Skip to content

Rektor: HNMUN Ajang Bergengsi di Dunia

5 February, 2010
harvard

Ilustrasi : Harvard University

Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof dr Susilo Wibowo, mengatakan, Harvard National Model United Nations (HNMUN) adalah ajang bergengsi bagi perguruan tinggi di seluruh dunia.

“Kami sendiri baru mengikuti pertama kali dalam HNMUN 2010 yang akan dilaksanakan pada 9-19 Februari mendatang,” katanya usai mengecek kesiapan delegasi Undip dalam HNMUN 2010 di Semarang, Jumat.

Ia mengatakan, HNMUN merupakan ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh dunia.

Setiap delegasi, katanya, akan berperan sebagai diplomat yang menganalisis permasalahan internasional.

“Ajang ini dapat menjadi proses pendewasaan dan penambahan wawasan bagi setiap mahasiswa terkait permasalahan yang terjadi di kancah internasional dan mereka akan mendapatkan pengalaman yang benar-benar bermanfaat,” katanya.

Apalagi, katanya, HNMUN merupakan ajang kerja sama antara salah satu universitas terbaik di dunia, Harvard University, dengan PBB yang diselenggarakan setiap tahun.

Ia mengemukakan, para peserta yang menjadi delegasi dalam HNMUN telah melewati seleksi yang sangat ketat, termasuk seleksi yang dilakukan Undip, seperti kecakapan berbahasa Inggris dan pengetahuan mengenai dunia internasional.

“Kami sebelumnya menyeleksi seluruh mahasiswa Undip menjadi sekitar 80-90 orang, setelah itu seleksi diperketat hingga akhirnya terpilih sebanyak 15 mahasiswa yang menjadi delegasi Undip dalam ajang tersebut,” katanya.

Pihaknya selama ini memang terkendala pendanaan untuk mengikutsertakan mahasiswa dalam ajang yang berskala internasional itu.

“Untuk HNMUN 2010 saja kami memperoleh dana dari berbagai pihak, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PT Sido Muncul, PT Djarum, pihak Undip, dan orang tua mahasiswa yang bersangkutan,” katanya.

Buna Rizal Rahman, ketua delegasi Undip, mengatakan, para peserta akan dibagi menjadi beberapa komite antara lain “political and decolonization”, “world conference on women”, dan “social humanitarian and cultural”.

“Persiapan untuk mengikuti ajang ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Oktober 2009 diantaranya cara berdiskusi, berdebat, menganalisa, dan mengembangkan solusi dari berbagai persoalan,” kata Buna yang juga mahasiswa Fakultas Teknik Undip itu. | antaranews

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: