Skip to content

Mahasiswa Tagih Pendidikan Gratis

18 November, 2009

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Politik Rakyat Miskin (LMND-PRM) menggelar demonstrasi memeringati Hari Pelajar Internasional di Boulevard UGM, kemarin.

Dalam aksi ini mahasiswa selain mengkritisi dunia pendidikan juga menyoal kondisi bangsa akhir-akhir ini. Massa mendesak kepada pemerintah untuk bisa mewujudkan pendidikan gratis serta mengkaji kembali berbagai kebijakan di dunia pendidikan yang dianggap merugikan masyarakat. Aksi ini mendapat pengawalan ketat petugas dari Polres Sleman serta sejumlah petugas satuan keamanan kampus UGM.

Belasan mahasiswa ini membawa sejumlah spanduk sebagian besar berisikan tentang perlawanan atas kapitalisme dan budaya korupsi, serta pola pendidkan yang dinilai kurang pas. Koordinator aksi, Kholis Annasir mengatakan, berbagai bentuk kebijakan pemerintah di bidang pendidikan seperti Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), UU Sisdiknas dan lainnya, mengakibatkan mayoritas rakyat miskin semakin tidak mendapatkan tempatnya.

Pasalnya, biaya pendidikan semakin tidak terjangkau. “Padahal negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang- kurangnya 20% dari APBN. Namun sejauh ini penyediaan dana tidak pernah mencapai 10%. Sementara dana alokasi pendidikan 20% masih terlalu kecil dibandingkan dengan dana untuk membayar utang luar negeri yang berkisar 35- 40% per tahun dari APBN,” katanya.

Dia menambahkan, alokasi dana pendidikan yang langsung menyentuh publik saat ini masih sangat minim karena harus melalui potongan-potongan administrasi dan praktik korupsi. Di sisi lain, kekayaan alam yang seharusnya menjadi andalan pembiayaan malah banyak yang dirampok pihak asing atas nama privatisasi.

“Pemerintah sudah secara nyata tidak memiliki niat dan tekad untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Pemerintah justru sibuk menyelamatkan perusahaan yang terkena dampak krisis,” katanya. Humas LMND-PRM, Ika Mutiara, menambahkan, pihaknya juga menuntut pemerintah menangkap, mengadili dan menyita harta para koruptor. Rakyat dalam hal ini harus diajak berpartisipasi untuk mengontrol. | okezone

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: