Skip to content

Mahasiswa UGM Marak Ditawari Jadi Joki Ujian

16 December, 2009
joki

Ilustrasi : Google

Tawaran kepada mahasiswa UGM untuk menjadi joki dalam berbagai seleksi tes disinyalir cukup banyak. Kondisi ini dilatarbelakangi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan kapabilitas dari universitas tertua di Indonesia ini.

Menurut pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM UGM Lakso Anindito, tawaran menjadi joki layaknya fenomena gunung es, di mana sebenarnya banyak kasus yang terjadi namun hanya sedikit yang ketahuan. Dia menduga maraknya tawaran perjokian yang mengincar rekan-rekannya disebabkan stigma masyarakat bahwa UGM merupakan salah satu kampus yang terbaik di Indonesia. Jadi, wajar saja jika banyak tawaran yang mengarah ke mahasiswa UGM yang dinilai mempunyai kemampuan lebih. “Saya kira banyak tawaran seperti itu (jadi joki ujian),” ungkapnya.

Terkait adanya kasus penangkapan mahasiswa UGM yang jadi joki ujian CPNS di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (12/12/2009), dia menduga salah satu alasan pelaku mau jadi joki disebabkan mahalnya biaya perkuliahan di universitas yang dikenal sebagai Kampus Biru itu. Menurut Lakso, hal tersebut sangat berhubungan antara biaya kuliah mahal dan pelaku menyimpang rekan-rekannya.

“Mahasiswa terpaksa menerima, barangkali karena biaya kuliah yang mahal. Sehingga para pelaku ini tergiur mengambilnya (tawaran joki). Terlebih yang di Kabupaten Sidrap imbalannya antara Rp10-15 juta. Meski demikian, hal ini merupakan perilaku yang tercela dan harus ditindak secara tegas,” tandas Lakso.

Dengan adanya kejadian tersebut, integritas diri merupakan hal yang penting untuk dibangun di UGM. Selain harus ada penyesuaian biaya kuliah, pengelola UGM juga harus berpikir tentang perlu diadakannya peningkatan proses pendidikan antikorupsi. Secara terpisah, kalangan mahasiswa UGM menyesalkan tindakan yang dilakukan rekan mereka yang menjadi joki dalam proses CPNS di Kabupaten Sidrap.

Seperti diketahui, hingga kini sudah dipastikan dua dari lima orang yang ditangkap Polres Sidrap merupakan mahasiswa UGM. Dua mahasiswa UGM tersebut adalah Andi Eka Wibowo (mahasiswa Fakultas Farmasi angkatan 2006) serta Dian Septiarni (mahasiswa Fisipol D-3 angkatan 2005).

Kepada wartawan, seorang rekan Andi, Hanif Alfa Sandi, mengaku turut malu dengan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, rekannya tak seharusnya terjerumus dalam masalah semacam itu. Sepengetahuan dia, yang bersangkutan merupakan mahasiswa yang aktif dalam berbagai hal, baik akademis maupun kegiatan kemahasiswaan. “Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, apalagi saya salah satu teman seangkatan meski beda kelas,” ungkapnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM Haryanto mengaku hingga kemarin belum ada tambahan informasi terkait kasus ini.

Dari crosscheck yang dilakukan pihaknya kepada Dekanat Fisipol, diketahui mahasiswi bernama Dian Septiarni dalam tahun ini sudah tidak aktif kuliah. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Farmasi UGM Edi Meiyanto membenarkan bahwa Andi Eka Wibowo merupakan mahasiswa di fakultasnya. Andi dikenal mahasiswa yang memiliki prestasi. “Memang benar itu mahasiswa kami. Namun untuk proses, kami hanya menunggu. Dia juga merupakan mahasiswa yang berprestasi di bidang karate di tingkat nasional maupun regional. Kami sangat menyayangkan adanya kejadian ini,” ujarnya. | okezone

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: