Skip to content

Korban Banjir Sudah Tiga Hari tak Mandi

23 December, 2009
banjir

Sumber foto : Acehkita

Ribuan korban banjir di dua kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), yaitu Meureudu dan Meurah Dua, hingga Selasa (22/12) kemarin masih kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya, ramai di antara korban banjir yang sudah tiga hari tidak mandi lantaran jatah air bersih yang diterima sangat terbatas dan hanya cukup untuk memasak.

Krisis air bersih itu terjadi setelah fasilitas perusahaan air minum di ibu kota kecamatan (PAM IKK) Meureudu rusak diterjang banjir bandang, Sabtu (19/12) malam. Keuchik Meunasah Jurong Teupin Pukat, Cut Lidan Sulaiman, kepada Serambi kemarin mengatakan, untuk 1.025 jiwa (315 KK) warganya yang korban banjir, Pemkab Pijay sejak hari pertama banjir telah menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, dan minyak makan.

Namun, yang menjadi persoalan utama bagi korban banjir hingga hari kemarin sore, ungkap Cut Lidan, adalah soal air bersih. Sebab, pasokan air bersih yang dilakukan dengan mobil tangki sangat terbatas jumlahnya. “Bahkan hari ini (kemarin) hingga sore belum ada pasokan air satu liter pun,” keluh Cut Lidan.

Wahyu Karim, warga Gampong Beuringen, mengaku sudah tiga hari tidak mandi lantaran tak memperoleh pasokan air bersih yang memadai. Kalaupun ada pasokan air yang didapat dari mobil tangki itu hanya cukup untuk memasak sekitar 20-25 liter/hari. “Saya tiga hari belum mandi, bahkan sekujur badan mulai gatal-gatal,” ungkap Wahyu. Mobil tangki yang tersedia untuk memasok air bersih kepada 20 desa di empat kecamatan yang terkena banjir sangat terbatas dan hanya tiga unit. Dua di antaranya malah mobil pemadam kebakaran.

Korban banjir di Pijay hingga kemarin terlihat masih sibuk membersihkan lumpur yang menimbun rumah mereka setinggi 5-30 centimeter, termasuk badan jalan desa yang tertimbun lumpur mencapai 40 centimeter. Sebagian rumah yang belum bisa dibersihkan dari timbunan lumpur lantaran tidak ada air, para korban banjir terpaksa masih tidur di meunasah-meunasah desa terdekat.

Serahkan bantuan
Sementara itu, Gubernur Irwandi Yusuf didampingi istrinya, Darwati A Gani, beserta sejumlah kepala dinas–di antaranya Kadis Bina Marga dan Cipta Karya Aceh Dr Muhyan Yunan dan Kadis Pengairan Aceh Ir Mufti Majid–mengunjungi dua lokasi banjir, yakni Pidie Jaya dan Batee Iliek, Bireuen, kemarin.

Dalam kunjungan itu Gubernur Irwandi menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Pidie Jaya yang diterima langsung oleh Bupati M Gade Salam berupa uang tunai Rp 350 juta, baju daster 1.000 lembar, baju kaus 1.000 lembar, dan kain sarung 1.000 helai. Kemudian, 50 paket peralatan masak, satu mobil tangki air bersih 5.000 liter (pinjam pakai), dan termasuk 38 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Dalam kunjungan itu Gubernur Irwandi meninjau lokasi yang diterjang banjir, berupa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Meunasah Lhok (Pantee Geulima)-Meunasah Mancang/Dayah Usen. Jembatan yang panjangnya 80 meter ini porak-poranda diterjang air bah. Saat melihat jembatan gantung itu Gubernur sempat menelepon Pangdam IM Mayjen TNI Hambali Hanafiah di Banda Aceh untuk meminta bantuan alat berat guna membersihkan sungai dari timbunan kayu yang tersangkut di kabel jembatan gantung tersebut.

Ketersediaan alat berat di tempat itu sangat terbatas, bahkan untuk membersihkan lumpur di atas badan jalan tidak mencukupi hanya ada satu unit greder. Lokasi bendungan Irigasi Blang Awe juga rusak parah akibat diterjang banjir. Akibatnya, suplai air ke ribuan hektare sawah di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan sebagian Kecamatan Ulim, putus total. Kondisi ini menyebabkan para petani di tiga kecamatan itu yang hendak menabur benih urung dilakukan, karena sawahnya kering kerontang.

“Kemungkinan musim tanam kali ini terancam gagal,” ungkap M Gade Salam kepada Gubernur Irwandi saat meninjau lokasi bendungan irigasi tersebut. Untuk itu Bupati Gade Salam mengharapkan kepada gubernur supaya bendungan irigasi itu secepatnya ditanggulangi. Menanggapi permintaan bupati, Gubernur Irwandi langsung meminta Kadis Pengairan Aceh Mufti Majid, untuk segera menanganinya.

Sekolah
Sebanyak 18 sekolah yang tertimbun lumpur hingga kemarin masih dibersihkan dengan mengandalkan peralatan seadanya seperti yang dilakukan siswa SMP 3 dan SMA 2 Meureudu. Bahkan seluruh sekolah masih tertimbun lumpur di bagian perkarangannya, sedangkan yang sudah dibersihkan hanya bagian dalam ruangan.

Bahkan ribuan siswa mulai TK, SD, SMP, SMA hingga kemarin masih diliburkan, karena tak bisa belajar lantaran sekolahnya masih tertimbun lumpur dan mobiler juga rusak. “Untuk sekolah baru selesai pembersihannya lima hari lagi. Sedangkan proses belajar-mengajar baru bisa dilakukan Senin pekan depan,” ungkap Gade Salam.

Batee Iliek
Gubernur Irwandi dan rombongan juga meninjau lokasi banjir di Batee Iliek, Bireuen, kemarin sore. Di kawasan objek wisata sungai yang berair sejuk ini, gubernur menyerahkan bantuan uang tunai Rp 150 juta untuk pesantren dan masyarakat yang terkena banjir. | serambinews

2 Comments leave one →
  1. 24 December, 2010 23:59

    gara2 ikoh kayee ngen dibuka galian c maka bandang hantam

Trackbacks

  1. Tweets that mention Korban Banjir Sudah Tiga Hari tak Mandi « .: SAMAN UI :. -- Topsy.com

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: