Skip to content

Daerah Boleh Target Lulus 100 %

7 December, 2009
lulus

Ilustrasi : Google

Mendiknas Moh Nuh mempersilahkan pemerintah daerah menarget tinggi? Kelulusan siswanya dalam ujian nasional (UN). Dengan catatan, upaya tersebut dilakukan dengan penuh kejujuran dan fair. Untuk itu, Nuh meminta agar persiapan UN 2010 dilakukan dengan baik. “Gubernur, bupati, dan kepala dinas boleh mencanangkan target kelulusan 100 persen. Caranya untuk mencapai kelulusan itu sama dengan kita punya target ingin pergi haji. Tidak ada yang melarang, tapi yang tidak boleh itu jika ?pakai cara tidak benar,” terangnya,kemarin (6/12).

Karena itu, kata Nuh, menekankan nilai-nilai kejujuran dari level kepala dinas pendidikan hingga sekolah dinilai amat penting Mendiknas meminta agar kepala daerah mengawal pelaksanaan unas supaya dapat berjalan secara bersih dan jujur. “Pemda kami harapkan mampu mengawal nilai kejujuran. Jangan sekali-kali unas dijadikan sebagai eksperimen lapangan untuk pembuktian kecurangan,” ujar mantan rektor ITS itu.

Kendati demikian, kata Nuh, pemerintah sejatinya tak memiliki target kelulusan secara khusus pada UN 2010. Yang penting, kata dia, adalah meningkatkan kualitas pelaksanaan UN. Seperti, menekan tingkat kecurangan diberbagai daerah, memperlancar distribusi soal, meningkatkan pengawasan, hingga memotivasi siswa untuk menghadapi ujian tersebut.”Tingkat kelulusan SMA/MA saat ini sudah mencapai 95 persen. Karena itu, mau diapakan lagi?Apa mau ditarget lebih dari 100 persen? Yang penting kualitas pelaksaan harus diperbaiki,” jelas bapak satu anak itu.

Nuh tidak menafikan bahwa selama ini kecurangan unas ?terjadi hampir disemua level pendidikan secara terstruktur. Untuk memutus mata rantai kecurangan itu, Depdiknas telah menyiapkan upaya khusus. “Tapi, maaf tidak bisa kami ungkapkan ke publik. Karena khawatirnya akan diantisipasi oleh pihak yang berniat curang. Tapi, mudah-mudahan tidak ada yang berniat curang,” ungkapnya.

Saat ini, menurut Nuh, Depdiknas konsentrasi untuk mempersiapkan unas dengan baik. Karena itu, dalam setiap kunjungan ke daerah, Mendiknas selalu menyosialisasikan pelaksaan ujian tersebut. “Saya selalu tekankan ke sekolah-sekolah untuk menjaga nilai kejujuran,” ujarnya.

Selain itu, dalam waktu dekat ini Mendiknas akan mengundang pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengawal pelaksanaan unas. Terutama, memperketat pengawasan.”Kami sudah jadwalkan pada 16 Desember mendatang. Peran perguruan tinggi amat kami perlukan,” imbuhnya.

Mendiknas menegaskan, siswa tak perlu khawatir karena UN bukan menjadi satu-satunya syarat penentu kelulusan. Nuh menyebut, ada empat syarat kelulusan siswa. Pertama, siswa telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua, dinyatakan lulus oleh guru dan kepala sekolah yang dinilai dari aspek moralitas. Ketiga, lulus ujian sekolah, dan terakhir lulus unas. “Kalau empat-empatnya lulus maka luluslah dia, sehingga kalau ada yang mengatakan bahwa unas satu-satunya syarat, itu tidak benar,” terang Nuh

Nuh mengimbau siswa sebagai generasi penerus supaya tidak takut dalam menghadapi ujian. “Jangankan diuji bapak ibu guru di tingkat sekolah, diuji oleh kabupaten pun siap, diuji oleh provinsi pun siap, diuji secara nasional pun siap, bahkan diuji secara internasional, ” ujar pejabat asal Surabaya itu.

Karena itu,Mendiknas meminta agar siswa belajar dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian. “Bulan Maret 2010 ujian. Siapkan dengan baik. Saya doakan siswa yang akan ujian bisa sukses semua,” ujarnya. | jambiekspres

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: