Skip to content

UN 2010 Diakui Lebih Lunak

12 January, 2010
ujian nasional

Ilustrasi : Google

Pengelola sekolah mengaku ujian nasional (UN) 2010 sedikit memberikan kelonggaran. Meski begitu, secara umum pelaksanaan UN 2010 termasuk di dalamnya prasyarat kelulusan UN tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Kepala SMP Negeri 2 Semarang Sutomo mengatakan syarat rata-rata kelulusan 5,5 dengan memperbolehkan dua mata pelajaran bernilai 4,00 cukup membantu. “Yang penting totalnya 22 dan rata-rata nilainya 5,5,” ujarnya di Jakarta.

Pelaksanaan UN tahun ini dinilai lebih lunak karena Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) memberikan beberapa fasilitas seperti menggelar ujian ulangan.

Dia juga menampik anggapan yang menyebut bahwa, sekolah lebih lunak terhadap pelaksanaan ujian sekolah sehingga seolah-olah UN menjadi satu-satunya penentu kelulusan.

Di Kota Semarang, sedikitnya ada dua sekolah yang tidak meluluskan siswanya lantaran tidak memenuhi syarat lulus ujian sekolah. Padahal dilihat dari nilai UN, siswa tersebut melebihi rata-rata.

“Saya juga hampir tidak meluluskan siswa saya,jika saja dia tidak mengikuti ujian sekolah susulan karena sakit. Jadi, tidak ada alasan siswa menyepelekan ujian sekolah, karena UN dan ujian sekolah bobotnya sama,” paparnya.

Sesuai aturan pemerintah, syarat siswa dinyatakan lulus yaitu mengikuti pendidikan selama tiga tahun, lulus UN, ujian sekolah termasuk ujian praktik.

“UN penting dan tetap harus ada karena UN adalah alat evaluasi pembelajaran yang ditempuh siswa selama pendidikan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala SMK Negeri 4 Semarang Bambang Suharjono.Dia sangat setuju dan menyambut baik adanya UN ulangan. Dia berpendapat, keberadaan UN ulangan sangat menguntungkan siswa, meski untuk itu menyebabkan pelaksanaan UN harus maju satu bulan.

“Apalagi jika pengumuman UN ulangan itu diberikan sebelum pendaftaran ke perguruan tinggi ditutup. Jadi, siswa yang tidak lulus bisa langsung bisa mengulang dan masih ada kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” paparnya.

Ketua PGRI Semarang Ngasbun Egar berpendapat UN adalah disorientasi pendidikan. Menurut penilaiannya, UN hanya difokuskan pada aspek kognitif atau pengetahuan siswa dengan mengabaikan keterampilan anak. | okezone

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: