Skip to content

Lima Kafilah Menjadi Lawan Terberat Aceh

9 June, 2010
mtq

Foto : SERAMBI/JALIMIN

Memasuki hari ketiga Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXIII di Bengkulu, qari-qariah asal Aceh terlihat tampil habis-habisan namun nilai yang diraih masih di bawah kafilah lain. Untuk sementara tercatat lima kafilah peraih nilai tertinggi, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur, dan Riau.

Menurut informasi, masuknya kafilah Kalimantan Timur dan Riau dalam lima besar peraih nilai tertinggi untuk sementara merupakan kejutan karena sebelumnya kedua kafilah ini tidak masuk hitungan. Dari amatan wartawan Serambi, Jalimin yang meliput langsung perlombaan berbagai cabang, nilai-nilai tertinggi dari semua cabang perlombaan selalu didominasi nama-nama dari lima provinsi tersebut.

Bagi kafilah Aceh, meskipun agak berat namun cabang kaligrafi berpotensi masuk ke babak final terutama golongan naskah (tulisan buku) atas nama Rizwan (putra) dan Zunfikriah (putri). Dua peserta kaligrafi yang tidak diperhitungkan, malah tampil sangat baik saat perlombaan, yakni Wulan Safitri (golongan dekorasi putri) dan Fakhrullah (golongan dekorasi putra). “Keduanya tampil sangat maksimal saat perlombaan,” ujar pelatih Cabang Khatil Quran Aceh, Drs H Muhammad Ibrahim. Selain itu, cabang khatil golongan hiasan mushaf putra, atas nama Islahuddin juga optimis masuk babak final.

Pada cabang tilawah cacat netra, kafilah Aceh yang menurunkan qari Cut Abdullah mampu mengumpulkan angka dengan skor 91, meskipun begitu, belum dapat dipastikan akan masuk final, karena hingga tadi malam belum semua peserta tilawah cacat netra tampil. Sedangkan finalis untuk cabang Membaca dan menulis Kandungan Quran (M2KQ), hingga berita ini dikirim tadi malam belum diperoleh nama-nama finalisnya.

Masih di bawah
Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh, Drs HA Rahman TB, Selasa (8/6) mengatakan, meskipun belum diumumkan qari-qariah yang masuk final, namun, dapat dipastikan prestasi yang diraih qari-qariah Provinsi Aceh masih berada di bawah nilai kafilah daerah lain. Namun, ada tiga cabang andalan yang masih diperhitungkan akan masuk final, yaitu tilawah, fahmil quran, dan khatil Quran. Dua cabang itu belum diumumkan pemenang yakni cabang tilawah dan khatil quran, sementara cabang fahmil Quran dipastikan akan berlaga pada babak semi final hari ini.

Menurut Rahman TB, Aceh harus mengakui keunggulan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Provinsi Banten. Meskipun anak-anak Aceh berhasil mencetak skor tinggi, namun selalu dipotong oleh tiga daerah ini. Sebagai contoh, katanya, Nursiah dari cabang tilawah dewasa putri meraih skor 91,33 dan Fadhliana cabang qiraat sab’ah putri yang memperoleh nilai 91,43, malah dipotong oleh qariah Provinsi Banten yang meraih skor lebih dari 93 poin. Begitu juga dengan cabang-cabang lain, meskipun para qari-qariah Aceh meraih skor yang tinggi, masih saja ditelikung oleh kafilah daerah lain yang lebih tinggi dari perolehan skor qari-qariah asal Aceh.

Dilihat dari perolehan nilai semua cabang yang sudah turun berlomba, nilai yang diraih kafilah Aceh sangat baik, meskipun di atas kertas kafilah Provinsi DKI Jakarta dan Banten jauh lebih baik dari Aceh.

Bila dikaitkan dengan proses pelatihan, qari-qariah Aceh hanya menjalani pelatihan selama 40 hari, sedangkan Jawa Barat berlatih lebih dari lima bulan. Singkatnya waktu pelatihan dan minimnya anggaran yang diplotkan untuk pelatihan bagi para qari dan qariah Aceh ditengarai sebagai penyebab utama menurunnya prestasi qari-qariah Aceh di MTQN XXIII di Bengkulu.

Hari ini, Rabu (9/6), kafilah Aceh masih mengikuti babak penyisihan cabang tilawah anak-anak putri, tafsir Bahasa Arab putra, tafsir Bahasa Inggris putri, syarhil Quran, tilawah remaja putra-putri, tilawah dewasa putra dan tartil Quran putri. Sementara cabang fahmil Quran, kafilah Aceh akan berlaga di babak semi final. Selain cabang fahmil Quran, peserta cabang lain yang masuk final akan diumumkan, Rabu (9/6) petang ini. Seorang ofisial kafilah Aceh, Ir M Isa mengharapkan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk berdoa agar kafilah Aceh yang sedang berlaga di Bengkulu bisa mencetak prestasi lebih baik dari MTQN XXII di Banten, dua tahun lalu. | serambinews

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: