Skip to content

Hasil UN-US Jadi Penentu Kelulusan Siswa

4 December, 2009
siswa

Sumber foto : bung-hatta.info

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh mengatakan, meskipun Permohonan Kasasi (PK) mengenai Ujian Nasional (UN) ditolak oleh Mahkamah Agung (MA), Departemen Pendidikan Nasional tetap akan menggelar UN yang dipercepat Maret 2010 nanti.

Dan dalam UN itu, hasil UN tak akan menjadi semata-mata penentu kelulusan siswa, melainkan akan diakumulasi dengan hasil Ujian Sekolah (US). “Untuk menentukan kelulusan, disamping UN juga ada ujian sekolah.

Jadi yang menentukan dua itu, kalaupun UN dapat 10 tapi ujian sekolah jeblok ya tidak lulus,” kata Muhammad Nuh. Nuh menjelaskan, syarat bagi seseorang siswa agar dinyatakan lulus atau menamatkan pendidikannya dijenjang pendidikan menengah, ada empat syarat yang harus dipenuhi.

Keempat syarat kelulusan itu, yakni selesai menjalankan seluruh program pendidikan, masalah ahlak juga harus memenuhi syarat, lulus US, dan juga lulus UN. “Jadi UN bukan satu satunya syarat kelulusan. Seakan-akan ada pergeseran UN itu satu satunya. UN itu bukan satu satunya. Tapi, kalau UN nggak lulus ya tidak lulus,” tegas mantan Menteri Kominfo ini.

Mendiknas lebih lanjut mengatakan, pihaknya tak mau berdebat soal perlu tidaknya UN dilaksanakan. Menurutnya, pemerintah tetap mengambil posisi yang tegas yaitu meneruskan UN. “Kita jalankan, kita laksanakan yang namanya UN. Kenapa kita ambil tegas seperti itu karena untuk menghindari yang namanya suasana ketidakpastian,” kata Nuh di Jakarta, Kamis (3/12).

Menyinggung soal standar nilai kelulusan UN tahun ini, Nuh mengatakan, setiap siswa harus memenuhi standar nilai rata-rata 5,5 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, dan Fisika. “Tapi boleh juga ada angka 4-nya,” kata Nuh.

Muhammad Nuh mengungkapkan, apa yang dilakukannya ini juga dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan, yakni dengan jalan melakukan perbaikan sistem UN. “Pertama mulai dari pembuatan soalnya, soal ini harus kita yakinkan bahwa memang betul ini mencerminkan kemampuan anak dengan spektrum yang lebih lebar. Jangan sampai soalnya susah semua, ini yang akan kita ukur,” pungkasnya.

Sebelumnya, legislator asal NTT yang duduk di Komisi X DPR RI, Jefri Riwu Kore mengatakan, hasil UN sebaiknya jangan menjadi patokan untuk menentukan kelulusan siswa. Masalahnya, dukungan infrastruktur atau sarana/prasarana pendidikan maupun kualitas guru di daerah, khususnya di NTT tak sebanding dengan sarana/prasarana pendidikan maupun kualitas guru di daerah yang sudah lebih maju.

Karena itu, kata Jefri, UN sebaiknya cukup dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui sejauh mana standar mutu pendidikan secara nasional, sedangkan untuk menentukan kelulusan diserahkan ke sekolah yang bersangkutan, atau hasil UN dan hasil US diakumulasi lalu dibagi dengan persentase tertentu baru hasilnya dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa. | fajar

2 Comments leave one →
  1. cahaya permalink
    23 January, 2010 15:37

    Tolong dipertimbangkan apa yang Pak Jefri Riwu Kore katakan.
    terima kasih…

  2. suci permalink
    10 March, 2010 12:18

    iya pak tolong di pertimbangkan

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: