Skip to content

Pelaksanaan UN Harus Lebih Kredibel

23 November, 2009

Program pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengenai nilai hasil Ujian Nasional (UN) SMA sederajat sebagai satu pertimbangan untuk masuk ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sebaiknya jangan mutlak. Hal ini diungkapkan Prof Syawal Gultom, Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed).

Menurut Syawal, seleksi UN merupakan pengujian yang bersifat komprehensif dengan menguji yang telah dilakukan siswa selama belajar tiga tahun. “Sementara untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diperlukan pengujian potensi ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mensukseskan program pemerintah menggelar UN, seharusnya pemerintah juga memberikan wewenang kepada PTN untuk mengawas pelaksaan UN. “Hal ini untuk mensinergikan harapkan PTN terhadap calon mahasiswanya dengan konsep pengujian yang memprediksi calon mahasiswa ke depan,” terangnya.

Jadi, lanjut Syawal, UN tersebut harus lebih kredibel (dapat dipercaya, Red). “Dengan menyatukan dua konsep pengujian yang memang benar-benar berbeda antara UN sendiri dan ujian masuk perguruan tinggi negeri tersebut. Ini harus bisa dilakukan,” terangnya.

Syawal menambahkan, paling utama yang perlu dilakukan untuk mensukseskan program pemerintah tersebut, adalah menegakkan regulasi yang ada di UN secara konsekuen dan tegas. “Jika nilai standar minimumnya 5,5, ya dipenuhilah. UN ini kan ujian, ya perlakukanlah layaknya ujian, bukannya membagi-bagikan kunci jawaban kepada siswa,” tegasnya.

Sebab, sering terjadi sekolah secara sembunyi-sembuyi membagian kunci jawaban demi menghasilkan UN yang lebih baik. “Kalau kelakuan sekolah seperti itu, buat apa siswa capek-capek belajar selama tiga tahun bila akhirnya diberikan kunci jawaban,” jelasnya.

Selain itu juga, lanjut Syawal, untuk peningkatan mutu siswa, sebaiknya sekolah memberitahukan kepada orangtua siswa untuk dipersiapkan sebaik mungkin untuk melaksanakan UN nantinya. “Dengan begitu, orangtua siswa juga harus ikut andil dalam meningkatkan mutu pendidikan anaknya. Sekolah juga harus buat laporan perkembangan kemajuan siswa. Sekolah bukan hanya tempat melaksanakan UN, tapi juga untuk memperoleh life skill, dan sekolah itu adalah pusat peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, beberapa waktu lalu di Jakarta, menjelaskan, pengakuan terhadap hasil UN SMA sederajat oleh perguruan tinggi diharapkan sudah bisa berjalan secara baik pada 2012 atau 7 tahun setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. Di dalam aturan itu disebutkan UN merupakan salah satu pertimbangan untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Menurut Fasli, integrasi UN SMA sederajat yang dimulai dengan seleksi masuk PTN itu dimulai dengan melibatkan PTN dalam pelaksanaan UN yang selama ini dilaksanakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan pemerintah daerah. PTN ikut memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas soal-soal UN SMA sederajat.

Selain itu, PTN juga ikut dalam mengawasi pelaksanaan, pendistribusian soal-soal ke daerah, penilaian, hingga pengumuman. Langkah tersebut untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan UN SMA sederajat sehingga hasilnya tidak lagi diragukan PTN.
“Sudah disepakati apa yang diujikan di UN SMA tidak diuji lagi dalam Seleksi Nasional Masuk PTN. Ujian SNMPTN lebih untuk melihat potensi akademik calon mahasiswa,” jelasnya.

Soal pembobotan nilai UN SMA sederajat dalam seleksi penerimaan di PTN, masih belum diputuskan. Para rektor PTN sedang mengevaluasi pengakuan hasil UN untuk seleksi masuk di masing-masing PTN. Jika hasil UN SMA sederajat sudah diakui kredibilitas dan kualitasnya, bisa saja PTN menetapkan nilai batas minimal untuk calon mahasiswa yang bisa mendaftar pada ujian masuk di setiap kampus.

Dengan demikian, seleksi awal sudah terjadi dari hasil UN sesuai yang diminta PTN. | sumutpos

One Comment leave one →
  1. 5 January, 2010 05:43

    Ya, mungkin karena itu

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: