Skip to content

Gubernur Aceh Serahkan Beasiswa

25 November, 2009

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang kini sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, Selasa (24/11) kemarin menyerahkan beasiswa senilai Rp 200 juta kepada 40 mahasiswa asal Aceh di Timur Tengah. Beasiswa yang bersumber dari Pemerintah Aceh itu ditransfer dari Banda Aceh sehari sebelumnya.

Dari 40 mahasiswa Aceh itu, 34 orang kuliah di Mesir, lima kuliah di Sudan, dan satu lagi di Tunisia. Masing-masing mereka mendapat Rp 5 juta. “Mereka datang ke Tanah Suci untuk beribadah dan bekerja. Sedangkan permintaan beasiswa itu mereka usulkan dua hari sebelumnya saat berjumpa Gubernur Irwandi di Mekkah,” lapor Tgk Ameer Hamzah dari Mekkah tadi malam. Ameer yang mantan wartawan Serambi itu tergabung dalam JCH Kloter III dari Banda Aceh pada musim haji tahun ini.

Janji beli bus
Menurut Tgk Ameer, saat pertemuan dengan masyarakat Aceh kemarin pagi, Gubernur Irwandi juga berjanji akan membeli lima bus untuk mengantar jemput JCH Aceh selama menunaikan ibadah haji di Masjidil Haram, Mekkah. Irwandi prihatin dengan kondisi JCH asal Aceh yang tinggal di Aziziyah Janubiyah, sekitar 8 kilometer dari Haram. Sejak dua hari lalu, mereka dilaporkan telantar, karena tak ada lagi bus yang beroperasi dari maktab mereka ke Masjidil Haram.

JCH asal Aceh terpaksa menumpang taksi dengan tarif tinggi, sekitar 50-100 rial untuk satu trip. Satu rial = Rp 3.200. Berarti, untuk pulang pergi, seorang JCH harus merogoh kocek untuk taksi lebih dari Rp 600.000. Padahal, di luar musim haji, ongkos taksi dari Aziziyah ke Masjidil Haram yang berjarak sekitar delapan kilometer 5 hingga 10 rial.

“Gubernur berjanji, insya Allah tahun depan Pemerintah Aceh akan membeli lima bus untuk antar jemput JCH Aceh selama menunaikan ibadah haji di Mekkah. JCH daerah lain, seperti Yogjakarta sudah memiliki bus milik pemerintah daerah, khusus untuk antar jemput JCH daerah mereka di Mekkah,” demikian Tgk Ameer.

Pengarahan Menag
Sementara itu, wartawan Serambi, Zainun Yusuf, melaporkan dari Mekkah tadi malam bahwa Menteri Agama (Menag), Suryadarma Ali, memberikan pengarahan (briefing) kepada 3.800 petugas haji Indonesia, Senin (23/11) malam. Yang hadir dalam briefing itu, antara lain, petugas kloter, nonkloter, dan tenaga musiman. Termasuk 55 orang petugas kloter dari Embarkasi Aceh.

Briefing itu dilaksanakan di Gedung Qasr Badar Rusaifah, Mekkah, yang berkapasitas 1.000 orang. Karena tak tertampung, sebagian petugas haji yang hadir meluber hingga ke pelataran gedung tersebut. Dalam kesempatan itu Menag menekankan agar seluruh petugas meningkatkan pelayanan prima dan meningkatkan etos kerja, karena karakteristik JCH berbeda.

Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi pada kesempatan itu melaporkan, seluruh JCH Indonesia diberangkatkan secara bergelombang ke Arafah pada Rabu (25/11) hari ini untuk melaksanakan wukuf pada Kamis (26/11) bertepatan dengan 9 Zulhijah 1430 Hijriah.

Dilaporkan juga bahwa untuk 150 JCH Indonesia akan dilakukan safari wukuf karena yang bersangkutan masih diopname di berbagai rumah sakit Arab Saudi. Sedangkan JCH Indonesia yang wafat sudah 94 orang. Wartawati Serambi, Nurnihayati, dari Mekkah tadi malam melaporkan, di antara JCH Indonesia yang akan disafari-wukufkan itu terdapat JCH asal Keumala, Pidie, yakni Bakhtiar bin Rasyid (65). Menurut dokter kloter, dr Cut Rahimah, Bakhtiar akan disafari-wukufkan karena masih dirawat di Rumah Sakit BPHI, Mekkah.
Menurut Ketua Kloter 11 asal Aceh, H Khalid Wardana, 306 JCH Kloter 11 yang terdiri atas Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Pidie Jaya berangkat menuju Arafah sekitar pukul 16.00 WAS sore ini dengan nomor urutan 6. Seluruh mobil yang melewati kawasan Arafah dan Mina (Armina) akan diperiksa polisi Arab Saudi yang disiagakan di kawasan tersebut. Jalan menuju kawasan itu juga sudah disterilkan.

Tabloid Harian Mekkah berbahasa Indonesia dan Melayu kemarin mengutip keterangan Gubernur Mekkah, Pangeran Khalid Al-Faisal bahwa sebanyak 600 kamera telah dipasang di Jamarat untuk memantau pergerakan peziarah serta untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan saat melempar Jamarat.

Menurut Khalid Al-Faisal, juga sudah dipersiapkan sebuah dokumen dalam sembilan bahasa untuk menginformasikan kepada jemaah bagaimana mengikuti peraturan keamanan ketika melempar Jamarat. Di samping itu, tidak kurang 60 kendaraan khusus dipersiapkan untuk mengangkut jemaah lanjut usia dari dan menuju Jamarat. | serambinews

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: