eka (23).

Sedangkan empat tersangka lainnya RI (36) seorang penjahat kambuhan asal Aceh, Vito (25) yang juga mengaku sebagai tukang jahit asal Muara Enim (Sumatra Selatan), Is (22) penjahit asal Medan (Sumut) dan Rud (22) pejual sate Padang, semuanya sudah diproses.

Dari tangan tersangka pngedar ditemukan satu kilogram daun ganja kering siap edar, sedangkan tersangka lainnya di bekuk polisi di lokasi yang berbeda.

Dibekuknya pengedar dan pengguna daun ganja itu, berkat informasi dari intel Korem 041 Garuda Emas (Gamas) Bengkulu, terkait keberhasilan jajaran intel Korem mengerebek para pelaku pengguna narkoba tersebut belum lama ini.

“Tersangka UI merupakan pemain baru, karena nama tersangka belum masuk dalam daftar yang ada pada kepolisian, sedangkan keterkaitan ke empat tersangka lainnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Keberhasilan dari petugas tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Begitu petugas menerima laporan dari masyarakat tentang adanya transaksi ganja di lokasi tempat kos tersangka di jalan Merpati 18 Rawa Makmur Kota Bengkulu.

“Ke enam tersangka merupakan warga sipil, akhirnya tersangka beserta barang bukti dilimpahkan Korem ke Polda Bengkulu, untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan tersangka UI kepada petugas, ganja kering seberat 1 kg ini di beli tersangka senilai Rp500 ribu dari Aceh lalu dibawa melalui jalan darat ke Bengkulu. Rencananya barang haram tersebut akan dijual seharga Rp 2 juta.

Dalam pemeriksaan itu, katanya, tersangka mengaku baru satu kali ini mengedarkan ganja, sedangkan sebagai pengguna sejak satu tahun kuliah, pertama dirasakannya selama masih berada di Aceh.

Para tersangka pengedar daun ganja itu dapat jerat hukum dengan pasal 78 jo pasal 82 Undang-Undang Psikotropika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu empat tersangkan lainnya masih dimintai keterangan atas keterlibatan mereka dengan peredaran narkoba ini, kata Suyatmo. | republika

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: