Skip to content

Tingkat Kelulusan UN Utama 2010 Capai 89,61%

24 April, 2010

Persentasi kelulusan satuan pendidikan SMA dan MA dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2010 mencapai 89,61 persen, yaitu dari jumlah seluruh peserta UN setingkat SMA/MA sebanyak 1.522.162 siswa, yang lulus (tidak mengulang) sebanyak 1.368.083 siswa (89,61 persen), sedangkan yang mengulang sebanyak 154.079 siswa (10,39 persen).

“Jadi kalau dibandingkan nilai reratanya antara tahun ajaran 2008/2009 dan 2009/2010, terjadi peningkatan. Tahun 2009 lalu adalah 7,25, sedangkan tahun 2010 nilai reratanya 7,29,” kata Mendiknas Mohammad Nuh saat jumpa pers hasil UN 2010 dan persentase siswa yang harus mengulang UN di Gedung Kemdiknas RI di Jakarta, Jum’at (23/4).

Menurutnya, berdasarkan data sementara di Kemdiknas, rerata nilai UN SMA Negeri mencapai 7,43, SMA swasta 7,17, sedangkan nilai rerata Madrasah Aliyah Negeri Negeri 7,25 dan MA swasta, 6,96. UN Ulangan tingkat SMA/MA, kata Mendiknas, akan dilaksanakan 10-14 Mei 210.

Nuh menjelaskan, dari jumlah siswa yang harus mengulang UN sebanyak 154.079 siswa, ada sebanyak 99.433 siswa (64,5 persen) yang hanya akan mengulang pada satu mata pelajaran saja (1 MP), sedangkan yang mengulang dua mata pelajaran (2 MP) ada sebanyak 25.277 siswa (16 persen), yang mengulang tiga mata pelajaran (3 MP) sebanyak 10.034 siswa (6,5 persen).

“Sedangkan yang harus mengulang UN pada empat mata pelajaran ada sebanyak 4.878 siswa atau 3,2 persen, yang mengulang lima mata pelajaran sebanyak 2.548 siswa atau 1,7 persen, dan yang mengulang enam mata pelajaran sebanyak 930 siswa atau 0,6 persen,” katanya.

Mendiknas menjelaskan bahwa ia menemukan satu hal yang menarik, yaitu ada sebanyak 10.979 siswa (7,1 persen) yang memperoleh nilai lebih dari 4,0, namun reratanya tidak cukup atau masih di bawah nilai 5,5. Syaratnya yang pas harusnya lebih besar dari nilai 5,5, tapi hanya karena satu mata pelajaran yang kurang, sehingga nilainya kurang dari nilai 4,0.

“Dengan melihat peta tersebut, besar kemungkinan sebanyak 64,5 persen yang harus mengulang satu mata pelajaran pada UN Ulangan nanti berpotensi besar bisa lulus, sehingga dengan demikian, maka tingkat kelulusan UN 2010 bisa mencapai 95-96 persen,” kata Mendiknas.

Berikut rinciannya kelulusan UN 2010 untuk seluruh provinsi yang mengikuti UN pada ujian utama : DKI Jakarta total peserta 59.697 siswa, yang lulus 54271 siswa dan yang lulus 5.426 siswa (9,09 persen). Jawa Jawa Barat peserta 192.147 siswa, 186.718 lulus, mengulang 5.429 siswa (2,83 persen), Jawa Tengah: peserta 162.090 siswa, 148.176 lulus, mengulang 13.914 siswa (8,58 persen), DIY: peserta 19.505, lulus 14.882, mengulang 4.623 siswa (23,70 persen).

Aceh: 57.799 peserta, 49.652 lulus, mengulang 8.147 siswa (14,10 persen), Sumut: peserta 121.698, lulus 116.898, mengulang 4.800 siswa (3,94 persen), Sumbar: peserta 43.538, lulus 39.520, mengulang 4.018 siswa (9,23 persen), Riau: peserta 44.641, lulus 43.238, mengulang 1.403 siswa (3,14 persen), Jambi: peserta 23.963, lulus 22.788, mengulang 1.175 siswa (4,90 persen.

Kemudian Sumsel: peserta 60.152, lulus 57.592, mengulang 2.560 siswa (4,26 persen), Lampung: peserta 50.545, lulus 48.548, mengulang 1.997 siswa (3,95 persen). Kalbar: 28.188 peserta, 24.167 lulus, mengulang 4.021 siswa (14,26 persen ), Kalteng: 14.697 peserta, 8.923 lulus, mengulang 5.774 siswa (39,29 persen), Kalsel: 20.955 peserta, 19.744 lulus, mengulang 1.211 siswa (5,78 persen).

Kaltim: 22.610 peserta, 15.707 lulus, mengulang 6.903 siswa (30.53 persen), Sulut: 15.247 peserta, 14.5328 lulus, mengulang 755 siswa (4,94 persen), Sulteng: 22.367 peserta, 17.587 lulus, mengulang 5.050 siswa (22,31 persen), Sulsel: 65.877 peserta, 57.426 lulus, mengulang 8.451 siswa (12,83 persen), Sultra: 23.098 peserta, 14.807 lulus, mengulang 8.291 siswa (35,89 persen).

Lalu Maluku: 19.921 peserta, 17.925 lulus, mengulang 1.996 siswa (10,02 persen), Bali: 25.562 peserta, 24.859 lulus, mengulang 703 siswa (2,75 persen), NTB: 46.680 peserta, 37.594 lulus, mengulang 9.086 siswa (19,46 persen), NTT: 35.021 peserta, 16.868 lulus, mengulang 18.333 siswa (52,08 persen), Papua: 14.665 peserta, 12.507 lulus, mengulang 2.158 siswa (14,72 persen), Bengkulu: 14.926 peserta, 14.186, mengulang 740 siswa (4,96 persen), Malut: 14.437 peserta, 8.495 lulus, mengulang 5.942 siswa (41,16 persen).

Kemudian Babel: 6.819 peserta, 5.463 lulus, mengulang 1.356 siswa (19,89 persen), Gorontalo: 7.157 peserta, 3.849 lulus, mengulang 3.308 siswa (46,22 persen), Banten: 57.538 peserta, 51.383 lulus, mengulang 6.155 siswa (10.70 persen), Kepri: 8.837 peserta, 7.417 lulus, mengulang 1.420 siswa (16,07 persen), Sulbar: 7.940 peserta, 6.397 lulus, mengulang 15,43 siswa (19,43 persen), dan Papua Barat: 6.759 peserta, lulus 5.924, mengulang 835 siswa (12,35 persen).

Pada bagian lain Mendiknas mengingatkan siswa yang belum lulus untuk mempersiapkan diri menghadapi UN Ulangan pada 10–14 Mei 2010.

“Masih ada awaktu sekitar satu bulan, jadi siswa bisa lebih mempersiapkan diri lagi, sedangkan kepada para kepala dinas pendidikan dan guru/sekolah di seluruh Indonesia, saya sudah menginstruksikan untuk segera memberikan remediasi pengayaan, pelatihan atau pengulangan bagi siswa yang akan mengikuti UN ulangan,” katanya.

Ia mengatakan, terjadinya penurunan hasil UN 2010 di beberapa daerah, salah satu faktornya karena UN 2010 dilasanakan dengan pengawasan yang lebih ketat.

Tingkat Kejujuran
Mendiknas menyontohkan hasil UN 2010 yang paling menonjol yaitu di Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2009 lalu, katanya, tingkat kelulusannya 90 persen lebih, namun hasil UN tahun ini hanya 53 persen.

“Namun Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo mengatakan, berapapun turunnya tingkat kelulusan hasil UN, yang paling penting adalah tingkat kejujurannya. Artinya, dari Gorontalo ada contoh komitmen bahwa kejujuran menjadi nomor satu,” kata M. Nuh.

Mendiknas juga mengatakan, Balitbang Kemdiknas telah meminta sekolah-sekolah untuk membuka layanan konseling untuk memberikan layanan konsultasi kepada para siswa yang akan mengulang UN.

Menurutnya, sangat mungkin banyak siswa yang mempunyai beban psikologis dalam menghadapi UN ulangan dan membutuhkan bantuan. Selain pihak sekolah, katanya, Kemdiknas juga telah meminta kalangan perguruan tinggi yang memiliki jurusan psikologis atau konseling untuk memberikan layanan konseling tersebut. | bipnewsroom

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: