Skip to content

Aceh Diharapkan Kembali Jadi Pusat Peradaban Dunia

16 June, 2010

Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar berharap daerahnya kembali menjadi pusat peradaban dunia, dimana para ilmuwan dan cendikiawan dari mancanegara datang untuk melakukan penelitian, studi dan pengembangan ilmu, khususnya agama Islam.

“Sekitar abad ke-16, Aceh telah menjadi pusat peradaban dunia. Kita berharap, sejarah masa lalu bisa kembali lagi, sehingga menjadi kiblat dunia untuk mencari ilmu,” katanya pada Haul pondok pesantren MUDI Mesra di Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Selasa [15/06].

Acara yang dihadiri sekitar 3.000 santri dan masyarakat itu turut dihadiri Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Ketua Forum Bersama DPR dan DPD RI Aceh Nasir Jamil, Wakil Ketua MPR RI Farhan Hamid, para pimpinn ponpes, dan para ulama. Dikatakan, pada masa lalu, Aceh tidak hanya dikenal di wilayah nusantara dan ASEAN, tetapi juga dunia.

“Aceh dikenal dunia internasional, bukan semata-mata karena sebagai pusat perdagangan dunia, tetapi juga menjadi pusat peradaban pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.

Para ilmuwan dari berbagai belahan dunia, lanjut dia, datang ke Aceh untuk melakukan penelitian, studi dan pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam ilmu-ilmu keagamaan seperti fiqh, tafsir, hadist, teologi, falsafah, dan tasawuf.

Wagub menyatakan, pada waktu itu Aceh memiliki sejumlah dayah (ponpes) tinggi yang telah menghasilkan sejumlah ulama besar dan para ilmuan.

Para ulama dan ilmuan telah menjadi pemimpin di Aceh baik pemimpin keagamaan, pemimpin politik dan pemerintahan, maupun pemimpin organisasi sosial kemasyarakatan.

Hamzah Fansury, Syamsudin As-Sumatrany, Nuruddin Ar-Raniry, dan Syekh Abdurrauf As-Singkily merupakan sejumlah ulama di Aceh yang telah berperan besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di daerah ini,

Bahkan transmisi dan pewarisan ulama di Aceh masih juga terasa di awal-awal tahun 1930-an dan 1950-an.

“Kita masih teringat Abuya Muda Wali Al-Khalidi, Tgk Daud Bereueh, Syekh Abdul Hamid, Tgk Abdurrahman Meunasah Meucap, Tgk Hasan Krueng Kalee, Tgk Abdullah Ujong Rimba dan masih banyak ulama lain di Aceh yang telah memberikan sumbangan besar bagi peningkatan intelektualitas dan kehidupan keagamaan masyarakat,” katanya.

Untuk itu, kata Wagub Nazar, pemerintah dan masyarakat Aceh tetap menaruh harapan besar pada dayah MUDI Masjid Raya dan lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya, agar mampu melahirkan para ulama dan intelektual yang siap menghadapi tantangan besar dalam dunia modern, tanpa kehilangan identitas sebagai muslim.

Generasi Aceh

Ia menyatakan, generasi Aceh yang dicita-citakan, di samping memiliki kecerdasan intelektual, juga harus memiliki kesalehan sosial. Kesalehan sosial bermakna bahwa generasi Aceh memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupannya.

Nilai dan kepekaan ini sangat mungkin ditumbuhkan dalam kehidupan lembaga pendidikan Islam yang menjadi tempat para santri menimba ilmu, menimba pengalaman spiritual, dan suri tauladan dari ulama yang mengabdi di lembaga pendidikan tersebut.

Lembaga pendidikan Islam menjadi pusat bagi transfer nilai yang bermakna dalam menata kehidupan generasi Muslim pada masa mendatang.

Nilai etika, moral dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya akan menjadi pegangan penting bagi para lulusan Ponpes MUDI Mesra dan lembaga pendidikan Islam Raudhatul Jannah Aziziyah, kata Wagub. | beritasore

2 Comments leave one →
  1. 16 June, 2010 18:47

    semangat salam kenal..

    di tunggu kunjungan balikknya…

  2. 28 October, 2010 13:37

    semangan terus pejuang2 kmii…!
    kmi selalu mendukung kalian….!
    Allah huu Akbarr

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: