Skip to content

2010 UN-SNMPTN Belum Digabung

14 November, 2009

Obsesi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M Nuh untuk mengintegrasikan Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2010 dimungkinkan tak akan bisa berjalan. Pasalnya, perangkat untuk melaksnakan kebijakan tersebut belum kuat dan perlu dilakukan kajian yang mendalama mengenai konsep integrasi itu.

Terlebih waktu yang diperlukan untuk menggerakkan program tersebut sudah terlalu mepet, karena sebentar lagi pelaksanan UN segera dilaskanakan. Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Mungin Eddy Wibowo juga mengakui hal tersebut. Pasalnya, saat ini BSNP tengah fokus untuk pelaksanaan UN yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang.

“Kalaupun harus dilakukan, tidak mungkin tahun 2010, karena BSNP saat ini tengah konsentrasi untuk pelaksnaan UN. Bisa dilihat ini saja sudah bulan Nopember sedangkan jadwal UN sudah ditetapkan bulan Maret mendatang, jadi tidak mungkin bisa, ” ujar Mungin saat dihubungi Wawasan, kemarin.

Dia mengatakan, program tersebut perlu dikaji sangat mendalam. Di antaranya mengenai penggunaan soal serta bentuk dari sistem integarsi tersebut. Terlebih kekuatan hukum untuk pelaksanaan sistem tersebut belum ada. Menurut Mungin, sampai saat ini kekuatan hukum yang ada hanyalah PP No 19 tahun 2005.

Integrasi terpisah
Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa bentuk integrasinya adalah terpisah, yakni hasil dari UN digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru. Dengan model ini, perguruan tinggi tak perlu mengadakan ujian lagi dengan materi-materi yang di-UNkan, jika pun perlu mengadakan ujian masuk hanya diperbolehkan mengujikan materimateri lain, seperti psikotes, bakat dan minat.

“Lha ini kan
belum jelas model integrasinya apa seperti itu atau itegrasi yang menyeluruh, yakni UN dan SNMPTN dijadikan satu penuh. Kalau seperti ini kan perlu disusun soal yang berbeda, karena UN dan SNPMTN itu mempunyai tujuan yang berbeda,” katanya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk membicarakan masalah integrasi tersebut. Karena selama ini keterlibatan perguruan tinggi dalam UN hanya sebatas tim independen, yang mengawasi jalannya UN.

Di sisi lain, sejumlah kalangan berpendapat bahwa bibit- bibit integrasi itu justru sudah mulai ditunjukkan dengan adanya pelaksanaan UN ulangan dan dimajukannya jadwal UN pada bulan Maret 2009. Kepala SMAN 3 Semarang, Sudjono menyoroti, adanya kemungkinan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan UN ulangan tersebut untuk lebih menyaring kompetensi dan kualitas siswa dalam rangka kaitannya dengan integrasi UN dan SNMPTN.

“Bisa jadi pada UN 2010 nanti, bobot soal agak berat. Sehingga untuk mengantisipasinya ada ujian susulan untuk mengurangi angka ketidaklulusan. Mungkin juga UN reguler dengan UN ulangan mempunyai bobot soal yang berbeda. Tetapi kami sudah siap apapun itu, ujarnya, kemarin.

Ia juga mengaku tidak kaget dan menyatakan siap jika UN harus diajukan menjadi bulan Maret. Hal itu, katanya, tidak banyak memberikan dampak kekhawatiran karena siswanya sudah dipersiapkan dengan matang. Terlebih jadwal diajukkanya UN juga tak begitu lama hanya berselang kurang lebih satu bulan saja. | wawasandigital

One Comment leave one →
  1. 11 January, 2010 10:13

    waktu pelaksanaan un yg begitu cpt ni,,,
    pasti membuat para siswa menjadi kalang kabut dan khawatir untuk mempersiapkan diri.tp,,kita sama2 berharap,,kalo ini adalah yang terbaik..

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: