Skip to content

Kemendiknas Kembangkan Peer Group Untuk Seleksi Guru Besar

19 February, 2010

Kementerian Pendidikian Nasional RI (Kemendiknas) tengah melakukan evaluasi dan meninjau ulang sistem pengangkatan dan persetujuan pemberian status guru besar (profesor) di perguruan tinggi, sehingga diharapkan dapat menghasilkan guru besar yang lebih berkualitas.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada jumpa pers terkait kasus plagiat karya tulis yang dilakukan oleh calon guru besar di Gedung Kemendiknas, Jakarta, Jumat (19/2), peningkatan kualitas seorang guru besar sudah menjadi keharusan, dan ia mengaku telah merencanakannya sejak dua bulan lalu.

Perencanaannya telah dilakukan dua bulan lalu, dan salah satu langkah yang akan dilakukan, Kemendiknas akan membentuk peer group. Peer group ini akan terlibat dalam proses penilaian, persetujuan dan pengangkatan seorang guru besar yang terkait dengan bidang keilmuannya,” katanya.

Dijelaskan bahwa kementeriannya tidak tidak memiliki tangan sampai ke bawah (perguruan tinggi), sehinga segala keputusan mengenai persetujuan dan pengangkatan seorang guru besar menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Mendiknas mengatakan, sangat terbuka untuk mengembangkan peer group (kelompok dengan anggota sebaya atau yang anggotanya memiliki keilmuan yang sama), sehingga dalam setiap pengajuan karya ilmiah yang diajukan seseorang untuk memperoleh gelar yang lebih tinggi, karya ilmiah itu diteliti lebih dulu oleh peer group yang memiliki bidang keilmuan yang sama dengan karya ilmiah yang diajukan.

Ia menjelaskan, apabila ada seseorang yang mengajukan karya ilmiah untuk meraih gelar doktor atau untuk meraih gelar profesor (guru besar), maka karya ilmiah itu akan direview lebih dulu oleh peer group bidang keilmuan itu.

Mendiknas mengatakan, saat ini memang sudah ada tim penilai (karya ilmiah) dan tim yang menyetujui pengajuan dan persetujuan pemberian status guru besar, namun ke depan keberadaannya akan semakin dipertajam lagi.

Tim ini nantinya tidak hanya menilai dari aspek administrasi semata, tetapi dipertajamhingga ke aspek akademik keilmuannya, katanya.

Dengan penguatan peer group itu, katanya, maka satu urusan dalam meneliti wawasan keilmuan dan karya ilmiah keilmua seorang calon guru besar sudah bisa diatasi.

Peer group akan menjadi filter pertama di perguruan tinggi masing-masing, baru setelah lolos seleksi direkomendasikan ke Kemendiknas RI, kata M. Nuh.

Ia menjelaskan, apabila ada seseorang yang mengajukan untuk mendapatkan gelar profesor (guru besar), maka peer group itu harus berisi orang-orang yang bergelar doktor (S3) yang keilmuannya sama dengan bidang keilmuan calon guru besar itu.

Mengapa? Karena untuk menjadi guru besar itu harus jenjang pendidikan S3, harus doktor. Kalau peer group-nya tidak punya ketajaman di bidang keilmuannya, tentu sulit untuk memahami dan  menguasai karya ilmiah yang diajukan, katanya.

Seleksi tidak berhenti di tingkat perguruan tinggi, karena ketika seseorang lolos dari seleksi peer group di perguruan tingginya, seleksi kedua akan dilakukan oleh tim penilai angka kredit di tingkat Kemendiknas.

Mendiknas pada kesempatan itu menyambut baik banyaknya dosen yang berkeinginan untuk meraih status guru besar.

Kebutuhan akan guru besar sangat banyak, demikian juga jumlah doktor di Indonesia sekarang naik pesat,” katanya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2009, jumlah pemohon untuk meraih gelar guru besar di perguruan tinggi negeri (PTN) sebanyak 986 orang, sedangkan yang lolos mencapai 286 orang.

Pada tahun 2008, katanya, jumlah guru besar di PTN di Indonesia sebanyak 3.439 orang (di PTN), sedangkan di PTS 512 orang.

“Tahun 2009, jumlah guru besar di PTN bertambah 200 orang lebih, sehingga kini menjadi 3.662 orang, demikian juga di PTS, jumlah guru besar bertambah menjadi 573 orang, sedangkan jumlah seluruh dosen PTNI di seluruh Indonesia mencapai 75.000 orang,” katanya. | depkominfo

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: