Skip to content

Kemendiknas Akan Terbitkan Aturan Mengenai Kuota SNMPTN

16 June, 2010
Kemendiknas

Foto : bipnewsroom.info

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan menerbitkan Peraturan Mendiknas RI yang mengatur jumlah kuota penerimaan siswa baru di seluruh perguruan tinggi nasional (PTN) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Wakil Mendiknas Fasli Jalal menjelaskan kepada wartawan mengenai rencana Kemdiknas untuk menerbitkan aturan mengenai kuota penerimaan mahasiswa baru di seluruh PTN. Wamendiknas menjelaskan hal itu usai konferensi pers Kontes Robot Indonesia di Gedung Kemdiknas RI di Jakarta, Selasa (15/6). Foto Astra Desita.Menurut Wakil Mendiknas RI Fasli Jalal seusai konferensi pers mengenai Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) di Gerai Informasi Media (GIM), Kemdiknas, Jakarta, Selasa (15/6), saat ini, kebijakan PTN untuk memperbesar kuota penerimaan siswa melalui SNMPTN masih dalam proses pembelajaran.

Ia menjelaskan, Kemdiknas masih akan mempelajari apakah SNMPTN memiliki kapasitas untuk mengakomodasi siswa dari segala lapisan masyarakat untuk masuk PTN berkualitas.

“Memang ada pemikiran kuota penerimaan mahasiswa melalui jalur nasional akan ditetapkan lebih besar. Kebijakan itu nantinya akan bersifat mengikat ke seluruh PTN, sehingga semua PTN tidak bisa mengelak dari peraturan tersebut atas nama otonomi kampus. Intinya SNMPTN itu akan menjadi jalur utama,” katanya.

Dijelaskan juga bahwa peraturan itu pada saatnya akan dikeluarkan dan akan berlaku secara nasional. “Nanti akan diumumkan langsung oleh Mendiknas,” katanya.

Ia juga mengatakan kemungkinan PTN yang memiliki Badan Hukum Milik Negara (BHMN) akan menolak kebijakan itu, dengan alasan mereka sudah mempunyai sistem seleksi masuk sendiri. Namun menurut Fasli, Kemdiknas akan mencari payung yang kokoh sehingga semua PTN wajib mengikuti kebijakan itu.

Menurut dia, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, hingga saat ini sudah ada 480.000 siswa lulusan SMU yang telah mendaftar akan mengikuti SNMPTN, padahal bangku yang akan diperebutkan hanya tersedia 80.000-90.000 kursi. Jumlah itu hampir sama dengan SNMPTN tahun 2009 lalu, yaitu jumlah peserta sebanyak 422.534 orang, dan yang diterima hanya 92.511 orang.

“Jika dibandingkan, maka satu kursi SNMPTN akan diperebutkan oleh enam orang calon mahasiswa,” katanya.

Ia mengatakan, ada juga beberapa PTN yang menggunakan sistem penerimaan lain, misalnya Ujian Masuk Bersama (UMB), tapi ada juga PTN yang mengantungkan sepenuhnya pada SNMPTN.

“Namun intinya, totalitasnya hampir sama dari tahun ke tahun,” kata Fasli.

Pada kesempatan itu Fasli mengapresiasi beberapa terobosan yang dilakukan PTN dalam penggunaan teknologi pada pendaftaran SNMPTN dengan sistem online.

“Sistem teknologi mampu mencapai calon pendaftar di daerah terpencil, dan diyakini akan bisa menambah jumlah peserta SNMPTN,” katanya. | bipnewsroom

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: