Skip to content

Guru Bakti Kluet Selatan Unjuk Rasa ke Gedung Dewan

20 October, 2009

Puluhan guru bakti dari Kecamatan Kluet Selatan, Senin (19/10), berunjuk rasa ke gedung DPRK mempertanyakan nasib mereka yang terkatung-katung tak kunjung diangkat menjadi PNS.

Mereka menilai Pemkab tidak adil dalam merekrut PNS yang ditandai banyaknya SK PNS siluman dan SK honorer fiktif, sementara mereka yang betul-betul berbakti tersisih.

Unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 00.10 Wib bertepatan ketika para wakil rakyat tengah menggelar sidang paripurna penetapan pimpinan definitif dan fraksi-fraksi DPRK Aceh Selatan periode 2009-2014. Aksi unjuk rasa tidak mempengaruhi jalannya rapat paripurna. Rapat terus berlanjut sementara para pengunjuk rasa yang diperkirakan berjumlah sekitar 60 orang menggelar orasi di halaman kompleks gedung terhormat itu.

Menurut pantauan, para pengunjuk rasa mendatangi gedung DPRK dengan berbaris tertib menyusuri ruas Jalan Syek Abdurrauf di kawal aparat kepolisian Polres Aceh Selatan. Di gedung dewan telihat sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga dan sepanjang menggelar orasi hingga dialog antara pendemo dengan wakil rakyat berjalan tertib. Tampak juga Kapolres Aceh Selatan AKBP Awi Setiyono,SIK.

Para anggota DPRK muncul menghadapi para pengunjuk rasa setelah usai rapat paripurna dengan berdiri di tangga, sementara di bawah para guru bakti terus menggelar orasi. Seperti biasanya, materi orasi berkisar seputar kinerja yang dalam pandangan para pengunjuk rasa sangat mengecewakan.

Tidak Peduli
Sebagai contoh, para anggota DPRK dipilih rakyat namun perhatian terhadap nasib rakyat sangat kurang. Para orator silih berganti berorasi. Dikatakan, dewan terkesan tidak peduli terhadap nasib rakyat kecil, padahal mereka berbakti sebagai tenaga pendidik demi mencerdaskan generasi bangsa. “Inilah ciri anggota dewan,” kata salah seorang orator dengan menambahkan, anggota DPRK jangan hanya membahas uang, tapi berbuatlah untuk menyalurkan aspirasi rakyat.

Kemunculan anggota DPRK di atas tangga menghadapi para pendemo mengubah suasana berubah tenang ketika ketua sementara DPRK, Jirhan menyampaikan pandangan yang intinya adalah mereka siap menampung dan menyalurkan aspirasi sesuai dengan tugas dan fungsi DPRK.

Selanjutnya 10 guru bakti mewakili rekan mereka diterima masuk untuk berdialog. Dalam dialog ini mereka menyampaikan empat butir tuntutan. Yaitu, meminta pemerataan formasi dalam perekrutan CPNS 2009, jujur, adil dan bebas dari KKN serta memprioritaskan putra daerah.

Mendesak pihak terkait dan mendukung pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus SK honorer fiktif, mendesak Pemkab Aceh Selatan dan dinas terkait untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga bakti dan honor, serta mendesak Pemkab segera mendirikan Perguruan Tinggi Negeri di daerah itu.

Menanggapi tuntutan ini, DPRK siap menampung semua aspirasi untuk disalurkan dalam konteks tugas dan kewajiban DPRK. “Kita siap tangani ini sebatas wewenang DPRD, tanpa mencampuri wilayah yang bukan menjadi kewenangan kita,” kata anggota dewan T.Mudasir.

Menurut keterangan, para pedemo adalah para guru bakti dengan masa kerja bervariasi. Di antaranya ada yang sudah mencapai 20 tahun, seperti diakui Harisah kepada Analisa.

Dirinya sudah mengabdikan diri sebagai guru bakti selama 20 tahun di MIN Kedai Kandang dan pernah ikut pemutihan pada tahun 2006 namun gagal. “Sekarang usia saya sudah 55 tahun,” katanya. | analisadaily

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: