Skip to content

Pendidikan Miliki Kontribusi Lestarikan Lingkungan

23 October, 2009

Banyak faktor yang turut menentukan keberhasilan suatu negara dalam mengatasi kemiskinan dan persoalan lingkungan. Pendidikan, pengetahuan, dan kemampuan manusia, adalah beberapa faktor yang berguna berguna untuk meningkatkan nilai tambah.

Jika kemampuan manusia ditingkatkan, maka tekanan pada sumberdaya alam dan eksploitasinya dalam mengatasi kemiskinan dapat diperkecil. ”Sebagai insan pendidikan, kita dapat memberi kontribusi penting, karena pendidikan dapat membantu peningkatan pengetahuan dan kemampuan manusia,” ujar Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof Ir Tian Belawati, MEd, PhD, seperti tertuang di siaran persnya dalam Wisuda Periode III UT Tahun 2009, Selasa (20/10).

Menurut Tian, pendidikan juga dapat membantu menyebarluaskan pemahaman bahwa lingkungan hidup dan konservasi adalah urusan kolektif masyarakat. ”Seperti pendidikan konservasi lingkungan yang merupakan investasi jangka panjang dan tidak boleh ditunda,” jelasnya.

Tian menambahkan bahwa UT memiliki kapasitas yang sangat besar untuk dapat berperan serta dalam meningkatkan kemampuan manusia, terutama manusia Indonesia, untuk mengatasi tekanan terhadap sumberdaya alam dan mengurangi kemiskinan. ”Secara aktif UT telah mempromosikan pendekatan-pendekatan konservasi di lingkungan UT Pusat dan UPBJJ-UT,” sambungnya.

Telah bertahun-tahun, kata Tian, UT melakukan penanaman pohon di lingkungan UT Pusat maupun UPBJJ-UT. UT juga sengaja membuat danau untuk ikut membantu konservasi air tanah. ”Dalam waktu dekat secara bertahap, UT akan menerapkan green office atau green work environment yang bertujuan mengurangi dampak negatif kita kepada lingkungan,” jelasnya.

Lebih jauh Tian mengatakan bahwa masalah lingkungan hidup adalah masalah yang multisumber, multipenyebab dan multidampak, yang telah mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan di seluruh bagian bumi. ”Degradasi lingkungan secara umum dipercepat oleh tiga hal, yaitu pesatnya pertumbuhan penduduk, disparitas kemakmuran, dan pembangunan ekonomi,” cetusnya.

Kombinasi dua faktor pertama, kata Tian, telah menyebabkan kemiskinan yang kronik, yang kerapkali dipakai sebagai dalih untuk menguras sumberdaya alam secara semena-mena. ”Di tingkat global dicanangkan pendekatan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development,” jelasnya.

Agenda utama pembangunan berkelanjutan, ujar Tian, adalah upaya untuk mensinkronkan, mengintegrasikan, dan memberi bobot yang sama bagi tiga aspek utama pembangunan, yakni aspek ekonomi, sosial-budaya, dan aspek lingkungan hidup. ”Melalui pembangunan berkelanjutan, diharapkan titik berat yang selama ini hanya pada pembangunan ekonomi, dapat bergeser menjadi pembangunan yang meliputi pembangunan sosial-budaya dan lingkungan hidup,” imbuhnya.

Tian berharap kepada wisudawan apabila kembali ke daerah asal masing-masing, dapat membawa pemahaman dan spirit bahwa lingkungan dan konservasi alam. ”Ini adalah urusan kita masing-masing, dan secara aktif kita dapat berbuat sesuatu untuk meminimalkan atau bahkan meniadakan dampak negatifnya lewat pendidikan,” tegasnya. | republika

2 Comments leave one →
  1. 23 October, 2009 09:39

    sepakat… jika seseorang memiliki pemahaman yang tinggi serta sadar akan pendidikannya dia akan menjaga lingkungannya.

  2. 3 November, 2009 14:50

    Hai, salam kenal, artikel anda ada di

    http://lingkungan.infogue.com/pendidikan_miliki_kontribusi_lestarikan_lingkungan

    ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: